Kamis, 14 Agustus 2008
SELAMAT ULTAH KE 73 BUYA HMA
Kalau tidak ditulis umur
Aku tidak akan tau
Kalau buya sudah tua
Tulisan buya
Cara buya bercanda
Kadang seperti anak muda
Yang berwawasan luas
Buya luar biasa
Bisa membaur kemana saja
Bisa menulis soal apa saja
Bidang adat, ok
Bidang agama, ok
Pengetahuan umum, ok
Bijaksana
Alhamdulillah
Beruntung kami yang muda
Bertemu dengan buya
Walau di dunia maya
Hari ini 11 Ahustus 2008
Usia buya tepat 73 tahun
Selamat Ulang Tahun buya
Semoga buya tetap diberiNya
Kesehatan
Kekuatan
Kesempatan
Sehingga tetap berkiprah dan
Menjadi teladan bagi kami semua
Amin Ya Rabbal Alamin
Bengkulu, 11 Agustus 2008
Hanifah Damanhuri
Minggu, 10 Agustus 2008
SELAMAT ULTAH KE 72 PAK SAAF
Tak terasa
Hari berganti minggu
Minggu berganti bulan
Bulan berganti tahun
Hari ini 10 Agustus 2008
Usia bapak genap 72 tahun
Selamat Ulang Tahun Bapak Saaf
Semoga Panjang Umur
Diberi kesehatan lahir dan batin
Bertambah bijaksana
Bahagia selalu
Amin Ya Rabbal Alamin
Di rentang waktu setahun ini
Kita sering berbeda pendapat
Kadang aku berburuk sangka
Karena aku curiga
Tujuan pribadi ?
Tujuan bersama ?
Maafkan aku bapak
Karena aku manusia biasa
Semoga hari esok
Lebih baik dari hari ini
Bengkulu. 10 Agustus 2008
Hanifah Damanhuri
ANAKKU MENYOBLOS PKS
ANAKKU MENYOBLOS PKS
Pemilu periode yang lalu
Untuk yang pertamakali
Anakku ijul menjadi peserta PEMILU
Untuk wilayah Bengkulu
Pintu kamarnya penuh dengan tempelan
Stiker PKS No 16 dengan slogan
“ Hidup Mulya atau Mati Sahid “
Stiker yang masih kami biarkan disana
Kaset yang diputar
Berisi yel yel PKS
Yang membakar semangat
Mulanya aku dan papanya cemas
Jangan-jangan anakku masuk kelompok ekstrim
Kubilang ke papanya
Untuk memantau kelompok ROHIS disekolahnya
Siapa guru Rismanya disekolah
Apa ijul ikut aliran tertentu ?
Kami coba berdebat dengan ijul
Tapi tak terdebat
Diluar sana
Dimana-mana
Terdengar yel yel PKS
Dari massa yang tak terhingga banyaknya
Dari suku manapun
Dari kalangan apapun
Dengan keberagaman latar belakang pendidikan
Dengan keberagaman penghasilan
Kubuka pula mata lebar-lebar
Bertanya pada yang ahli
Hatiku jadi semakin lega
Tetangga kami
Pengusaha yang disegani
Pintar. alim, dan dermawan
Menjadi Caleg partai PKS
Akhirnya …
Aku ikut pula pada pilahan anakku
Menyoblos PKS
Aku tak menyesal menyoblos PKS
Ketika musibah melanda rakyat
Pimpinan PKS tak segan turun kemasyarakat
PKS anti KKN
PKS perangi KKN
PKS tumpuan harapan
Bengkulu, 10 Juli 2008
Hanifah Damanhuri
TERKENANG
TERKENANG
Wajahmu yang manis dengan senyum yang memikat
Sinar mata yang mencerminkan kecerdasan
Serta gayamu yang lucu
Membuatku tergila-gila padamu
Kamu jadi idola pertamaku
Waktu itu aku masih SD
Kita jarang bertemu
Jarak telah memisahkan kita
Di suatu liburan
Kamu menyadari
Aku remaja
Yang sedang jatuh cinta
Kamu biarkan cintaku berkembang
Anganku melayang
Terbang
Menembus ruang dan waktu
Dalam perjalanan waktu
