FENOMENA MBAH SURIP
Sambil ngoreksi kertas ujian-ujian mahasiswa
Yang terpaksa kutumpuk selama satu semester
Karena aku kesulitan membaca dan memahami
Tulisan para mahasiswa akibat kondisiku yang buruk
Mataku kadang ku alihkan ke layar TV
Waktu itu sedang diliput kecelakaan KA di Bogor
Di saat semua mata tertuju menyaksikan berita KA
Tiba-tiba muncul berita tak terduga
Mbah Surip barusan meninggal dunia
Aku terbelalak tak percaya
Ku SMS Jepe dan mengabarkan berita duka
Aku yakin Jepe pasti juga terkejut seperti aku
Apalagi Jepe barusan beberapa hari yang lalu
Menurunkan tulisan tentang mbah Surip
Aku mulai menonton mbah Surip
Setelah membaca tulisan Jepe
Yang sangat menarik untuk dibaca
Aku ingin membuktikan cerita Jepe tersebut
Ku tunggu tunggu nyanyian “ Bangun Tidur “
Yang kusaksikan hanya nyanyian “ Tak Gendong “
Tetap ku saksikan setiap mbah Surip muncul di TV
Sambil berfikir dimana letak indahnya nyanyian ini
Sejak pertama berita kematian mbah Surip
Sepertinya TV di Chanel manapun sedang berduka
Sampai hari ini mbah Surip masih jadi berita utama
Mengalahkan berita penting lainnya
Sayup-sayup ku dengar nyanyian “ Bangun Tidur “
Yang telah ku nanti-nanti selam ini
Ketika mendengarkan nyanyian tersebut
Ingatanku melayang ke masa kuliah di IKIP Padang
Terbayang kelompok teater FPBS
Salah seorang anggotanya adalah temanku sejak kecil
Yang mengajakku menyaksikan mereka berlatih
Salah satu nyanyian mereka
“ Bangun tidur kuterus mandi
Tidak lupa menggosok gigi
Habis mandi ku tidur lagi
Malas kerja karna kurang gizi “
Aku tak habis pikir
Mungkin itu rahasia Tuhan
Mbah Surip yang tak pernah ku kenal sebelumnya
Tiba-tiba terkenal namanya
Lalu di saat sangat terkenal
Nyawanya di ambil Yang Kuasa
Innalillahi Wa Innalillahi Rajiun
Semua orang tanpa batas usia dan status sosial
Merasa kehilangan mbah Surip
Dan memanjatkan doa
Untuk mengiringi kepergiannya
Menghadap Yang Maha Kuasa
Mbah Surip jadi fenomena
Bengkulu, 6 Agustus 2008
Hanifah Damanhuri
Rabu, 05 Agustus 2009
Minggu, 02 Agustus 2009
ENDINA PUTRI
ENDINA PUTRI
Sudah setahun yang lalu Endina Putri di Wisuda
Saat itu Endina berhasil menjadi mahasiswa teladan
Yang lulus dengan Predikat Pujian
Kamipun sebagai dosen-dosennya merasa tersanjung
Endina Putri adalah alumni Teknik Informatika FT UNIB
Angkatan ke-2 yang masuk tahun 2004
Semua dosen yang pernah mengajar di TI
Sejak dari angkatan I sampai angkatan V
Sepakat bahwa angkatan ke-2 adalah angkatan terbaik
Endina Putri berwajah manis dan bertubuh mungil
Masih terbayang ketika aku jadi dosennya
Tugas apa saja yang kuberikan padanya
Selalu dilakukannya dengan sempurna
Kadang-kadang tugas kelompok yang ku berikan
Membuat Endina dan teman-temannya
Mesti bekerja keras dan kadang
Harus belajar sendiri atau belajar berkelompok
Beruntungnya aku sebagai dosen
Karena antar kelompok di kelas tersebut
Ingin tampil luar biasa
Mereka berlomba-lomba
Menjadi yang terbaik di kelas
Tak jarang diantara mereka
Sudah punya jejaring untuk bertanya
Kadang mereka mencari buku sampai ke Jawa
Tugasku tinggal mendorong mereka
Agar bekerja sebaik-baiknya dan
