BERKEBUN SAWIT
Berkebun sawit di Banuhampu ?
Mana mungkin itu
Bukan tak mau
Tak ada lahan untuk itu
Lahan di Banuhampu
Yang terletak dilembah Merapi dan Singgalang
Sangat subur
Sangat cocok untuk berbagai jenis sayur
Ketika kukecil dahulu
Petani yang ulet dan mampu
Memanfaatkan lahan seefektif mungkin
Bisa pergi haji
Dari hasil bertanam sayur dan cabe
Di sebidang sawah
Ketika cabe baru ditanam
Disela cabe ditanami sayuran lain
Biasanya daun seledri dan bawang perai
Di pinggir pematang ditanami pula ketimun dsb
Sehingga setiap minggu ada saja jualan petani kepasar
Uang hasil jualan sayur masih bernilai saat itu
Sehingga jadi petani bukanlah pekerjaaan rendahan
Kemaren ketika belanja tomat di Bengkulu
Tukang sayurnya ngomong
" Tomat mahal, karena di impor dari Bandung
Lahan sayur di CURUP beralih jadi kebun sawit
Harga sawit mahal "
Beberapa waktu yang lalu
Aku beli telur ayam kampung
Warna kuningnya lebih kemerahan
Menandakan ayamnya lepas di kebun
Bukan dikurung di kandang
Kata yang jual
" Saudaraku memelihara ayam dikebun sawit "
Temanku si batak yang doktor di bidang matematika
Malas berebut kapling di kampus
Jauh-jauh hari secara berangsur angsur membeli kebun sawit
Sering juga dia mengajak kami untuk ikut membeli
Dengan memberikan gambaran keuntungan dimasa depan
Namun tak banyak teman yang mengikuti sarannya
Kecuali orang batak baik dosen mapun bukan dosen
Saat ini beliau sudah punya sepuluh hektar sawit
Pembibitan biar irit dia lakukan sendiri di halaman rumahnya
Tak meleset
Dengan mahalnya sawit
Masa depan anak-anak menjadi cerah
Adikku yang bersuamikan orang Jawa yang besar di Pasaman
Dengan bangga bercerita
Hasil sawit mereka yang tidak seberapa di Pasaman
Telah meringankan biaya kehidupan
Barusan aku melamun
Andaikan orang Banuhampu
Yang bekerja tak menentu
Masa depan serba tak tahu
Hijrah atau merantau
Membuka lahan baru
Kapan perlu ada yang sediakan lahan baru
Berkebun sawit sambil memelihara ternak
Aku rasa
Kita tak perlu risau
Memikirkan masa depannya
Bengkulu, 23 April 2008
Hanifah Damanhuri
Rabu, 30 April 2008
Kamis, 17 April 2008
BUKAN KARENA GELAR, DAN HARTA
BUKAN KARENA GELAR, DAN HARTA
Dalam duka kami bangga
Kerabat kami
Tak bergelar akademis
Karena kuliahnya tak pernah selesai
Tak memiliki harta melimpah
Kecuali rumah mungil yang dicicil
Modalnya ikhlas bekerja
Akrab dengan sesama
Tak pilih dengan siapa
Cepat kaki dan ringan tangan
Ketika mayatnya terbujur kaku
Di rumah sederhana abangnya
Di sebelah rumahnya yang mungil
Tamu yang datang melayat
Tak terhingga jumlahnya
Mulai dari rakyat biasa
Sampai kepejabat seperti WaGub, WaKo, Wawali Bengkulu
Tak ketinggalan para ulama dan ustadz kota Bengkulu
Alhamdulillah
Kami bercerita sesama
Andaikan kita yang meninggal
Belum tentu yang melayat kita
Seperti tamu-tamu di atas
Almarhum bernama Junaidi Bustami
Berasal Tanjung Ampalu Sumbar
Aktif sebagai juru dakwah dan guru ngaji
Aktif di berbagai organsasi termasuk partai
