Bagadang Sup Tulang
Alah tibo musim haji
Takana parangai katiko ABG
Sasudah sumbayang rayo haji
Sasudah makan di hari rayo
Di bulakang surau gadang
Dilakukan pamotongan kurban
Dibawah koordinasi uni Ratna
Para ABG bakumpua di surau batu
Remaja SurBat namo kalompokno
Tugas anak laki-laki
Mangumpuakan tulang sapi
Manjapuik aia barasiah ka pincuran
Mancari kayu api atau
Mambali kayu api
Tugas anak padusi
Mangumpuakan bareh
Nan babao dari rumah sagaleh surang
Mambali bumbu sup
Mamintak daun sup (bawang perai + salodari)
Dan manantukan
Di rumah siapo tampek mamasak
Manyiapkan alat mamasak
Manyiapkan nan kadimasak
Dan mamasak rami-rami
Sambia maota kian kamari
Dan galak-galak hi hi hi
Sasudah mugarik
Apo nan dimasak siang tadi
Diangkuk ka surau batu
Di awali acara seremoni
Ditaruihkan jo makan rami-rami
Makan sup capak-capak-i
Ondeh sanangno ati
Buliah batambuah sapueh hati
Remaja Surbat di jaman kami
Sangaik kompak sakali
Apolai adiak-adiak sapaningga kami
Mambuek harum namo nagari
Acok mambao pulang prestasi
Piala berjejer di lamari nagari
Hasil kompetisi antar nagari
ABG kini ???
Antahlah
Malah sempat tadanga
Sabagian korban Narkoba
Salah sia ???
Bengkulu, 5 November 2008
Hanifah Damanhuri
Kamis, 20 November 2008
TELAGA DEWI
TELAGA DEWI
Telaga dewi
Telaga di puincak Singgalang
Airnya jernih dan sejuk
Di kelilingi pepohonan khas daerah dingin
Waktu itu aku masih SMA
Aku ikut Yerri, Ina dan teman- teman mereka
Mendaki puncak Singgalang
Rintangan ke puncak Singgalang
Tak seberat mendaki puncak merapi
Ketika membaca mimpi pangeran Arab
Yang akan membangun menara setinggi 1 km
Ku bangun pula mimpiku yang canggih
Tak perlu biaya semahal di Arab
Hasilnya pasti luar biasa
Andaikan aku bisa menguasai gunung Singgalang
Gunung yang sering kupandang
Dari jendela rumahku di Sungai Tanang
Akan ku tebas beberapa pohon di sekitar telaga dewi
Ku bangun rumah gadang
Dan hanya satu-satunya rumah gadang
Seperti bangunan tempo dulu
Dari bambu dan atap ijuk
Ku lengkapi juga dengan rangkiang
Tapi fungsinya ku alihkan
Ada tempat BAK dan BAB
Ku bikin juga landasan Heli Kopter
Rumah ini terhubung dengan dunia luar
Melalui alat komunikasi yang tercanggih
Rumah gadang ini
Ku jadikan tempat peristirahatan
Para tetamu yang berkantong tebal
Yang senang menikmati Panorama Alam
Misalnya para raja dan pangeran Arab
Yang merindukan kehidupan bak di Sorga
Pelayan di rumah ini semuanya lelaki
Lelaki yang serba bisa seperti JEPE
Pandai menari
Pandai main bola kaki
Pandai memasak
Pandai bela diri
Pandai bersilat lidah
Pandai menulis
Tak perlu banyak
Siap menjadi sesuai keperluan
Aku sebagai pemilik hanya datang sebagai tamu
Datang pagi
Pulang sore
Malam hari cukup kupandangi
Kerlap kerlip lampu rumah gadang
Dari jendela rumahku Sungai Tanang
Pasti indah dibawah taburan bintang
Bengkulu, 20 Oktober 2008
Hanifah Damanhuri
Telaga dewi
Telaga di puincak Singgalang
Airnya jernih dan sejuk
Di kelilingi pepohonan khas daerah dingin
Waktu itu aku masih SMA
Aku ikut Yerri, Ina dan teman- teman mereka
Mendaki puncak Singgalang
Rintangan ke puncak Singgalang
Tak seberat mendaki puncak merapi
Ketika membaca mimpi pangeran Arab
Yang akan membangun menara setinggi 1 km
Ku bangun pula mimpiku yang canggih
Tak perlu biaya semahal di Arab
Hasilnya pasti luar biasa
Andaikan aku bisa menguasai gunung Singgalang
Gunung yang sering kupandang