Memberika pengarahan di bagian tertentu
Ketika tiba giliran menilai
Biar tidak salah dalam penilaian
Setiap kelompok ku ajak serta
Untuk menilai kerjaan kelompok lainnya
Tak jarang tugas-tugas mereka
Ku perlihatkan kepada adik-adik tingkatnya
Untuk di teladani sambil kukatakan pada mereka
“ Kerjakanlah tugas apapun sebaik mungkin
Seperti yang dicontahkan kakak kelas kalian
Kemanapun kalian terlempar nanti
Kalian tidak akan canggung lagi “
Ku katakan juga padanya
“ Mbak Arie Vatresia dan mbak Ruvita angkatan I
Yang jadi dosen kalian sekarang
Serta kak Andriansyah yang tercepat tamatnya dan
Sekarang bertugas di Telkom Palembang
Ketika jadi mahasiswa adalah pekerja keras dan
Memiliki pergaulan yang luas di dunia maya
Untuk dijadikan tempat bertanya “
Lama menghilang dari pandangan mata
Tiba-tiba kami dapat berita suka cita
Endina Putri mahasiswi kebanggaan kami
Di terima di MIK FASILKOM UI
Dia mengikuti jejak mbak Arie Vatresia
Yang duluan masuk ke MTI FASIKOM UI
Alhamdulillah
Dengan segala keterbatasan
Baik dari sisi staf pengajar maupun sarana
Endina masuk ke FASILKOM UI
Selamat belajar Endina Putri
Semoga berhasil dan mendapat pujian
Semoga kelak bisa mengikuti jejak mamamu Dr Endang Widi
Doa kami menyertaimu
Bengkulu, 2 Agustus 2009
Hanifah Damanhuri
Sudah setahun yang lalu Endina Putri di Wisuda
Saat itu Endina berhasil menjadi mahasiswa teladan
Yang lulus dengan Predikat Pujian
Kamipun sebagai dosen-dosennya merasa tersanjung
Endina Putri adalah alumni Teknik Informatika FT UNIB
Angkatan ke-2 yang masuk tahun 2004
Semua dosen yang pernah mengajar di TI
Sejak dari angkatan I sampai angkatan V
Sepakat bahwa angkatan ke-2 adalah angkatan terbaik
Endina Putri berwajah manis dan bertubuh mungil
Masih terbayang ketika aku jadi dosennya
Tugas apa saja yang kuberikan padanya
Selalu dilakukannya dengan sempurna
Kadang-kadang tugas kelompok yang ku berikan
Membuat Endina dan teman-temannya
Mesti bekerja keras dan kadang
Harus belajar sendiri atau belajar berkelompok
Beruntungnya aku sebagai dosen
Karena antar kelompok di kelas tersebut
Ingin tampil luar biasa
Mereka berlomba-lomba
Menjadi yang terbaik di kelas
Tak jarang diantara mereka
Sudah punya jejaring untuk bertanya
Kadang mereka mencari buku sampai ke Jawa
Tugasku tinggal mendorong mereka
Agar bekerja sebaik-baiknya dan
Memberika pengarahan di bagian tertentu
Ketika tiba giliran menilai
Biar tidak salah dalam penilaian
Setiap kelompok ku ajak serta
Untuk menilai kerjaan kelompok lainnya
Tak jarang tugas-tugas mereka
Ku perlihatkan kepada adik-adik tingkatnya
Untuk di teladani sambil kukatakan pada mereka
“ Kerjakanlah tugas apapun sebaik mungkin
Seperti yang dicontahkan kakak kelas kalian
Kemanapun kalian terlempar nanti
Kalian tidak akan canggung lagi “
Ku katakan juga padanya
“ Mbak Arie Vatresia dan mbak Ruvita angkatan I
Yang jadi dosen kalian sekarang
Serta kak Andriansyah yang tercepat tamatnya dan
Sekarang bertugas di Telkom Palembang
Ketika jadi mahasiswa adalah pekerja keras dan
Memiliki pergaulan yang luas di dunia maya
Untuk dijadikan tempat bertanya “
Lama menghilang dari pandangan mata
