KETUPAT BENGKULU
Berbeda dengan kebiasaan dikampungku
Yang selalu menyediakan nasi di waktu lebaran
Aku harus membiasakan diri dengan rantauku
Menyediakan lontong atau ketupat di hari lebaran
Ketika anak pertama masih Balita
Pernah kucoba membuat ketupat sendiri
Entah beras yang salah
Entah cara merebus yang salah
Ketupatnya tidak bisa dimakan
Sejak itu aku tidak mau membikin ketupat
Ku pesan saja lontong daun di tukang sate madura
Lebaran yang lalu
Dipicu oleh banyaknya orang menjual sarang ketupat
Muncul keinginan untuk membuat ketupat sendiri
Ku beli 20 biji sarangnya
Kutanyakan di warung lontong dekat rumahku
Cara ukuran berasnya
Aku di ajarin juga cara merebus
Dan lama merebus >= 4 jam
Sekaligus dipinjamin periuknya
Sementara aku sibuk menyiapkan masakan yang lain
Beras di isikan oleh si dilla ke sarang ketupat
Ku ikuti saran teman tadi
Wah ketupatnya montok-montok sekali
Memotongnya pakai tenaga dalam
Di lemparkan ke kepala orang
Kalau kena orang itu bisa pingsan
" Kurangi berasnya uni, kalau uni pakai beras Padang "
Kemaren dan kemarennya
Bengkulu tak berhenti di guyur hujan
Baru berhenti jelang jam 12 siang
Rencana semula kami akan menangkap ayam
Yang besar sendiri di kandang
Ayamnya hapal kapan pergi dan kapan pulang
Mereka bebas berkeliaran tanpa pagar di belakang
Berangkatlah aku dan suami ke pasar
Membeli semua kebutuhan untuk gulau tauco
Ku beli juga udang untuk kusambal
Sepulang dari pasar
Suamiku memasang jerat
Dan memanggil manggil ayam
Hari sudah jam dua
Ayam tak seekorpun yang pulang
Ku lihat suamiku juga tidak sabaran
Pikirannya ke mesjid
Ku robah rencanaku
Kukasih tau suamiku
Tak perlu tangkap ayam
Kita bikin gulai udang dan buncis
Udangnya di ungkap aja dulu pakai bumbu
Cabe merah, langkok-langkok, bawang putih, bawang merah
Esok pagi di kasih santan, tomat dan buncis
Cabe hijau kita sambal pakai petai dan ikan siam asin
Menu kita kali ini lain dari yang lain
Menu istimewa
Tadi dipasar ku beli sarang ketupat
Ketika hendak mengisi ada tetangga yang datang
Katanya, " ini ketupat Bengkulu
Coba masukkan ujung-ujung bagian bawah
Nah perhatikan baik-baik
Seperti tinju kita kan ? "
Haaah bennnaaar
Kirain selama ini
Ketupat Bengkulu
Kiasan aja
Ooo la laa
Belajar dari pengalaman yang lalu
Kali ini beras sokan yang di isikan
Di kurangi banyaknya
Alhamdulillah
Ketupatnya sempurna
Kuahnya terasa luar biasa
Dengan taburan bawang goreng dan kerupuk
Bersama ini ku ucapkan
Selamat Hari Raya Idul Adha
Kepada seluruh dunsanak
Dimanapun berada
Bengkulu, 8 Desember 2008
Hanifah Damanhuri
Kamis, 25 Desember 2008
TAK ADA QURBAN WAKTU ITU
TAK ADA QURBAN WAKTU ITU
Sebentar lagi
Lebaran haji
Saat yang dinanti
Menonton pemotongan sapi
Mulai sapi di ikat kaki-kakinya
Direbahkan
Dipotong lehernya
Darah yang muncrat
Lenguh sapi serta geleparnya
Sampai dinyatakan mati
Lalu dikuliti
Dipotong-potong
Di timbang
Dikantongi
Di bagi-bagi
Kepada masyarakat yang sudah antri
Suatu waktu
Pernah terjadi dikampungku
Tak seorangpun yang berqurban di mesjidku
Membuat lebaran haji
Terasa sepi
Tak terdengar lenguhan sapi
Tak terdengar sorak sorai
Membuat hati menjadi pilu
Sebegitu melaratkah warga kampungku ?