Sebagai sekretaris Muhammadiyah Bengkulu
Malam minggu yang lalu 30 Maret 2008
Beliau bermaksud akan menghadiri pertemuan
Yang akan membicarakan tentang
Perayaan Maulid Nabi di Muhammadiyah
Beliau pergi naik motor berboncengan
Bersama uda dan anak lelakinya
Malang tak dapat ditolak
Mujur tidak dapat diraih
Dipersimpangan jalan tak jauh dari rumahnya
Motornya dihantam motor pelajar SMA yang tak berlampu
Laga kambing kata orang
Helmnya terpental
Para korban dilarikan kerumah sakit
Almarhum paling parah dari yang lain
Kepala retak
Tulang rusuk ada yang patah
Sejak kejadian tak pernah sadar lagi
Dan dirawat di ICU
Atas biaya Walikota
Alhamdulillah
Udanya seorang dosen UMB
Mengalami memar di perut dan dimuka
Anaknya memar diperut
Dan mata bengkak sebelah
Keduanya dirawat di VVIP
Atas biaya Muhammadiyah
Alhamdulillah
Hari Jumat Tanggal 4 April 2008
Ada dan anak lelakinya sudah dibolehkan pulang
Almarhum disarankan dokter untuk dibawa ke Jakarta
Dokter Bengkulu sudah angkat tangan
Direncanakan keputusan dibawa atau tidak hari Senin besok
Namun Allah memutuskan
Memanggil almarhum kemaren sore tanggal 5 April 2008
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun
Beliau meninggal dalam usia 41 tahun
Meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak yang masih kecil
Aku mengenalnya
Karena kami sudah merasa saudara
Suamiku pernah kos dirumah orang tuanya Tanjung Ampalu
Ketika itu suamiku baru diangkat jadi guru
Akhirnya suamiku hijrah ke Bengkulu
Kenangan yang tak bisa kami lupakan
Kesiapannya menolong kapan saja
Kalau kami bepergian lama
Kami serahkan rumah pada beliau
Sekeluarga mereka menunggu rumah kami
Kecuali 2 tahun belakangan ini
Selamat jalan Junai
Semoga Allah menempatkanmu ditempat yang paling mulia
Amin Ya Rabbal Alamin
Bengkulu, 6 April 2008
Dalam duka kami bangga
Kerabat kami
Tak bergelar akademis
Karena kuliahnya tak pernah selesai
Tak memiliki harta melimpah
Kecuali rumah mungil yang dicicil
Modalnya ikhlas bekerja
Akrab dengan sesama
Tak pilih dengan siapa
Cepat kaki dan ringan tangan
Ketika mayatnya terbujur kaku
Di rumah sederhana abangnya
Di sebelah rumahnya yang mungil
Tamu yang datang melayat
Tak terhingga jumlahnya
Mulai dari rakyat biasa
Sampai kepejabat seperti WaGub, WaKo, Wawali Bengkulu
Tak ketinggalan para ulama dan ustadz kota Bengkulu
Alhamdulillah
Kami bercerita sesama
Andaikan kita yang meninggal
Belum tentu yang melayat kita
Seperti tamu-tamu di atas
Almarhum bernama Junaidi Bustami
Berasal Tanjung Ampalu Sumbar
Aktif sebagai juru dakwah dan guru ngaji
Aktif di berbagai organsasi termasuk partai
Sebagai sekretaris Muhammadiyah Bengkulu
Malam minggu yang lalu 30 Maret 2008
Beliau bermaksud akan menghadiri pertemuan
Yang akan membicarakan tentang
Perayaan Maulid Nabi di Muhammadiyah
Beliau pergi naik motor berboncengan
Bersama uda dan anak lelakinya
Malang tak dapat ditolak
Mujur tidak dapat diraih
Dipersimpangan jalan tak jauh dari rumahnya