Tiba-tiba kami dapat berita suka cita
Endina Putri mahasiswi kebanggaan kami
Di terima di MIK FASILKOM UI
Dia mengikuti jejak mbak Arie Vatresia
Yang duluan masuk ke MTI FASIKOM UI
Alhamdulillah
Dengan segala keterbatasan
Baik dari sisi staf pengajar maupun sarana
Endina masuk ke FASILKOM UI
Selamat belajar Endina Putri
Semoga berhasil dan mendapat pujian
Semoga kelak bisa mengikuti jejak mamamu Dr Endang Widi
Doa kami menyertaimu
Bengkulu, 2 Agustus 2009
Hanifah Damanhuri
Jumat, 31 Juli 2009
GULAI UDANG
GULAI UDANG
Dulu ketika masih ABG dikampung
Kami sering menyenter udang yang menempel
Di tepian tabek gadang
Lalu menangkapnya dan mempermainkannya
Ketika kolam tetanggaku yang banyak udangnya
Di lepas airnya dan dipanen ikannya
Aku sering ikut menangkap udang disana
Udangpun banyak ditemui di aliran air
Yang keluar dari kolam itu
Sehingga sewaktu waktu aku menangkapnya
Menggorengnya dan memakannya panas-panas
Hmm harum baunya , dan manis rasanya
Di rantauku Bengkulu
Banyak udang di jual di pasar
Dengan berbagai jenis dan
Harga yang berbeda
Mulanya aku tak tau
Rasa udang tidak sama dan harganya berbeda
Pokoknya udang ya begitulah rasanya
Ku beli yang harganya murah saja
Pernah suatu hari ketika kami di Jakarta
Maksud hati ingin irit
Kami pilih menu udang
Ketika perut sudah kenyang dan
Hendak membayar di kasir
Kami jadi tercengang
Harga udang lebih dari yang lainnya
Lama-lama membeli dan mengkonsumsi udang
Akhirnya aku jadi tau mana yang enak sekali rasanya
Aku tak tau namanya
Tapi sudah hapal bentuk dan warnanya
Paling enak rasanya kalau ketika membeli
Udangnya masih hidup dan
Di goreng atau di gulai hari itu juga
Beberapa hari yang lalu
Banyak wajah yang kelihatan sendu
Tanggal satu Agustus menjadi tanggal tua sekali
Karena tidak mungkin gajian
Kemaren wajah sendu berubah ceria
Seperti rumput dapat air di musim panas
Tadinya mulai layu, kemudian jadi segar
Di tanggal tua dapat rejeki tak terduga
Bendahara membagikan uang ….
Yang memang menjadi hak kami
Alhamdulillah
Akhir pekan mejadi ceria
Pagi ini tukang ikan yang baru jadi langgananku
Datang dan memanggil-manggilku
Ikan terusan yang pernah ku beli padanya
Rasanya luar biasa
Cepat=cepat ku bilang padanya
Aku mau beli ikan Terusan
Lalu mulailah dia memotong dan
Memperlihatkan padaku sesuatu yang warnanya putih
Yang di keluarkannya dari perut ikan
“ Ini di ekspor keluar untuk dijadikan
Benang yang dipakai untuk operasi
Cobalah lihat, kuat sekali dan tak mudah di gunting”
Sementara dia memotong-motong ikan
Aku lihat jualannya yang lain
Eh ada udang yang lumayan besar
Aku coba timbang dan hitung
Ada 28 ekor jumlahnya sekilo
Ku Tanya berapa harganya sekilo
“ Rp 70 ribu, ini biasanya orang Cina yang beli “
Aku jadi bimbang
Akhirnya ku beli juga
Sesekali memanjakan selera kataku padanya
Kubersihkan udang tersebut
Ku kasih garam dan jeruk
Ku siapkan bumbu langkok dan daun
Bawang putih, bawang merah
Cabe giling sedikit saja
Santan kelapa dari kelapa yang sedang tuanya
Lalu ku gulai dan kucoba garamnya
Hmmm enak sekali
Ketika sudah masak
Terbayang ke dua orang anak
Mereka makan apa ya hari ini ??
