Senin, 08 Juni 2009

BERMAIN LAYANG-LAYANG



Letak rumahku yang strategis
Di kelilingi kolam dan sawah
Udara dan cahaya bebas masuk tanpa hambatan
Anginpun leluasa bertiup dari arah manapun
Sangat cocok untuk bermain layang-layang


Kadangkala ketika bermain sendirian
Aku memilih bermain layang-layang
Layang-layangku terbuat dari kertas buku
Ekornyapun dari kertas buku
Benangnya dari benang mesin
Yang ku ambil dari mesin jahit


Layanganku ku mainkan di halaman
Yang di apit oleh kolam-kolam
Senang sekali bila layanganku
Melayang tinggi setinggi atap rumahku
Kadang benang ku tarik
Kadang benang ku ulur
Kadang benang ku sentak ke kanan
Kadang benang ku sentak ke kiri
Layanganku melenggang lenggok di angkasa


Ketika bermain layangan dengan si Ita
Kami menggunakan layangan maco atau
Layangan darat dengan ukuran kecil
Si Ita sendiri yang membuatnya


Supaya layangan bisa naik
Disamping keseimbangan bingkai
Kehalusan rautan bingkai
Jenis kertas dan jenis benang
Seta ukuran layangan serta
Teraju sangat menentukan
Si Ita sangat jagoan menggunakan instingnya
Untuk menentukan berapa panjang teraju


Bermain layangan di sawah bersama Ita
Yang ku ingat
Tak mesti ada penganjung
Letakkan layangan dalam keadaan telentang
Benang yang di rentang tak usah panjang
Bawa berlari kencang-kencang
Layangan akan ikut naik dengan sendirinya
Begitu layangan tagak tali
Kadang layangan di ikatkan kerumput
Di himpit dengan batu
Layangan kami tinggalkan bermain sendiri
Melenggang lenggok di angkasa


Ketika musim panen
Sering di adakan lomba layang-layang
Banyak lelaki yang datang kekampungku
Mereka membawa layang-layang darat
Dengan ukuran yang besar sekali


Banyak cerita yang beredar
Bagaimana proses pembuatan dan penyimpanan
Bingkai layang-layang sang juara
Yang kadang umurnya berbilang tahun pula
Benang yang di pakai tak sembarang benang
Kadang di rendam dengan bahan penguat


Ketika lomba layangan
Memang ada yang menganjung dan mengumpal benang
Keahlian membaca arah angin
Keahlian menentukan:
Kapan di loro
Kapan ditarik
Kapan di sentak-sentakkan
Terletak di tangan si pemain layangan


Layangan akan terbang tanpa kendali
Ketika benang layangan putus
Layangan akan jatuh kapik
Ketika kehilangan angin dan kendali
Layangan tak akan naik sama sekali
Kalau salah konstruksi dan
Salah tempat bermain


Aku lebih senang bermain layang-layang
Dari pada menjadi layang-layang



Bengkulu, 2 Juni 2009





Hanifah Damanhuri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Saya tunggu komentar anda