Aku berhadapan dengan kekasihmu
Temanku pindahan dari rantau
Pengakuanmu
Membuat perih di hatiku
Perih bak disayat sembilu
Ku jalani hidupku
Bak air mengalir
Tak ingin ku jatuh cinta lagi
Dua puluh dua tahun yang lalu
Hari pernikahanmu sudah ditentukan
Pesta besar akan di gelar di ujung Sumatra sana
Pesta anak-anak pejabat
Pesta pemuda berbakat
Pegawai perusahaan ternama
Sebelum hari bersejarah bagimu itu tiba
Aku dilamar pemuda bersahaja
Kulitnya hitam tapi manis
Senyumnya amat menawan
Penyayang nampaknya
Dia temanku sesama honor
Yang baru ku kenal semester itu
Sinar cinta dimatanya
Membuat papa ikhlas
Menyerahkanku padanya
Beberapa hari sebelum hari bersejarah bagimu
Papa menggelar syukuran sederhana
Untuk pernikahanku
Di rumah kakakku di Padang
Alhamdulillah
Aku lebih dulu menikah darimu
Tak terasa
Minggu ini
Dua puluh dua tahun sudah
Usia pernikahan masing-masing kita
Alhamdulillah
Semoga saja tahun depan
Masing-masing kita masih merayakan
Ultah perkawinan kita
Amin
Bengkulu, Juli 2008
Hanifah Damanhuri
TAKANA
TAKANA
(Untuak mamak Mufni)
Tasunggiang sanyum
Mancaliak mamak mancogok di lapau
Mancogok sambia galak
Galak nan panuah arati
Pangana babaliak ka balakang
Ka babarapo tahun nan lalu
Takana parangai awak
Awak galitik mamak nan pambangih
Sampai indak bisa bangih – bangih
Katiko indak pambangih lai
Awak bae baguru ka mamak
Baraja baa caro manulih puisi
Isi puisi nan awak tulih
Inda asak dari mamak
“ Cerita tentang Kita “
Puisi nan paliang awak suko
Sambai galak awak manulihno
Antah dima kini latakno
Kadang awak batanyo ka mamak
Urang dun alim nampakno ndak ?
“ Indak, alah takontaminasi kota Jakarta “
Urang nan iko luar biasa ndak ?
“ Munafik, lain nan di pikia, lain nan dikato, lain nan dibuekno”
Alun sempat awak batanyo urang nan lain
Mamak ma ilang dari lapau
Awak bae batandang ka lapau lain
Di lapau lain
Awak asah taruh ilmu dari mamak
Kadang awak lampirkan ka lapau gon
Awak yakin
Diam-diam mamak sato mambacono
Takajuk awak
Rupono mamak suko
Carito tantang cinto
Sumangaik mamak maresponno
Mamak Mufni nan jano denai
Mancaliak kurenah rang mudo ranah
Patuik awak basyukur ka nan Kuaso
Anak bujang awak
Nan gadang di lua ranah
Labiah sopan dan santun
Malang malintang di jabodetabek
Sabagai pamain bola
Sabagai panyanyi nasyid
Sabagai aktivis forum ekonomi syariah
Apo nan tajadi di ranah du mamak ???
Bengkulu 1 Agustus 2008
Hanifah Damanhuri
TRAUMA
TRAUMA
Bergidik bulu romaku
Menyaksikan tayangan TV
Tentang pembunuhan berantai
Yang dilakukan Ryan
Homoseksual yang mantan guru ngaji
Membunuh dengan berbagai alasan
Lebih banyak demi harta
Agar bisa berfoya-foya
Korbannya umumnya lelaki muda yang kaya
Dua hari ini anak bujangku ijul
Tak bisa kuhubungi
Dia juga tidak menghubungi kami
HPnya tulalit terus
Tiap sebentar aku tanya papanya
“ Sudah bisa nelpon ijul, pa? “
“ Apa ijul sudah nelpon, pa? “
Aku gelisah setiap papanya menggeleng
Ada apa dengan ijul?