Bengkulu, 1 Agustus 2009
Hanifah Damanhuri
Dulu ketika masih ABG dikampung
Kami sering menyenter udang yang menempel
Di tepian tabek gadang
Lalu menangkapnya dan mempermainkannya
Ketika kolam tetanggaku yang banyak udangnya
Di lepas airnya dan dipanen ikannya
Aku sering ikut menangkap udang disana
Udangpun banyak ditemui di aliran air
Yang keluar dari kolam itu
Sehingga sewaktu waktu aku menangkapnya
Menggorengnya dan memakannya panas-panas
Hmm harum baunya , dan manis rasanya
Di rantauku Bengkulu
Banyak udang di jual di pasar
Dengan berbagai jenis dan
Harga yang berbeda
Mulanya aku tak tau
Rasa udang tidak sama dan harganya berbeda
Pokoknya udang ya begitulah rasanya
Ku beli yang harganya murah saja
Pernah suatu hari ketika kami di Jakarta
Maksud hati ingin irit
Kami pilih menu udang
Ketika perut sudah kenyang dan
Hendak membayar di kasir
Kami jadi tercengang
Harga udang lebih dari yang lainnya
Lama-lama membeli dan mengkonsumsi udang
Akhirnya aku jadi tau mana yang enak sekali rasanya
Aku tak tau namanya
Tapi sudah hapal bentuk dan warnanya
Paling enak rasanya kalau ketika membeli
Udangnya masih hidup dan
Di goreng atau di gulai hari itu juga
Beberapa hari yang lalu
Banyak wajah yang kelihatan sendu
Tanggal satu Agustus menjadi tanggal tua sekali
Karena tidak mungkin gajian
Kemaren wajah sendu berubah ceria
Seperti rumput dapat air di musim panas
Tadinya mulai layu, kemudian jadi segar
Di tanggal tua dapat rejeki tak terduga
Bendahara membagikan uang ….
Yang memang menjadi hak kami
Alhamdulillah
Akhir pekan mejadi ceria
Pagi ini tukang ikan yang baru jadi langgananku
Datang dan memanggil-manggilku
Ikan terusan yang pernah ku beli padanya
Rasanya luar biasa
Cepat=cepat ku bilang padanya
Aku mau beli ikan Terusan
Lalu mulailah dia memotong dan
Memperlihatkan padaku sesuatu yang warnanya putih
Yang di keluarkannya dari perut ikan
“ Ini di ekspor keluar untuk dijadikan
Benang yang dipakai untuk operasi
Cobalah lihat, kuat sekali dan tak mudah di gunting”
Sementara dia memotong-motong ikan
Aku lihat jualannya yang lain
Eh ada udang yang lumayan besar
Aku coba timbang dan hitung
Ada 28 ekor jumlahnya sekilo
Ku Tanya berapa harganya sekilo
“ Rp 70 ribu, ini biasanya orang Cina yang beli “
Aku jadi bimbang
Akhirnya ku beli juga
Sesekali memanjakan selera kataku padanya
Kubersihkan udang tersebut
Ku kasih garam dan jeruk
Ku siapkan bumbu langkok dan daun
Bawang putih, bawang merah
Cabe giling sedikit saja
Santan kelapa dari kelapa yang sedang tuanya
Lalu ku gulai dan kucoba garamnya
Hmmm enak sekali
Ketika sudah masak
Terbayang ke dua orang anak
Mereka makan apa ya hari ini ??