Dari jendela rumahku di Sungai Tanang
Akan ku tebas beberapa pohon di sekitar telaga dewi
Ku bangun rumah gadang
Dan hanya satu-satunya rumah gadang
Seperti bangunan tempo dulu
Dari bambu dan atap ijuk
Ku lengkapi juga dengan rangkiang
Tapi fungsinya ku alihkan
Ada tempat BAK dan BAB
Ku bikin juga landasan Heli Kopter
Rumah ini terhubung dengan dunia luar
Melalui alat komunikasi yang tercanggih
Rumah gadang ini
Ku jadikan tempat peristirahatan
Para tetamu yang berkantong tebal
Yang senang menikmati Panorama Alam
Misalnya para raja dan pangeran Arab
Yang merindukan kehidupan bak di Sorga
Pelayan di rumah ini semuanya lelaki
Lelaki yang serba bisa seperti JEPE
Pandai menari
Pandai main bola kaki
Pandai memasak
Pandai bela diri
Pandai bersilat lidah
Pandai menulis
Tak perlu banyak
Siap menjadi sesuai keperluan
Aku sebagai pemilik hanya datang sebagai tamu
Datang pagi
Pulang sore
Malam hari cukup kupandangi
Kerlap kerlip lampu rumah gadang
Dari jendela rumahku Sungai Tanang
Pasti indah dibawah taburan bintang
Bengkulu, 20 Oktober 2008
Hanifah Damanhuri
TRAGEDI PEMBAYARAN ZAKAT
TRAGEDI PEMBAYARAN ZAKAT
Puluhan nyawa melayang
Berebut rejeki yang jumlahnya tak seberapa
Dari seorang kaya
Yang berzakat dibulan puasa
Sebagian besar korbannya
Para wanita yang sudah tua
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun
Beberapa waktu kemudian
Kusaksikan lagi di layar kaca
Kerumunan manusia yang sangat banyak jumlahnya
Menanti pembagian zakat
Alhamdulillah
Peristiwa serupa
Tak kedengar terjadi diranah
Semoga tak pernah terjadi di ranah
Ya Allah kabulkanlah doa kami
Ya Allah
Ya Rahman
Ya Rahim
Ampunilah dosa para leluhur kami
Lapangkanlah kuburan mereka
Karena cinta mereka pada wanita
Karena cinta mereka pada anak-anak
Mereka wariskan tanah pusaka
Kepada wanita
Tentunya agar para wanita
Aman dan nyaman hidupnya
Bengkulu, 17 Oktober 2008
Hanifah Damanhuri
Puluhan nyawa melayang
Berebut rejeki yang jumlahnya tak seberapa
Dari seorang kaya
Yang berzakat dibulan puasa
Sebagian besar korbannya
Para wanita yang sudah tua
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun
Beberapa waktu kemudian
Kusaksikan lagi di layar kaca
Kerumunan manusia yang sangat banyak jumlahnya
Menanti pembagian zakat
Alhamdulillah
Peristiwa serupa
Tak kedengar terjadi diranah
Semoga tak pernah terjadi di ranah
Ya Allah kabulkanlah doa kami
Ya Allah
Ya Rahman
Ya Rahim
Ampunilah dosa para leluhur kami
Lapangkanlah kuburan mereka
Karena cinta mereka pada wanita
Karena cinta mereka pada anak-anak
Mereka wariskan tanah pusaka
Kepada wanita
Tentunya agar para wanita
Aman dan nyaman hidupnya
Bengkulu, 17 Oktober 2008
Hanifah Damanhuri
GELAR
GELAR
Gelar kadang membuat seseorang tersanjung
Gelar kadang membuat seseorang terhina
Gelar kadang membuat seseorang bahagia
Gelar kadang membuat seseorang tersiksa
Gelar akademis
Gelar yang membuat seseorang bangga
Namun bisa menyiksa
Kalau tak sanggup mengembannya
Semakin tinggi gelar yang disandangnya
Semakin berat beban yang harus dia emban
Di lingkungan kampus
Di tangan professor terlahir doktor
Di tangan doktor terlahir master
Di tangan master terlahir sarjana
Walaupun kadang
Tak seimbang beban dengan penghasilan
Gelar ABRI
Gelar yang diperoleh
Dari keberhasilan menumpas
Mungkin menumpas perang
Mungkin menumpas kejahatan
Semakin tinggi pangkat ABRI
Menunjukkan banyak perang yang telah dia lewati