Tak ingin terulang kisah yang sama
Panitia mesjid membuka arisan Qurban
Dibayar mingguan
Semampu jamaah mesjid
Dengan cara begitu
Hampir semua jamaah di mesjid kampungku
Hingga saat ini
Ber lomba-lomba
Ikut menjadi peserta Quirban
Tak peduli penghasilannya berapa
Tak peduli pekerjaannya apa
Hingga dihari raya
Semua bergembira
Hal yang serupa
Pernah juga kami lakukan
Arisan Qurban
Di tingkat RT
Bayarnya sebulan sekali
Ketika arisan ibu-ibu se RT
Lumayan terbantu
BerQurban terasa ringan
Pernah berQurban
Tak berQurban
Terasa
Tak ada kebanggaan
Tak sempurna kebahagiaan
Lihatlah
Betapa manis senyuman
Mereka yang dapat daging Qurban
Bengkulu, 4 Desember 2008
Hanifah Damanhuri
Sebentar lagi
Lebaran haji
Saat yang dinanti
Menonton pemotongan sapi
Mulai sapi di ikat kaki-kakinya
Direbahkan
Dipotong lehernya
Darah yang muncrat
Lenguh sapi serta geleparnya
Sampai dinyatakan mati
Lalu dikuliti
Dipotong-potong
Di timbang
Dikantongi
Di bagi-bagi
Kepada masyarakat yang sudah antri
Suatu waktu
Pernah terjadi dikampungku
Tak seorangpun yang berqurban di mesjidku
Membuat lebaran haji
Terasa sepi
Tak terdengar lenguhan sapi
Tak terdengar sorak sorai
Membuat hati menjadi pilu
Sebegitu melaratkah warga kampungku ?
Tak ingin terulang kisah yang sama
Panitia mesjid membuka arisan Qurban
Dibayar mingguan
Semampu jamaah mesjid
Dengan cara begitu
Hampir semua jamaah di mesjid kampungku
Hingga saat ini
Ber lomba-lomba
Ikut menjadi peserta Quirban
Tak peduli penghasilannya berapa
Tak peduli pekerjaannya apa
Hingga dihari raya
Semua bergembira
Hal yang serupa
Pernah juga kami lakukan
Arisan Qurban
Di tingkat RT
Bayarnya sebulan sekali
Ketika arisan ibu-ibu se RT
Lumayan terbantu
BerQurban terasa ringan
Pernah berQurban
Tak berQurban
Terasa
Tak ada kebanggaan
Tak sempurna kebahagiaan
Lihatlah
Betapa manis senyuman
Mereka yang dapat daging Qurban
Bengkulu, 4 Desember 2008
Hanifah Damanhuri
SAMBA LADO UDANG BUATAN PAPA
SAMBA LADO UDANG BUATAN PAPA
Aku jadi teringat masa ABG
Papa sudah pensiun dari percetakan
Karir terakhir papa
Mamaku wanita karir
Yang mesti berangkat pagi
Sebagai guru SD
Ketika papa masih ngantor
Semua urusan dapur mama yang urus
Mama bangun pagi-pagi
Jelang kesekolah
Dipastikan semua sudah makan
Mama masih kesekolah
Ketika papa sudah tidak ngantor lagi
Sawah menjadi tempat pilihan papa
Melanjutkan karirnya dihari tua
Jam masuk dan keluar
Bisa diatur dengan mudah
Untuk meringankan pekerjaan mama
Papa kadang ikut memasak
Dengan cara kompor dan kuali di bawa
Ke ruang keluarga
Belakangan bilik dapur di alihkan jadi dapur
Papa siapkan
Tomat setengah kilo
Cabe gilingan mama setengah kilo
Bawang merah
Udang kering
Minyak goreng
Kata papaku
Tomat bikin enak dan manis
Kadang tomatnya di tanam sendiri
Dari jenis yang buahnya besar
Papa goreng dulu udang kering
Goreng bawang merah yang sudah di iris
Masukkan irisan tomat
Setelah layu
Masukkan udang kering yang sudah di goreng
Aduk-aduk hingga matang
Sambal ini bisa untuk beberapa hari
Apalagi kampungku dingin sekali
Bak dalam kulkas
Masakan jadi awet sendiri
Aku tiru juga gaya memasak papaku
Tapi aku lebih beruntung
Di Bengkulu banyak udang segar
Aku ganti udang kering dengan udang segar
Bengkulu, 3 Desenber 2008
Aku jadi teringat masa ABG
Papa sudah pensiun dari percetakan