Motornya dihantam motor pelajar SMA yang tak berlampu
Laga kambing kata orang
Helmnya terpental
Para korban dilarikan kerumah sakit
Almarhum paling parah dari yang lain
Kepala retak
Tulang rusuk ada yang patah
Sejak kejadian tak pernah sadar lagi
Dan dirawat di ICU
Atas biaya Walikota
Alhamdulillah
Udanya seorang dosen UMB
Mengalami memar di perut dan dimuka
Anaknya memar diperut
Dan mata bengkak sebelah
Keduanya dirawat di VVIP
Atas biaya Muhammadiyah
Alhamdulillah
Hari Jumat Tanggal 4 April 2008
Ada dan anak lelakinya sudah dibolehkan pulang
Almarhum disarankan dokter untuk dibawa ke Jakarta
Dokter Bengkulu sudah angkat tangan
Direncanakan keputusan dibawa atau tidak hari Senin besok
Namun Allah memutuskan
Memanggil almarhum kemaren sore tanggal 5 April 2008
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun
Beliau meninggal dalam usia 41 tahun
Meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak yang masih kecil
Aku mengenalnya
Karena kami sudah merasa saudara
Suamiku pernah kos dirumah orang tuanya Tanjung Ampalu
Ketika itu suamiku baru diangkat jadi guru
Akhirnya suamiku hijrah ke Bengkulu
Kenangan yang tak bisa kami lupakan
Kesiapannya menolong kapan saja
Kalau kami bepergian lama
Kami serahkan rumah pada beliau
Sekeluarga mereka menunggu rumah kami
Kecuali 2 tahun belakangan ini
Selamat jalan Junai
Semoga Allah menempatkanmu ditempat yang paling mulia
Amin Ya Rabbal Alamin
Bengkulu, 6 April 2008
BONGKAR PASANG
BONGKAR PASANG
Seperti LOGO
Mainan bongkar pasang
Bisa di bongkar dan dipasang
Sesuai keinginan
Sesuai kebutuham
Sesuai ketersediaan
Bongkar pasang
Untuk tujuan bersama dan mulia
Tak akan ada yang mencela
Walau ada yang kecewa
Bongkar pasang
Seenak penguasa
Hanya menyiksakan
Dendam membara
Pada korban yang dibongkar
Sebelum bongkar
Biasanya ada konspirasi
Membuat yang akan dibongkar
Tak berfungsi sebagaimana mestinya
Sehingga yang membongkar
Punya alibi
Bongkar pasang
Seenak penguasa
Membuat yang dipasang
Kelimpahan rejeki
Tak peduli
Walau bukan ahli
Solusi gampang dicari
Asal laporan rapi
Mungkin sang penguasa lupa
Sekecil apapun kebaikan yang kita dilakukan
Akan kembali kekita
Sekecil apapun kejahatan yang kita lakukan
Akan kembali kekita
Ya Allah
Ya Rahman
Ya Rahim
Beri hidayahlah sang penguasa
Agar berjalan dijalan yang lurus dan Engkau redhai
Beri kesabaran pada orang yang dibongkar
Agar tidak mendendam dan belajar dari kesalahan
Amin Ya Rabbal Alamin
Bengkulu, 12 April 2008
Hanifah Damanhuri
Seperti LOGO
Mainan bongkar pasang
Bisa di bongkar dan dipasang
Sesuai keinginan
Sesuai kebutuham
Sesuai ketersediaan
Bongkar pasang
Untuk tujuan bersama dan mulia
Tak akan ada yang mencela
Walau ada yang kecewa
Bongkar pasang
Seenak penguasa
Hanya menyiksakan
Dendam membara
Pada korban yang dibongkar
Sebelum bongkar
Biasanya ada konspirasi
Membuat yang akan dibongkar
Tak berfungsi sebagaimana mestinya
Sehingga yang membongkar
Punya alibi
Bongkar pasang
Seenak penguasa
Membuat yang dipasang