Semakin besar pula penghasilan yang mereka terima
Sebagai ungkapan rasa terima kasih
Begitu kata temanku bercerita
Gelar atau GALA adat
Dikampungku lebih banyak digunakan
Untuk menata pergaulan atau hubungan antar sesama warga
Sehingga yang menyandang GALA
Harus bisa membedakan
Sedang dimana mereka berada
Kalau di luar komunitas kampung
Baik di ranah maupun di rantau
Jelas GALA tidak banyak berpengaruh
Kecuali untuk menunjukkan
Seseorang berasal dari Minang
Begitu menurut pendapatku
Bengkulu, 26 September 2008
Hanifah Damanhuri
Gelar kadang membuat seseorang tersanjung
Gelar kadang membuat seseorang terhina
Gelar kadang membuat seseorang bahagia
Gelar kadang membuat seseorang tersiksa
Gelar akademis
Gelar yang membuat seseorang bangga
Namun bisa menyiksa
Kalau tak sanggup mengembannya
Semakin tinggi gelar yang disandangnya
Semakin berat beban yang harus dia emban
Di lingkungan kampus
Di tangan professor terlahir doktor
Di tangan doktor terlahir master
Di tangan master terlahir sarjana
Walaupun kadang
Tak seimbang beban dengan penghasilan
Gelar ABRI
Gelar yang diperoleh
Dari keberhasilan menumpas
Mungkin menumpas perang
Mungkin menumpas kejahatan
Semakin tinggi pangkat ABRI
Menunjukkan banyak perang yang telah dia lewati
Semakin besar pula penghasilan yang mereka terima
Sebagai ungkapan rasa terima kasih
Begitu kata temanku bercerita
Gelar atau GALA adat
Dikampungku lebih banyak digunakan
Untuk menata pergaulan atau hubungan antar sesama warga
Sehingga yang menyandang GALA
Harus bisa membedakan
Sedang dimana mereka berada
Kalau di luar komunitas kampung
Baik di ranah maupun di rantau
Jelas GALA tidak banyak berpengaruh
Kecuali untuk menunjukkan
Seseorang berasal dari Minang
Begitu menurut pendapatku
Bengkulu, 26 September 2008
Hanifah Damanhuri
NAMA ABS SBK
NAMA ABS SBK
Aku cinta budaya leluhurku
Termasuk diantaranya
" Ketek Banamo Gadang ba GALA "
Dengan memakai GALA
Penyandangnya pastilah putra atau sumando Minang
Yang mencintai budaya Minang
Penulisan nama ABS SBK menurut leluhurku
Nama + nama ayah + GALA
Tak perlu di ikuti nama suku
Supaya tidak ada jarak
Antara anak dan ayah yang beda suku
Tanggung jawab dalam bermasyarakat
Tidak di mulai dari kelompok se suku
Tapi di mulai dari
Keluarga
Suku
Nagari
Kecamatan
Ranah Minang
Negara
Semua kita di ikat oleh tali persaudaraan
Karena se iman
membantu saudara apaon sukunya
Adalah kewajiban orang yang beriman
Gelar akademis
Gelar haji
Bisa disandang siapa saja
Oleh siapa saja di dunia
Asal mau berusaha
Untuk mendapatkannya
Asal Tuhanpun mengizinkannya
Bengkulu, 25 September 2008
Hanifah Damanhuri
Aku cinta budaya leluhurku
Termasuk diantaranya
" Ketek Banamo Gadang ba GALA "
Dengan memakai GALA
Penyandangnya pastilah putra atau sumando Minang
Yang mencintai budaya Minang
Penulisan nama ABS SBK menurut leluhurku
Nama + nama ayah + GALA
Tak perlu di ikuti nama suku
Supaya tidak ada jarak
Antara anak dan ayah yang beda suku
Tanggung jawab dalam bermasyarakat
Tidak di mulai dari kelompok se suku
Tapi di mulai dari
Keluarga
Suku
Nagari
Kecamatan
Ranah Minang
Negara
Semua kita di ikat oleh tali persaudaraan
Karena se iman
membantu saudara apaon sukunya
Adalah kewajiban orang yang beriman
Gelar akademis
Gelar haji
Bisa disandang siapa saja
Oleh siapa saja di dunia
Asal mau berusaha
Untuk mendapatkannya
Asal Tuhanpun mengizinkannya