Karir terakhir papa
Mamaku wanita karir
Yang mesti berangkat pagi
Sebagai guru SD
Ketika papa masih ngantor
Semua urusan dapur mama yang urus
Mama bangun pagi-pagi
Jelang kesekolah
Dipastikan semua sudah makan
Mama masih kesekolah
Ketika papa sudah tidak ngantor lagi
Sawah menjadi tempat pilihan papa
Melanjutkan karirnya dihari tua
Jam masuk dan keluar
Bisa diatur dengan mudah
Untuk meringankan pekerjaan mama
Papa kadang ikut memasak
Dengan cara kompor dan kuali di bawa
Ke ruang keluarga
Belakangan bilik dapur di alihkan jadi dapur
Papa siapkan
Tomat setengah kilo
Cabe gilingan mama setengah kilo
Bawang merah
Udang kering
Minyak goreng
Kata papaku
Tomat bikin enak dan manis
Kadang tomatnya di tanam sendiri
Dari jenis yang buahnya besar
Papa goreng dulu udang kering
Goreng bawang merah yang sudah di iris
Masukkan irisan tomat
Setelah layu
Masukkan udang kering yang sudah di goreng
Aduk-aduk hingga matang
Sambal ini bisa untuk beberapa hari
Apalagi kampungku dingin sekali
Bak dalam kulkas
Masakan jadi awet sendiri
Aku tiru juga gaya memasak papaku
Tapi aku lebih beruntung
Di Bengkulu banyak udang segar
Aku ganti udang kering dengan udang segar
Bengkulu, 3 Desenber 2008
LONTONG KUAH TAUCO(Ala Banuhampu)
Berada di daerah heteregon
Dengan teman-taman yang berbeda
Budaya dan masakannya
Membuatku kelimpungan
Kalau arisan jatuh kerumahku
Aku tetap ingin
Masakan yang kutampilkan
Khas masakan Padang
Tapi bisa dimakan semua teman-teman
Sebenarnya aku tidak jagoan memasak
Tak banyak variasi masakan yang kukuasai
Kalau menilai masakan
Mana yang enak
Mana yang tidak enak
Lidahku termasuk jagoan
Sesekali aku bikin lontong kuah Tauco
Lontongnya aku pesan saja di tukang sate Madura
Lontong daun yang wangi dan nikmat
Dimakan pakai kecap dan bawang goreng saja, enak
Di tingkah kerupuk udang
Cocok untuk anak Balita
Kusiapkan potongan ayam
Sebanyak tamu yang bakal hadir
Ditambah untuk tuan rumah dan serap
Kusiapkan bahan lain seperti
Buncis Petai Cabe hijau
Mentega
Santan dari kelapa yang tua belum muda terlampau
Bawang merah
Bawang putih
Ketumbar
Merica
Langkok-langkok tanpa kunyit
Daun salam, daun jeruk dan serai
Garam
Semua bumbu di giling halus
Jerangkan kuali
Panaskan mentega
Masukkan bumbu-bumbuAduk-aduk hingga harum
Masukkan daun-daunan
Masukkan ayam yang sudah bersih
Aduk-aduk hingga empuk
Masukkan cabe hijuau dan petai
Masukkan santan
Aduk-aduk santan samapai mendidih
Masukkan buncis yang sudah di iris
Coba rasa bumbu dan garamnya
Yang cocok untuk lontong
Aduk lagi hingga mendidih
Begitu mendidih
Matikan kompor
Untuk kesempurnaan rasa dan penampilan
Taburkan bawang goreng
Pecahkan kerupuk udang diatasnya
Cobalah
Jarang yang tersisa
Bengkulu, 2 Desember 2008
Hanifah Damanhuri
Berada di daerah heteregon
Dengan teman-taman yang berbeda
Budaya dan masakannya
Membuatku kelimpungan
Kalau arisan jatuh kerumahku
Aku tetap ingin
Masakan yang kutampilkan
Khas masakan Padang
Tapi bisa dimakan semua teman-teman
Sebenarnya aku tidak jagoan memasak
Tak banyak variasi masakan yang kukuasai
Kalau menilai masakan
Mana yang enak
Mana yang tidak enak
Lidahku termasuk jagoan
Sesekali aku bikin lontong kuah Tauco
Lontongnya aku pesan saja di tukang sate Madura
Lontong daun yang wangi dan nikmat