Kelimpahan rejeki
Tak peduli
Walau bukan ahli
Solusi gampang dicari
Asal laporan rapi
Mungkin sang penguasa lupa
Sekecil apapun kebaikan yang kita dilakukan
Akan kembali kekita
Sekecil apapun kejahatan yang kita lakukan
Akan kembali kekita
Ya Allah
Ya Rahman
Ya Rahim
Beri hidayahlah sang penguasa
Agar berjalan dijalan yang lurus dan Engkau redhai
Beri kesabaran pada orang yang dibongkar
Agar tidak mendendam dan belajar dari kesalahan
Amin Ya Rabbal Alamin
Bengkulu, 12 April 2008
Hanifah Damanhuri
BERTANAM KACANG TANAH
BERTANAM KACANG TANAH
Setelah bertanam padi untuk kesekian kalinya
Untuk tanaman selingan agar tanah tetap subur
Bertanan kacang tanah menjadi pilihan keluargaku
Bibit kacang tanah di beli sendiri oleh papaku
Kacang yang dipilih yang baru di panen dan masih basah
Sehingga kelihatan kesempurnaan bijinya
Kacang tanah dijemur sendiri di halaman
Di kupas kulitnya
Di pilih lagi biji yang sempurna
Berisi, dan tidak berkerut
Sebelum disemai
Bibit tersebut direndam semalam
Sebelum disemai
Sawah dibajak dulu oleh pembajak
Papaku bikin petak-petak
Tanahnya diratakan
Lalu di tuga hingga terbentuk lobang
Kami anak-anak yang ikut kesawah
Ikut mencicil atau menyemai kacang
Lalu menutup lobang tersebut dengan tanah
Pekerjaan yang mengasyikkan sekali
Sangat menyenangkan
Menyaksikan dari hari ke hari
Kacang tumbuh dan berkembang
Tak lupa disela tanaman kacang
Di bagian pinggir petak petak
Kami juga menyemai bibit jagung
Setelah beberapa waktu
Tanah disekitar kacang tumbuh
Dibersihkan dan digemburkan
Hari berganti Minggu
Minggu berganti bulan
Bersamaan dengan tumbuh dan berkembangnya kacang tanah
Tumbuh pula batang silangkong
Buah silangkong yang masak rasanya enak dan manis sekali
Buahnya menjadi milik umum
Siapa saja boleh memetiknya
Hingga buah silangkong jadi incaran ABG
Kalau aku memetik silangkong sendirian
Aku cukup pergi ke salah satu sawah kami
Di sawah yang banyak silangkongnya
Paling asyik memetiknya beramai ramai
Masing-masing orang ingin dapat banyak
Hingga seluruh sawah di jelajahi
Dan saling berebut memetiknya
Semua buah silangkong yang didapat
Diletakkan di baju yang dikurundukkan
Masa kecil yang indah sekali
Tiba musim panen
Aku ikut membantu meruntih kacangnya
Saat meruntih
Langsung dipisah
Buah yang sempurna dengan yang tidak sempurna
Yang tidak sempurna dinamakan umbai
Umbai ini yang direbus duluan untuk dimakan
Yang sempurna bisa dijual atau disimpan
Sewaktu kehidupan belum begitu sulit
Hasil panen kacang tanah tidak pernah dijual papaku
Semua dikonsumsi keluarga sendiri
Hingga datang pula musim bertanam kacang berikutnya
Ku ingat papaku paling doyan makan kacang tanah
Di olah dalam bentuk apapun papa suka
Apalagi kalau diolah jadi kacang tujin
Tak berhenti mulutnya ngemil
Suatu ketika di suasana lebaran
Sudah jadi tradisi
Mesti ada kacang tujin
Sebagai makanan lebaran
Waktu itu tak adalagi kacang tanah dari kebun sendiri
Terpaksa dibeli sekedarnya
Pelepas tanya