Bengkulu, 25 September 2008
Hanifah Damanhuri
" KETEK BANAMO GADANG BAGALA "
" KETEK BANAMO GADANG BAGALA "
Apalah arti sebuah nama
Begitu kata pujangga
Namun di daerahku berlaku
" Ketek Banamo Gadang Bagala "
Nama "Ketek"
Hadiah dari orang tua ketika kita baru lahir
" Gala " yang umumnya berupa doa atau harapan
Diberikan oleh mamak-mamak di pesukuan
Tanda lelaki sudah bekeluarga
Dan tidak sopan kalau lelaki tersebut
Di sapa dengan nama kecilnya
Kecuali oleh kaum sesuku
Yang menyapa dengan panggilan " mamak ... "
Panggilan mamak melekat
Ketika seorang lelaki sudah punya keponakan
Tak peduli usianya masih kecil
Begitu aturan tak tertulis dikampunghku
Mulanya suamiku juga tidak punya gelar
Karena dia berasal dari daerah yang tidak bergelar
Kecuali untuk penghulunya
Ketrika berkumpul di tengah perkumpulan kampungku
Atau ketika pulang kampung
Orang kampung kebingungan menyapanya
Dan selalu bertanya " Sia GALA minantu kami go ? "
" Baa kami manyapono go ? "
Oleh mamak-mamak yang sesuku denganku di rantau
Akhirnya melekatkan GALA Sutan Marajo ke suamiku
Ketika ada pesta mendoa di rumahku dikampuang
GALA tersebut diresmikan dan dilewakan ke urang kampung
Hingga orang kampung tidak risih lagi untuk menyapanya
Baik dikampung maupun di rantau
Lain ladang
Lain belalang
Lain lubuk
Lain ikannya
Sifat manusia
Dalam kesamaan
Kadang ingin perbedaan
Dalam perbedaan
Kadang ingin kesamaan
Menambah yang belum ada
Tak banyak pengaruhnya
Menghilangkan yang sudah ada
Banyak pertanyaan yang muncul
Untuk apa ?
Yang untung siapa ?
Yang rugi siapa ?
Lelaki yang berasal dari daerah tak bergelar
Kalau ingin mendapat gelar
Nikahilah perempuan dari daerah
" Ketek Banamo Gadang Bagala"
Pastikan perempuan tersebut
Masih punya suku dan
Masih punya mamak-mamak sepesukuan
Lelaki di daerah ini
Ketika menikah
Akan di beri gelar
Tak peduli perempuannya darimana
Bengkulu, 23 September 2008
Hanifah Damanhuri
Apalah arti sebuah nama
Begitu kata pujangga
Namun di daerahku berlaku
" Ketek Banamo Gadang Bagala "
Nama "Ketek"
Hadiah dari orang tua ketika kita baru lahir
" Gala " yang umumnya berupa doa atau harapan
Diberikan oleh mamak-mamak di pesukuan
Tanda lelaki sudah bekeluarga
Dan tidak sopan kalau lelaki tersebut
Di sapa dengan nama kecilnya
Kecuali oleh kaum sesuku
Yang menyapa dengan panggilan " mamak ... "
Panggilan mamak melekat
Ketika seorang lelaki sudah punya keponakan
Tak peduli usianya masih kecil
Begitu aturan tak tertulis dikampunghku
Mulanya suamiku juga tidak punya gelar
Karena dia berasal dari daerah yang tidak bergelar
Kecuali untuk penghulunya
Ketrika berkumpul di tengah perkumpulan kampungku
Atau ketika pulang kampung
Orang kampung kebingungan menyapanya
Dan selalu bertanya " Sia GALA minantu kami go ? "
" Baa kami manyapono go ? "
Oleh mamak-mamak yang sesuku denganku di rantau
Akhirnya melekatkan GALA Sutan Marajo ke suamiku
Ketika ada pesta mendoa di rumahku dikampuang
GALA tersebut diresmikan dan dilewakan ke urang kampung
Hingga orang kampung tidak risih lagi untuk menyapanya
Baik dikampung maupun di rantau
Lain ladang
Lain belalang
Lain lubuk
Lain ikannya
Sifat manusia
Dalam kesamaan
Kadang ingin perbedaan
Dalam perbedaan
Kadang ingin kesamaan
Menambah yang belum ada
Tak banyak pengaruhnya
Menghilangkan yang sudah ada
Banyak pertanyaan yang muncul
Untuk apa ?
Yang untung siapa ?
Yang rugi siapa ?