Dimakan pakai kecap dan bawang goreng saja, enak
Di tingkah kerupuk udang
Cocok untuk anak Balita
Kusiapkan potongan ayam
Sebanyak tamu yang bakal hadir
Ditambah untuk tuan rumah dan serap
Kusiapkan bahan lain seperti
Buncis Petai Cabe hijau
Mentega
Santan dari kelapa yang tua belum muda terlampau
Bawang merah
Bawang putih
Ketumbar
Merica
Langkok-langkok tanpa kunyit
Daun salam, daun jeruk dan serai
Garam
Semua bumbu di giling halus
Jerangkan kuali
Panaskan mentega
Masukkan bumbu-bumbuAduk-aduk hingga harum
Masukkan daun-daunan
Masukkan ayam yang sudah bersih
Aduk-aduk hingga empuk
Masukkan cabe hijuau dan petai
Masukkan santan
Aduk-aduk santan samapai mendidih
Masukkan buncis yang sudah di iris
Coba rasa bumbu dan garamnya
Yang cocok untuk lontong
Aduk lagi hingga mendidih
Begitu mendidih
Matikan kompor
Untuk kesempurnaan rasa dan penampilan
Taburkan bawang goreng
Pecahkan kerupuk udang diatasnya
Cobalah
Jarang yang tersisa
Bengkulu, 2 Desember 2008
Hanifah Damanhuri
IKAN BAKAR
IKAN BAKAR
Ketika tadi aku beli ikan terusan di pasar
Aku jadi teringat kenangan yang indah
Kenangan membakar ikan di rumah Heru
Teman kuliahku di Jakarta
Sinto istrinya Heru pintar memasak
Sering Heru mengajak teman-temannya
Datang kerumah
Dan membakar ikan kakap bersama-sama
Hari itu
Aku, Heri dan Larso
Di undang datang ke rumah Heru
Heru sudah menyiapkan
Beberapa ekor ikan kakap merah
Yang sudah di bumbui
Tak lama setelah kami datang
Peralatan membakar ikan
Di gelar di depan rumah Heru
Yang masih memiliki
Pekarangan yang luas
Tungku
Bara
Kipas angin
Kipas sate
Mentega
Kecap
Jepitan ikan
Kutanya pada Sinto
Apa bumbu ikannya
Kalau tidak salah
Bumbu dari Sinto
Bawang putih
Jahe
Laos
Kunyit
Ketumbar
Garam
Semua bumbu di giling halus
Ikan yang sudah bersih
Dilumari dengan bumbu
Didiamkan dulu hingga bumbu meresap
Aku tidak ingat
Apa Sinto tidak mengasih jeruk nipis
Bumbu wajib bagiku
Kalau akan menggoreng ikan
Kami duduk di seputar tungku
Begitu bara sudah nyala
Kipas anginpun dinyalain Heru
Ikan yang di jepit
Mulai dibakar
Sambil di bakar
Mentega di oleskan ke ikan
Begitu juga dengan kecap
Bolak balik ikan
Hingga akhirnya ikan sempurna matang
Sementara kami membakar ikan
Sinto menyiapkan sambal dan lalap di dapur
Tidak lupa
Tempe dan tahu goreng
Sambal bikinan Sinto enak sekali
Cara membikinnya tidak susah
Cabe merah yang masih bulat
Tomat di belah
Bawang merah tak perlu di iris
Di goreng bersamaan
Setelah layu
Di angkat, ditiriskan
Di ulek di ulekkan
Kasih garam dan gula merah
Sajikan pakai ulekkan tersebut
Begitu ikan bakar matang
Kami berebut memakannya
Di tingkah dengan sambal dan lalapan
Serta tahu dan tempe goreng
Nikmat sekali
Apalagi kami yang datang
Anak kos di perantauan
Kurasa
Orang Padang
Perlu inovasi
Bumbu masakan Padang
Yang dijual bebas dipasaran
Tak lagi menjadikan
Masakan Padang
Menu istimewa
Kepiawaian memadu takaran bumbu
Memilih bahan yang segar
Serta adukan yang sempurna
Kunci enaknya masakan
Dari sisi kebersihan
Dari sisi gizi
Banyak orang memilih
Menunggu masakkan
Yang dimasak saat itu juga
Bengkulu, 30 November 2008
Hanifah Damanhuri
Ketika tadi aku beli ikan terusan di pasar
Aku jadi teringat kenangan yang indah
Kenangan membakar ikan di rumah Heru
Teman kuliahku di Jakarta