Di hari lebaran ketiga
Aku kaget
Stoples kacang tujinku
Hilang dari atas meja
Ku cari ke mana-mana
Ketemu di bawah lemari
Isi stoples sudah kosong
Tidak mungkin adik-adikku berani memakannya
Kutanya papaku yang sudah tidak bergigi lagi
Jawaban papa membuatku terpana dan haru
" Papa yang memakan, papa giling dulu "
Bengkulu, 18 April 2008
Hanifah Damanhuri
Setelah bertanam padi untuk kesekian kalinya
Untuk tanaman selingan agar tanah tetap subur
Bertanan kacang tanah menjadi pilihan keluargaku
Bibit kacang tanah di beli sendiri oleh papaku
Kacang yang dipilih yang baru di panen dan masih basah
Sehingga kelihatan kesempurnaan bijinya
Kacang tanah dijemur sendiri di halaman
Di kupas kulitnya
Di pilih lagi biji yang sempurna
Berisi, dan tidak berkerut
Sebelum disemai
Bibit tersebut direndam semalam
Sebelum disemai
Sawah dibajak dulu oleh pembajak
Papaku bikin petak-petak
Tanahnya diratakan
Lalu di tuga hingga terbentuk lobang
Kami anak-anak yang ikut kesawah
Ikut mencicil atau menyemai kacang
Lalu menutup lobang tersebut dengan tanah
Pekerjaan yang mengasyikkan sekali
Sangat menyenangkan
Menyaksikan dari hari ke hari
Kacang tumbuh dan berkembang
Tak lupa disela tanaman kacang
Di bagian pinggir petak petak
Kami juga menyemai bibit jagung
Setelah beberapa waktu
Tanah disekitar kacang tumbuh
Dibersihkan dan digemburkan
Hari berganti Minggu
Minggu berganti bulan
Bersamaan dengan tumbuh dan berkembangnya kacang tanah
Tumbuh pula batang silangkong
Buah silangkong yang masak rasanya enak dan manis sekali
Buahnya menjadi milik umum
Siapa saja boleh memetiknya
Hingga buah silangkong jadi incaran ABG
Kalau aku memetik silangkong sendirian
Aku cukup pergi ke salah satu sawah kami
Di sawah yang banyak silangkongnya
Paling asyik memetiknya beramai ramai
Masing-masing orang ingin dapat banyak
Hingga seluruh sawah di jelajahi
Dan saling berebut memetiknya
Semua buah silangkong yang didapat
Diletakkan di baju yang dikurundukkan
Masa kecil yang indah sekali
Tiba musim panen
Aku ikut membantu meruntih kacangnya
Saat meruntih
Langsung dipisah
Buah yang sempurna dengan yang tidak sempurna
Yang tidak sempurna dinamakan umbai
Umbai ini yang direbus duluan untuk dimakan
Yang sempurna bisa dijual atau disimpan
Sewaktu kehidupan belum begitu sulit
Hasil panen kacang tanah tidak pernah dijual papaku
Semua dikonsumsi keluarga sendiri
Hingga datang pula musim bertanam kacang berikutnya
Ku ingat papaku paling doyan makan kacang tanah
Di olah dalam bentuk apapun papa suka
Apalagi kalau diolah jadi kacang tujin
Tak berhenti mulutnya ngemil
Suatu ketika di suasana lebaran
Sudah jadi tradisi
Mesti ada kacang tujin
Sebagai makanan lebaran
Waktu itu tak adalagi kacang tanah dari kebun sendiri
Terpaksa dibeli sekedarnya
Pelepas tanya
Di hari lebaran ketiga
Aku kaget
Stoples kacang tujinku
Hilang dari atas meja
Ku cari ke mana-mana
Ketemu di bawah lemari
Isi stoples sudah kosong
Tidak mungkin adik-adikku berani memakannya
