Selasa, 25 November 2008

HUJAN LEBAT

HUJAN LEBAT
Sejak sore kemaren
Bengkulu di guyur hujan tiada henti
Di tingkahi angin ribut yang kencang
Merontokkan putik pokat di belakang rumahku

Pagi ini jam 9.00 
Jadwalku mengajar
Ku amati cuaca
Aku jadi ragu
Langit masih gelap
Hujan masih rapat
Jangan-jangan ada banjir dijalanan

Ku lacak kondisi di sekitar kampusku
Apa juga hujan seperti di tempatku
Jarak yang lumayan jauh
Kadang cuaca di kedua tempat berbeda
Di tempat tinggalku hujan lebat
Di kampus kering dan terang benderang
Di kampus hujan lebat
Di tempat tinggalku tidak hujan setitikpun
Seielah kulacak
Hari ini dimana-mana di kotaku
Hujan lebat

Aku buat kesepakatan 
Untuk mengganti hari
Menghindari
Banjir di jalanan
Andaikan nanti hujan lagi
Akan kuganti lagi ke lain hari
Semoga hujan kali ini
Tak berobah jadi bencana
Amin Ya Rabbal Alamin


Bengkulu, 26 November 2008


Hanifah Damanhuri

NB. Pak Saaf, bagaimana cuaca di Jakarta ?
Bagaimana dengan keberangkatan ibu (ny Saaf)), anak dan menantu bapak ke Mekah hari ini ? Semoga mereka selamat pulang pergi dan menjadi haji yang mabrur. Amin







Kamis, 20 November 2008

PERGEDEL JAGUNG

PERGEDEL JAGUNG


Ketika sawah di belakang rumah ditanami kacang tanah
Di sela kacang tanah di bagian pinggir dekat pematang
Biasanya kami tanami jagung
Ketika sudah sampai waktunya panen
Selain di rebus
Jagung juga di bikin pergedel
Mamaku yang membikinnya


Pergedel dari jagung yang baru di petik
Dengan daun sop dan cabe yang juga segar
Rasanya sangat nikmat
Begitu keluar dari kuali
Kami berebut takut tak kebagian
Harumnya aroma pergedel
Di hawa pegunungan yang sejuk
Menjadi kenangan yang indah


Kalau kami pulang kampung
Dan berkumpul bersama
Ku usahakan mencari / memesan jagung
Yang baru di petik
Sekalian dengan daun sop dan cabe yang baru dipanen
Kugantikan tugas mama


Kubersihkan jagung yang tepat untuk pergedel
Jagungnya di sisir
Setelah itu digiling dengan batu giling
Giling juga cabe, bawang merah dan bawang putih
Iris-iris daun sop
Masukkan telor
Jangan lupa kasih garam
Kasih gula sedikit
Kapan perlu kasih mentega

Siapkan jerangan kuali yang berisi minyak
Setelah minyak panas
Ambil sesendok- sesendok adonan pergedel
Masukkan ke kuali
Tunggu hingga kuning kecoklatan
Di balik hingga matang seluruhnya
Keluarkan dari kuali
Dan pergedel siap untuk disantap
Jangan marah kalau ada saja tangan
Yang tak berhenti mengambil di dapur
Sebelum pergedel disajikan di meja
Kadang saat seperti itu
Aku terkenang mamaku
Yang tak pernah kubantu
Membuat pergedel dimasalalu



Bengkulu, 22 November 2008-07-13





Hanifah Damanhuri

PENARI PAYUNG

PENARI PAYUNG

Begitu mendengar lantunan musik
Berbendi-bendi ke SungaiTanang
Terbayang gerak gemulai
Para penari payung

Terkenang masa SD
Setiap akhir tahun ajaran
Diadakan acara malam perpisahan
Malam bergembira ria
Tari Payung adalah tari wajib
Penarinya semua perempuan
Ada yang didandani seperti laki-laki
Pakai kumis kecil
Keren juga kelihatannya

Aku senang menonton tari payung
Tari yang gemulai dan dinamis
Mencerminkan keindahan masa remaja
Yang sedang merajut kasih

Pertengahan tahun delapan puluhan
Kusaksikan di Televisi
Sepupuku menari payung dengan indahnya
Waktu itu sepupuku masih mahasiswa PTN Bandung
Ada beberapa tari yang dia bawakan
Tari payung yang paling indah
Aku tercengang
Seorang karateka
Bisa bergerak gemulai dengan lincah dan indah
Seindah gerak Jetlii

Setelah merantau ke Bengkulu
Aku sempat beberapakali
Menyaksikan pagelaran seni
Grup Sofiani dari ranah
Mataku tak lepas-lepas menyaksikan
Beberapa tarian yang dinamis
Penari yang menari di pecahan kaca
Tetap saja
Tari payung yang paling kusuka
Penarinya ganteng-ganteng dan cantik-cantik
Dengan senyum selalu terukir di bibir
Mungkin diantara penarinya adalah JEPE


Bengkulu, 18 November 2008


Hanifah Damanhuri

TERTIPU

TERTIPU

Terpengaruh pada kejadian
Beberapa tahun yang silam
Yang dialami para nasabah
Yang menyimpan uang di bank
Terjadi kepanikan dan kekecewaan
Untung yang diharapkan
Buntung yang didapat

Kubaca judul email
” Nama-nama Bank Indonesia Yang akan Di TUTUP...”
Kubaca baris demi baris dengan mata melotot
Aku ingin tahu
Bang apa saja yang akan di TUTUP
Entah apa yang aku cemaskan
Aku juga tidak tau
Tabungan ?
Deposito ?
Kalaupun ada
Pastilah sisa SK yang lagi sekolah
Menabung ?
Pengen sih
Deposito ?
Apalagi mimpi aja nggak sanggup