Sinto istrinya Heru pintar memasak
Sering Heru mengajak teman-temannya
Datang kerumah
Dan membakar ikan kakap bersama-sama
Hari itu
Aku, Heri dan Larso
Di undang datang ke rumah Heru
Heru sudah menyiapkan
Beberapa ekor ikan kakap merah
Yang sudah di bumbui
Tak lama setelah kami datang
Peralatan membakar ikan
Di gelar di depan rumah Heru
Yang masih memiliki
Pekarangan yang luas
Tungku
Bara
Kipas angin
Kipas sate
Mentega
Kecap
Jepitan ikan
Kutanya pada Sinto
Apa bumbu ikannya
Kalau tidak salah
Bumbu dari Sinto
Bawang putih
Jahe
Laos
Kunyit
Ketumbar
Garam
Semua bumbu di giling halus
Ikan yang sudah bersih
Dilumari dengan bumbu
Didiamkan dulu hingga bumbu meresap
Aku tidak ingat
Apa Sinto tidak mengasih jeruk nipis
Bumbu wajib bagiku
Kalau akan menggoreng ikan
Kami duduk di seputar tungku
Begitu bara sudah nyala
Kipas anginpun dinyalain Heru
Ikan yang di jepit
Mulai dibakar
Sambil di bakar
Mentega di oleskan ke ikan
Begitu juga dengan kecap
Bolak balik ikan
Hingga akhirnya ikan sempurna matang
Sementara kami membakar ikan
Sinto menyiapkan sambal dan lalap di dapur
Tidak lupa
Tempe dan tahu goreng
Sambal bikinan Sinto enak sekali
Cara membikinnya tidak susah
Cabe merah yang masih bulat
Tomat di belah
Bawang merah tak perlu di iris
Di goreng bersamaan
Setelah layu
Di angkat, ditiriskan
Di ulek di ulekkan
Kasih garam dan gula merah
Sajikan pakai ulekkan tersebut
Begitu ikan bakar matang
Kami berebut memakannya
Di tingkah dengan sambal dan lalapan
Serta tahu dan tempe goreng
Nikmat sekali
Apalagi kami yang datang
Anak kos di perantauan
Kurasa
Orang Padang
Perlu inovasi
Bumbu masakan Padang
Yang dijual bebas dipasaran
Tak lagi menjadikan
Masakan Padang
Menu istimewa
Kepiawaian memadu takaran bumbu
Memilih bahan yang segar
Serta adukan yang sempurna
Kunci enaknya masakan
Dari sisi kebersihan
Dari sisi gizi
Banyak orang memilih
Menunggu masakkan
Yang dimasak saat itu juga
Bengkulu, 30 November 2008
Hanifah Damanhuri
ARIE, RUVITA dan ANDRI
ARIE, RUVITA dan ANDRI
Ditengah kegalauanku
Menghadapi kelas tanpa bintang
Aku terhibur oleh para bintang
Yang selalu ingin membantuku
Membantu adik-adik kelasnya
Menjadikan TI UNIB berkualitas
" Kampus boleh seperti kaki lima
Kualiras maunya bintang lima "
Aku ingin jadi dosen di UNIB tapi ortu tidak izinkan
Begitu kata si Andri dari telkom Palembang
Sambil memberitahu prestasi yang dia ukir disana
Alhamdulillah
" Bu, Arie rajin bertanya ke dosen
Nilai UTS dan Quis Ari bagus-bagus
Teman-teman Arie pada berpengalaman
Enak bergabung dengan mereka bu "
Cerita si Arie dari MTI Fasilkom UI
" Bu, Ruvita mohon doa restu
Ruvita mau ikut tes jadi dosen TI UNIB
Jadi dosen panggilan hati Ruvita bu "
Begitu kata si Ruvita yang sudah jadi karyawan
Suatu Bank Swasta di kota Bengkulu
Ketika berkunjung di hari raya yang lalu
Arie dan Ruvita
Berasal dari SMA 3 Bandung tapi beda angkatan
Mereka mahasiswa angkatan I TI UNIB
Dibesarkan dengan sarana dan prasarana
Serta jumlah dosen yang sangat minim
Pagi ini mereka berdua bersuka cita
Keduanya dinyatakan lolos sebagai CPNS UNIB
Alhamdulillah
Bengkulu 29 November 2008
Hanifah Damanhuri
Ditengah kegalauanku
Menghadapi kelas tanpa bintang
Aku terhibur oleh para bintang
Yang selalu ingin membantuku
Membantu adik-adik kelasnya
Menjadikan TI UNIB berkualitas