Kutanya papaku yang sudah tidak bergigi lagi
Jawaban papa membuatku terpana dan haru
" Papa yang memakan, papa giling dulu "
Bengkulu, 18 April 2008
Hanifah Damanhuri
Rabu, 02 April 2008
BERMAIN CANTIK
BERMAIN CANTIK
Bermain cantik
Menurut temanku
Bermain berdasarkan
Kesepakatan- kesepakatan
Dengan bermain cantik
Kadang kawan jadi lawan
Kadang lawan jadi kawan
Kadang bisa menjegal langkah seseorang
Kadang bisa memajukan langkah seseorang
Sudah dua kali kusaksikan
Di kurun waktu yang berbeda
Di Unit yang berbeda
Betapa sakitnya kalah
Betapa senangnya menang
Akibat bermain cantik yang dikhianati
Bermain cantik
Pelaku-pelakunya
Para wakil yang punya hak
Memilih calon pemimpin masa depan
Lengkap dengan perangkatnya
Berdasarkan kesepakatan- kesepakatan
Sekelompok wakil
Seeerrrruuuu
Ketika hasilnya
Berbeda
Dari kesepakatan
Suatu kelompok besar
Bengkulu, 31 Maret 2008
Hanifah Damanhuri
Bermain cantik
Menurut temanku
Bermain berdasarkan
Kesepakatan- kesepakatan
Dengan bermain cantik
Kadang kawan jadi lawan
Kadang lawan jadi kawan
Kadang bisa menjegal langkah seseorang
Kadang bisa memajukan langkah seseorang
Sudah dua kali kusaksikan
Di kurun waktu yang berbeda
Di Unit yang berbeda
Betapa sakitnya kalah
Betapa senangnya menang
Akibat bermain cantik yang dikhianati
Bermain cantik
Pelaku-pelakunya
Para wakil yang punya hak
Memilih calon pemimpin masa depan
Lengkap dengan perangkatnya
Berdasarkan kesepakatan- kesepakatan
Sekelompok wakil
Seeerrrruuuu
Ketika hasilnya
Berbeda
Dari kesepakatan
Suatu kelompok besar
Bengkulu, 31 Maret 2008
Hanifah Damanhuri
Kamis, 27 Maret 2008
BERSAMPAN DI TABEK GADANG
BERSAMPAN DI TABEK GADANG
Suatu hari ibu Kasiah
Berteriak teriak dipinggir tabek gadang
" Ijuuun ijuuun keluarlah naaaak "
Semua mata memandang ke tengah tabek gadang
Menanti kemunculan uda jun yang perahunya terbalik
Tiba-tiba terlihat perahu yang telungkup bergerak lurus
Yang mengerti lalu tersenyum
Tak lama kemudian uda jun muncul dari balik perahu
Kecemasan berubah jadi tertawa
Lain kali aku lihat si sabar mendorong sampan
Dari tepian tabek gadang ketengah tabek
Lalu si sabar meloncat ke perahu
Perahu tetap anteng dan tidak karam
Dengan gayanya dia melaju ketengah tabek gadang
Di tengah tabek dia berdiri lalu melonjak lonjak
Lonjakan yang membikin gelombang-gelombang disekitarnya
Namun tidak membuat perahunya karam
Entah kapan mulainya
Akupun mahir memainkan sampan di tabek gadang
Aku juga bisa memperkirakan:
Kapan pendayung kanan di tahan
Kapan pendayung kiri di tahan
Kapan keduanya digunakan
Kapan tidak perlu digunakan
Kuselidiki juga kenapa uda jun dulu
Bisa menjalankan perahu telungkup
Ku latih juga bagaimana caranya
Walau kita melonjak-lonjak di sampan
Namun sampan tidak oleng dan karam
Tak ada yang tak bisa
Asal mau berusaha
Bersampan terasa sangat menyenangkan dan indah
Kalau kita bisa mengendalikan sampan
Dan mengendalikan diri biar tetap seimbang
Bengkulu, 28 Maret 2008
Hanifah Damanhuri