Ya sih
Aku khawatir
Beberapa orang yang ku kenal
Uangnya jadi tak kembali
Aku khawatir
Beberapa orang yang kukenal
Di PHK dan Bank
Aku khawatir
Nasibnya seperti keluarga kami
Kemewahan menjadi cerita masalalu

Begitu sampai pada baris terakhir
Aku tersenyum
Senyum pencong
Korban penipuan


Bengkulu, 15 November 2008


Hanifah Damanhuri

MENCARI CALON ISTRI

Mencari Calon Istri



Tahun 1986 yang silam
UNIB menerima dosen besar-besaran
Hingga terjaringlah dosen
Yang berasal dari berbagai PT di Indonesia
Mulai dari Unsyiah sampai ke Cendrawaih
Yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia
Mulai dari Aceh sampai ke Papua
UNIB menjadi PTN yang heterogen
Aku salah satu diantaranya
Saat itu UNIB baru berusia 4 tahun

Tahun 1997 berikutnya
Para CPNS tersebut
Yang sebagian bedar masih lajang
Ganteng-hanteng dan cantik-cantik
Menjalani Prajabatan
Syarat untuk jadi PNS


Salah seorang pembicara saat itu
PR I UNIB Prof Sumardi
Yang didatangkan dari UGM
Disela pembicaraannya
Menyampaikan pesan
Pesan yang berlaku umum
Lintas budaya
Lintas agama
Lintas profesi

Bunyi pesannya
“ Kalau ingin mencari istri
Ada tiga syarat yang mesti dipenuhi
Pertama ANGGUN DI RUANG TAMU
Kedua HANGAT DIKASUR
Ketiga HEMAT DIDAPUR
Jangan sampai terbalik-balik
Pesan yang ku kira wanita perlu juga tahu
Apalagi waktu itu
Aku sedang hamil



Bengkulu, 15 November 2008



Hanifah Damanhuri

ANAK KU BER HAPE RIA JUGA

ANAK KU BER HAPE RIA JUGA

Sebagai PNS tentu aku harus mampu menahan diri
Belanja sesuai keperluan
Belanja sesuai kemampuan

Suatu hari anakku Dilla merengek
Minta dibelikan HP sesuai seleranya
Tidak mau seperti HP yang kami punya
Yang hanya bisa nelpon dan SMS waktu itu
Dilla minta yang ada kamera
Dilla mau yang ada ....

Aku tak bergeming dengan rengekannya
Terbayang berapa pulsa lagi yang harus kubeli
Selama ini pulsa telpon rumah terus membengkak
Umumnya dipakai Dilla
Mengobrol dengan teman-temannya
Kadang membahas PR
Kadang bercerita tentang apa saja
Baik dikala suka maupun duka
Apalagi lagi sendirian di rumah

Papanya nggak kuat mendengar rengekan Dilla
Akhirnya apa yang di minta Dilla dibelikan juga
Seperti yang kuduga sebelumnya
Pengeluaran bertambah untuk beli pulsa

Beberapa waktu yang lalu
HP si Dilla hilang di angkot
Entah dicopet entah jatuh
Sehingga muncul lagi rengekan baru
HP baru yang bisa ...

Sama seperti dulu
Aku tak bergeming dengan rengekan dan ancamannya
" Dilla mau kabur kalau tidak dibelikan HP "
Kabur aja, kataku sambil manyun
" Dilla tidak mau sekolah kalau tidak pakai HP "
" Pa, ini model HP dan ini daftar harganya "

Lagi-lagi papanya luruh
Ketika menjemputku di kampus
Si Dilla juga ikut
" Aku mau beli HP " kata Dilla
Ku tatap papanya
" Biarlah mama, nanti terganggu pula konsentrasinya
Kan sebentar lagi mau ujian kelas tiga SMA "

Begitu dapat HP baru
Bak anak kecil dapat mainan
Horreeee HP ku bisa ....
Lewat telpon rumah
Dia kasih tau teman-temannya
HP nya sudah ada
Dan sibuklah anakku ber HP ria
Ketika sudah dapat nomor temannya

Belakangan kulihat
Temannya ketemu di dunia maya
Anak kedutaan malaysia katanya
Selalu menelponnya di jam belajar malam hari
Tidak bosan-bosannya berceita
Tentang apa saja
Kadang bahasa melayu
Kadang bahasa Inggris
Sampai kesal juga aku jadinya

Ku bilang ke papanya
Apa tidak berbahaya
Kalau teman Dilla
Selalu bercerita
Dalam waktu yang lama
Setiap malamnya
???


Bengkulu, 13 November 2008


Hanifah Damanhuri

BADORAI

Badorai

Ketika hujan reda
Merapi kembali cerah
Dari Sungai Tanang
Kelihatan garis putih
Di lereng Merapi
Garis putih itu adalah
Air terjun Badorai

Ketika SMP
Dengan berseragam pramuka
Beberapa kali Badorai ini kami kunjungi
Hawa yang sangat sejuk
Air yang dingin
Ladang Robai di sekitarnya
Memberi kesenangan dan kebahagiaan
Bagi kami para pramuka waktu itu

Tak peduli dengan kesehatan
Masih berpakaian utuh pramuka
Kami bersorak sorai di badorai
Di tingkahi nyanyian
Disini senang
Disana senang ...
Hingga pakaian jadi basah-basah
Pakaian yang akhirnya kering sendiri di badan
Berkat Rahmat Allah
Tidak ada yang jatuh sakit

Badorai
Pramuka
Kenangan
Masa remaja yang indah di Ranah


Bengkulu, 8 November 2008


Hanifah Damanhuri