" Kampus boleh seperti kaki lima
Kualiras maunya bintang lima "
Aku ingin jadi dosen di UNIB tapi ortu tidak izinkan
Begitu kata si Andri dari telkom Palembang
Sambil memberitahu prestasi yang dia ukir disana
Alhamdulillah
" Bu, Arie rajin bertanya ke dosen
Nilai UTS dan Quis Ari bagus-bagus
Teman-teman Arie pada berpengalaman
Enak bergabung dengan mereka bu "
Cerita si Arie dari MTI Fasilkom UI
" Bu, Ruvita mohon doa restu
Ruvita mau ikut tes jadi dosen TI UNIB
Jadi dosen panggilan hati Ruvita bu "
Begitu kata si Ruvita yang sudah jadi karyawan
Suatu Bank Swasta di kota Bengkulu
Ketika berkunjung di hari raya yang lalu
Arie dan Ruvita
Berasal dari SMA 3 Bandung tapi beda angkatan
Mereka mahasiswa angkatan I TI UNIB
Dibesarkan dengan sarana dan prasarana
Serta jumlah dosen yang sangat minim
Pagi ini mereka berdua bersuka cita
Keduanya dinyatakan lolos sebagai CPNS UNIB
Alhamdulillah
Bengkulu 29 November 2008
Hanifah Damanhuri
ARIE, RUVITA dan ANDRI
ARIE, RUVITA dan ANDRI
Ditengah kegalauanku
Menghadapi kelas tanpa bintang
Aku terhibur oleh para bintang
Yang selalu ingin membantuku
Membantu adik-adik kelasnya
Menjadikan TI UNIB berkualitas
" Kampus boleh seperti kaki lima
Kualiras maunya bintang lima "
Aku ingin jadi dosen di UNIB tapi ortu tidak izinkan
Begitu kata si Andri dari telkom Palembang
Sambil memberitahu prestasi yang dia ukir disana
Alhamdulillah
" Bu, Arie rajin bertanya ke dosen
Nilai UTS dan Quis Ari bagus-bagus
Teman-teman Arie pada berpengalaman
Enak bergabung dengan mereka bu "
Cerita si Arie dari MTI Fasilkom UI
" Bu, Ruvita mohon doa restu
Ruvita mau ikut tes jadi dosen TI UNIB
Jadi dosen panggilan hati Ruvita bu "
Begitu kata si Ruvita yang sudah jadi karyawan
Suatu Bank Swasta di kota Bengkulu
Ketika berkunjung di hari raya yang lalu
Arie dan Ruvita
Berasal dari SMA 3 Bandung tapi beda angkatan
Mereka mahasiswa angkatan I TI UNIB
Dibesarkan dengan sarana dan prasarana
Serta jumlah dosen yang sangat minim
Pagi ini mereka berdua bersuka cita
Keduanya dinyatakan lolos sebagai CPNS UNIB
Alhamdulillah
Bengkulu 29 November 2008
Hanifah Damanhuri
Ditengah kegalauanku
Menghadapi kelas tanpa bintang
Aku terhibur oleh para bintang
Yang selalu ingin membantuku
Membantu adik-adik kelasnya
Menjadikan TI UNIB berkualitas
" Kampus boleh seperti kaki lima
Kualiras maunya bintang lima "
Aku ingin jadi dosen di UNIB tapi ortu tidak izinkan
Begitu kata si Andri dari telkom Palembang
Sambil memberitahu prestasi yang dia ukir disana
Alhamdulillah
" Bu, Arie rajin bertanya ke dosen
Nilai UTS dan Quis Ari bagus-bagus
Teman-teman Arie pada berpengalaman
Enak bergabung dengan mereka bu "
Cerita si Arie dari MTI Fasilkom UI
" Bu, Ruvita mohon doa restu
Ruvita mau ikut tes jadi dosen TI UNIB
Jadi dosen panggilan hati Ruvita bu "
Begitu kata si Ruvita yang sudah jadi karyawan
Suatu Bank Swasta di kota Bengkulu
Ketika berkunjung di hari raya yang lalu
Arie dan Ruvita
Berasal dari SMA 3 Bandung tapi beda angkatan
Mereka mahasiswa angkatan I TI UNIB
Dibesarkan dengan sarana dan prasarana
Serta jumlah dosen yang sangat minim
Pagi ini mereka berdua bersuka cita
Keduanya dinyatakan lolos sebagai CPNS UNIB
Alhamdulillah
Bengkulu 29 November 2008
Hanifah Damanhuri
Langganan:
Postingan (Atom)