Suatu hari ibu Kasiah
Berteriak teriak dipinggir tabek gadang
" Ijuuun ijuuun keluarlah naaaak "
Semua mata memandang ke tengah tabek gadang
Menanti kemunculan uda jun yang perahunya terbalik
Tiba-tiba terlihat perahu yang telungkup bergerak lurus
Yang mengerti lalu tersenyum
Tak lama kemudian uda jun muncul dari balik perahu
Kecemasan berubah jadi tertawa
Lain kali aku lihat si sabar mendorong sampan
Dari tepian tabek gadang ketengah tabek
Lalu si sabar meloncat ke perahu
Perahu tetap anteng dan tidak karam
Dengan gayanya dia melaju ketengah tabek gadang
Di tengah tabek dia berdiri lalu melonjak lonjak
Lonjakan yang membikin gelombang-gelombang disekitarnya
Namun tidak membuat perahunya karam
Entah kapan mulainya
Akupun mahir memainkan sampan di tabek gadang
Aku juga bisa memperkirakan:
Kapan pendayung kanan di tahan
Kapan pendayung kiri di tahan
Kapan keduanya digunakan
Kapan tidak perlu digunakan
Kuselidiki juga kenapa uda jun dulu
Bisa menjalankan perahu telungkup
Ku latih juga bagaimana caranya
Walau kita melonjak-lonjak di sampan
Namun sampan tidak oleng dan karam
Tak ada yang tak bisa
Asal mau berusaha
Bersampan terasa sangat menyenangkan dan indah
Kalau kita bisa mengendalikan sampan
Dan mengendalikan diri biar tetap seimbang
Bengkulu, 28 Maret 2008
Hanifah Damanhuri
ANDRIANSYAH MAHASISWAKU
Hari ini tanggal 15 Maret 2008
Kami memutuskan
Andransyah lolos ujian skripsi denganjudul
“ IMPLEMENTASI METODE HEURISTIK DALAM MENDETEKSI
MALICIOUS EXECUTABLES “
Alhamdulillah
Ku ingat kembali masa masa
Aku jadi penasehat akademisnya
Aku sebagai dosen pengasuh kuliah
Aku sebagai pembimbing pendamping penulisan skripsinya
Aku yang dibikin sering terkejut
Terkejut akan kepintarannya
Terkejut akan semangat juangnya yang tinggi
Namun tetap rendah hati dan santun
Bakatnya sudah kelihatan
Sejak jadi mahasiswa tahun 2004
Semua tugas yang kuberikan padanya
Selalu membuatku terkagum kagum dan ternganga
Akulah yang akhirnya banyak bertanya padanya
Luar Biasa
Sebagai PA nya
Dia sering mengutarakan keinginannya padaku
Suatu hari dia menghadapku
“ Bu, apa ibu bersedia jadi pembimbing skripsiku ? “
“ Tentang apa ? ”, tanyaku
Dia sebut judul di atas
“ Mana ngerti aku ? “, jawabku
“ Ibu tenang saja, ilmu banyak di internet “
Akhirnya dari rapat prodi
Aku jadi pembimbimbing pendampingnya
Menghadapi mahasiswa luar biasa
Gampang-gampang susah
Kebanyakan dari mereka yang istimewa
Tidak pandai menyatakan
Apa yang dia tau atau apa yang dia mau
Sehingga orang susah tau apa yang dia mau
Disanalah perananku sebagai pembimbing
Membantu dia agar menuliskan apa yang dia tau
Kudengarkan penjelasannya
Lalu kuminta dia
Menulis apa yang dijelaskan tadi padaku
Kadang ku tingkahi penjelasannya
Dengan beberapa pertanyaan
Kulihat pembimbing utamanyapun
Yang lebih kritis dariku
Melakukan hal yang tak berbeda dariku
Tinggal mencecar dengan pertanyaan-pertanya an
Sehingga tulisannya jadi sempurna
Kutanya dia
Bagaomana dia dapat ide ?