Kemana ijul?
Uang bulanannya kok belum diminta?
Berapa kebutuhannya bulan ini?
Jangan-jangan …. ???
Aduh bayangan berita di TV menyiksaku
Aku trauma
Kuminta papanya menelpon kemana-mana
Menelpon saudaranya yang dekat ketempat ijul
Meminta saudaranya ketempat ijul
Respon mereka tidak secepat yang aku mau
Maklum anak dagang
Acara KDI di TPI
Membuatku lupa sejenak
Sebagai orang Bengkulu
Aku terbawa emosi
Mengikuti antusias warga Bengkulu
Menyaksikan Yofi
Salah seorang peserta
Wakil Bengkulu
Yofi disanjung dan dinobatkan
Bak pahlawan pariwisata
Mengenalkan Bengkulu
Lewat lomba tarik suara
“ Jangan orang mengenal Bengkulu kerano gempo ajo
Kito kenalkan Bengkulu lewat Yofi “
Jam 23 malam
Aku kembali ingat ijul
Ku bilang ke papanya
Untuk hubungi saudaranya
Alhamdulillah
Ijul baik-baik aja
“ Gangguan jaringan “ katanya
Ya Allah yang Maha Pengasih dan Maha penyayang
Hanya kepadaMu kami menyembah
Hanya kepadaMu kami minta tolong
Tolong lindungi anak kami ya Allah
Tiada daya tiada upaya kecuali izinMu ya Allah
Amin ya Rabbal Alamin
Bengkulu, 3 Agustus 2008
Hanifah Damanhuri
PROYEK PERANGKAT LUNAK (PPL)
Ku penuhi tantangan guruku
Yang ingin tau
Apa yang ku ajarkan
Bagaimana PBM di kelasku
Ku cari matakuliah yang unik
Matakuliah PPL
Kalau mahasiswa bekerja serius
Matakuliah ini bisa menghasilkan produk
Yang bernilai jual
"Selamat pagi saudara semua
Selamat berjumpa di matakuliah PPL"
Kupandangi peserta yang ikut
Ku minta mereka membuat kelompok
Besar kelompok 3 - 5 orang
Di Silabus sudah ada panduan
Tentang matakuliah PPL tersebut
Ketika kelompok sudah terbentuk
Ku berutahu mahasiswa
"Kita di kelas hanya bertemu beberapa kali saja"
Lalu aku sibuk merancang
Kapan bertemu di kelas
Apa yang dikupas
Siapa yang mengupas
Bagaimana laporannya
Bagaimana absensinya
Dua minggu pertama
Biasanya mahasiswa
Sibuk mengurus izin survey
Di tempat yang mereka pilih
Minggu seterusnya
Mahasiswa akan sibuk
Mengumpulkan data
Menganalisis
Merancang
Implementasi menggunakan bahasa yang terkini
Tugasku yang berat
Ketika menilai hasil rancangan mereka
Apalagi kalau tidak tau
Proses bisnis di tempat yang dipilih mahasiswa
Kadangkala info yang diperoleh mahasiswa
Belum tentu lengkap
Belum tantu akurat
Belum tentu terkini
Ketika implementasi
Biar penilaiannya objektif
Aku melibatkan
Suatu kelompok menilai kelompok lain
Pernah dulu
Hanya aku yang menilai
Aku kebingungan memberi nilai
Sibuk ternganga
Akhirnya semua lulus nilai A
Guruku mamak Mufni
Aku bukan orang yang ditiru dan digugu
Aku hanya membantu mengelola
Aku mendorong agar mahasiswa
Mampu Belajar sendiri
Sumber ilmu ada di buku dan diinternet
Mampu Berkarya
Mampu Berbicara
Mampu Menulis
Sebaik mungkin yang mereka sanggup
Adakalanya kemampuan mereka
Luar biasa
Hingga aku yang belajar pada mereka
Bengkulu, 8 Agustus 2008
Hanifah Damanhuri