Lelaki yang berasal dari daerah tak bergelar
Kalau ingin mendapat gelar
Nikahilah perempuan dari daerah
" Ketek Banamo Gadang Bagala"
Pastikan perempuan tersebut
Masih punya suku dan
Masih punya mamak-mamak sepesukuan
Lelaki di daerah ini
Ketika menikah
Akan di beri gelar
Tak peduli perempuannya darimana
Bengkulu, 23 September 2008
Hanifah Damanhuri
Rabu, 19 November 2008
BED COVER
BED COVER
" Ma, ijul mau menawarkan sebuah perdagangan
Yang tak pernah ada tandingannya di dunia
Memiliki keuntungan besar
Dimana pahala dan rezki kita dilipatgandakan
Ijul nggak mau menawarkannya kepada orang lain dulu
Sebelum orang-orang yang ijul cintai bisa terlibat
Dialah INFAQ
Sebuah amalan yang mulia
Terutama sebagai semangatkita
Menyambut bulan Ramadhan
Sekarang ijulk ada voucher infaq sebesar Rp 500.000,-
Ini bukan untuk ijul
Tetapi untuk mereka yang membutuhkan
Kualitas amal seorang relawean
Dipertaruhkan disini.
Tolong ya "
Begitu bunyi SMS ijul 4 hari yang lalu
Aku termenung
Ini tanggal berapa ?
Apakah aku harus kirim duit ?
Sebentar lagi puasa
"Ma ijul tunggu berita baiknya jam 1 ini ya ma..
Mohon bantuannya
Ingatlah berzakat dengan ikhlas
Bagaikan menabung di Bank Allah
Dengan keuntungaqn 10 kasli lipat
Dari nominal yang kita tabungkan "
Begitu SMS ijul hari berikutnya
Setelah ku renungkan
Akhirnya kuputuskan
Untuk mengirim uang tersebut
Ku anggap saja sebagai uang sekolah
Tempatnya jadi relawan di DD Republika
Kemaren sepulang dari kampus
Dikamarku tergeletak bungkus Bed Cover
Ku lihat ada pesan yang menempel
" Ini hadiah dari Revi Permata Sari dan keluarga
Sebagai rasa terimakasih kepada ibu ... "
Ku layangkan pandang sekeliling
Tak kulihat Bed Cover tersebut
Ku intip kamar si Dilla putriku
Dia sedang meringkuk
Dibawah Bed Cover baru
Berwarna merah jambu
Alhamdulillah
Senyumku tersungging
Sedekah yang kukirim 2 hari yang lalu
Langsung diganti Allah
Maha benar Allah dengan segala firmanNya
Bengkulu, 29 Agustus 2008
" Ma, ijul mau menawarkan sebuah perdagangan
Yang tak pernah ada tandingannya di dunia
Memiliki keuntungan besar
Dimana pahala dan rezki kita dilipatgandakan
Ijul nggak mau menawarkannya kepada orang lain dulu
Sebelum orang-orang yang ijul cintai bisa terlibat
Dialah INFAQ
Sebuah amalan yang mulia
Terutama sebagai semangatkita
Menyambut bulan Ramadhan
Sekarang ijulk ada voucher infaq sebesar Rp 500.000,-
Ini bukan untuk ijul
Tetapi untuk mereka yang membutuhkan
Kualitas amal seorang relawean
Dipertaruhkan disini.
Tolong ya "
Begitu bunyi SMS ijul 4 hari yang lalu
Aku termenung
Ini tanggal berapa ?
Apakah aku harus kirim duit ?
Sebentar lagi puasa
"Ma ijul tunggu berita baiknya jam 1 ini ya ma..
Mohon bantuannya
Ingatlah berzakat dengan ikhlas
Bagaikan menabung di Bank Allah
Dengan keuntungaqn 10 kasli lipat
Dari nominal yang kita tabungkan "
Begitu SMS ijul hari berikutnya
Setelah ku renungkan
Akhirnya kuputuskan
Untuk mengirim uang tersebut
Ku anggap saja sebagai uang sekolah
Tempatnya jadi relawan di DD Republika
Kemaren sepulang dari kampus
Dikamarku tergeletak bungkus Bed Cover
Ku lihat ada pesan yang menempel
" Ini hadiah dari Revi Permata Sari dan keluarga
Sebagai rasa terimakasih kepada ibu ... "
Ku layangkan pandang sekeliling
Tak kulihat Bed Cover tersebut
Ku intip kamar si Dilla putriku
Dia sedang meringkuk
Dibawah Bed Cover baru
Berwarna merah jambu
Alhamdulillah
Senyumku tersungging
Sedekah yang kukirim 2 hari yang lalu
Langsung diganti Allah
Maha benar Allah dengan segala firmanNya
Bengkulu, 29 Agustus 2008
Langganan:
Postingan (Atom)