Dia bercerita
Sering berdiskusi dengan pakar
Diantaranya adalah
Pak Onno Purbo
Eko Indriyawan
Ayoub
Maurdhi Hery Purnomo dll
Dia juga bercerita
Adiknya di UNSRI
Jagoan juga seperti dirinya
Tadi ketika sidang sarjana
Penguji yang seorang doktor matematika diskrit
Memberikan pengarahan demi kesempurnaan
Tak lupa ikut memuji
Kehebatan mahasiswaku Andriansyah
Alhamdulillah
Ku ucapkan selamat untukmu Andriansyah
Semoga ilmu yang kamu miliki
Bermanfaat bagi orang lain
Amin Ya Rabbal Alamin
Bengkulu, 15 Maret 2008
Hanifah Damanhuri
Kami memutuskan
Andransyah lolos ujian skripsi denganjudul
“ IMPLEMENTASI METODE HEURISTIK DALAM MENDETEKSI
MALICIOUS EXECUTABLES “
Alhamdulillah
Ku ingat kembali masa masa
Aku jadi penasehat akademisnya
Aku sebagai dosen pengasuh kuliah
Aku sebagai pembimbing pendamping penulisan skripsinya
Aku yang dibikin sering terkejut
Terkejut akan kepintarannya
Terkejut akan semangat juangnya yang tinggi
Namun tetap rendah hati dan santun
Bakatnya sudah kelihatan
Sejak jadi mahasiswa tahun 2004
Semua tugas yang kuberikan padanya
Selalu membuatku terkagum kagum dan ternganga
Akulah yang akhirnya banyak bertanya padanya
Luar Biasa
Sebagai PA nya
Dia sering mengutarakan keinginannya padaku
Suatu hari dia menghadapku
“ Bu, apa ibu bersedia jadi pembimbing skripsiku ? “
“ Tentang apa ? ”, tanyaku
Dia sebut judul di atas
“ Mana ngerti aku ? “, jawabku
“ Ibu tenang saja, ilmu banyak di internet “
Akhirnya dari rapat prodi
Aku jadi pembimbimbing pendampingnya
Menghadapi mahasiswa luar biasa
Gampang-gampang susah
Kebanyakan dari mereka yang istimewa
Tidak pandai menyatakan
Apa yang dia tau atau apa yang dia mau
Sehingga orang susah tau apa yang dia mau
Disanalah perananku sebagai pembimbing
Membantu dia agar menuliskan apa yang dia tau
Kudengarkan penjelasannya
Lalu kuminta dia
Menulis apa yang dijelaskan tadi padaku
Kadang ku tingkahi penjelasannya
Dengan beberapa pertanyaan
Kulihat pembimbing utamanyapun
Yang lebih kritis dariku
Melakukan hal yang tak berbeda dariku
Tinggal mencecar dengan pertanyaan-pertanya an
Sehingga tulisannya jadi sempurna
Kutanya dia
Bagaomana dia dapat ide ?
Dia bercerita
Sering berdiskusi dengan pakar
Diantaranya adalah
Pak Onno Purbo
Eko Indriyawan
Ayoub
Maurdhi Hery Purnomo dll
Dia juga bercerita
Adiknya di UNSRI
Jagoan juga seperti dirinya
Tadi ketika sidang sarjana
Penguji yang seorang doktor matematika diskrit
Memberikan pengarahan demi kesempurnaan
Tak lupa ikut memuji
Kehebatan mahasiswaku Andriansyah
Alhamdulillah
Ku ucapkan selamat untukmu Andriansyah
Semoga ilmu yang kamu miliki
Bermanfaat bagi orang lain
Amin Ya Rabbal Alamin
Bengkulu, 15 Maret 2008
Hanifah Damanhuri
Langganan:
Postingan (Atom)