Bengkulu, 1 Agustus 2009
Hanifah Damanhuri
Kamis, 30 Juli 2009
TAK BISA KE SMA I BKT
TAK BISA KE SMA I BKT
Keharuman nama SMA I BKT
Sudah sampai keseberang lautan
Sehingga sekolah SMA I BKT menjadi sekolah impian
Bagi setiap pelajar yang mendambakan sekolah bermutu
Banyak orang Banuhampu yang bersekolah di SMA I BKT ini
Setelah tamat umumnya mereka melanjutkan ke PTN ternama
Baik di Sumatera maupun Jawa
Sehingga dibangunlah asrama Banuhampu
Di dekat ITB, dekat UI dan dekat UGM
Akupun bermimpi ingin sekolah di SMA I BKT
Namun impian tinggal impian
Walau nilaiku tergolong tinggi untuk sekolahku
Pada saat giliranku masuk ke SLTA
Aturan main untuk masuk ke SMA di rubah
Pendaftaran di lakukan oleh sekolah
Tempatnya terpusat di salah satu SMA
Kami tinggal pasrah dan harus mau
Ditempatkan disalah satu SMAN BKT
Yang ada waktu itu
Masuklah aku ke SMA 2 BKT sesuai penempatan
Dampak diberlakukan sistem pendaftaran terpusat
SMAN I mulai dapat saingan
SMAN 2 dan SMAN 3 mulai terangkat namanya
Karena para bintang di SLTP
Tersebar merata di ketiga sekolah ini
Namun keharuman SMA I BKT sulit tertandingi
Guru-guru di sana tentu lebih hebat
Karena sudah biasa menghadapi murid hebat-hebat
Terbayang kembali beberapa peristiwa
Antara guru dan siswa
Kadang persoalannya hanya sederhana
Karena guru kehilangan wibawa
Suatu hari aku dan kelompok belajarku
Mengeluarkan uneg-uneg hendak jadi apa nanti
Semuanya berkata “ tak akan mau jadi guru “
Apa yang terjadi kini
Semua jadi guru di perguruan tinggi
Alhamdulillah
Tuhan tidak mengabulkan uneg-uneg kami dulu
Bengkulu, 29 Juli 2009
Hanifah Damanhuri
Keharuman nama SMA I BKT
Sudah sampai keseberang lautan
Sehingga sekolah SMA I BKT menjadi sekolah impian
Bagi setiap pelajar yang mendambakan sekolah bermutu
Banyak orang Banuhampu yang bersekolah di SMA I BKT ini
Setelah tamat umumnya mereka melanjutkan ke PTN ternama
Baik di Sumatera maupun Jawa
Sehingga dibangunlah asrama Banuhampu
Di dekat ITB, dekat UI dan dekat UGM
Akupun bermimpi ingin sekolah di SMA I BKT
Namun impian tinggal impian
Walau nilaiku tergolong tinggi untuk sekolahku
Pada saat giliranku masuk ke SLTA
Aturan main untuk masuk ke SMA di rubah
Pendaftaran di lakukan oleh sekolah
Tempatnya terpusat di salah satu SMA
Kami tinggal pasrah dan harus mau
Ditempatkan disalah satu SMAN BKT
Yang ada waktu itu
Masuklah aku ke SMA 2 BKT sesuai penempatan
Dampak diberlakukan sistem pendaftaran terpusat
SMAN I mulai dapat saingan
SMAN 2 dan SMAN 3 mulai terangkat namanya
Karena para bintang di SLTP
Tersebar merata di ketiga sekolah ini
Namun keharuman SMA I BKT sulit tertandingi
Guru-guru di sana tentu lebih hebat
Karena sudah biasa menghadapi murid hebat-hebat
Terbayang kembali beberapa peristiwa
Antara guru dan siswa
Kadang persoalannya hanya sederhana
Karena guru kehilangan wibawa
Suatu hari aku dan kelompok belajarku
Mengeluarkan uneg-uneg hendak jadi apa nanti
Semuanya berkata “ tak akan mau jadi guru “
Apa yang terjadi kini
Semua jadi guru di perguruan tinggi
Alhamdulillah
Tuhan tidak mengabulkan uneg-uneg kami dulu
Bengkulu, 29 Juli 2009
Hanifah Damanhuri
SENAM IRAMA
SENAM IRAMA
Minggu lalu aku dapat seragam olah raga FT
Warna merah jingga di padu dengan hitam
Membuat wajahku jadi kelihatan segar
Akibat pantulan warnanya
Sudah lama sekali aku tak senam di kampus
Disamping tak wajib lagi seperti di tahun 80 an
Tak banyak teman yang bersenam
Kecuali karyawan direktorat setiap pagi Jumat
Dulu di tahun 80 an
Walau rumahku jauh dari kampus
Ku usahakan datang di acara SKJ
Bersenam dan berolah raga bersama
Senam Kesegaran Jasmani (SKJ)
Gerakannya sangat teratur
Di awali dengan pemanasan
Dengan menggerakkan kepala
Sementara kaki jalan di tempat
Lalu semakin lama gerakan semakin cepat
Mengikuti irama musik
Tak ingat lagi aku gerakannya
Lalu di akhiri dengan gerakan lambat kembali
Sambil menghirup udara
Asyik dan menyenangkan sekali
Di antara senam yang pernah ku ikuti
Aku terkenang dengan Senam Irama
Yang ku jalani setiap pagi ketika di SD
Gerakannya seperti menari
Nyanyikanlah lagu berikut dengan irama
Naik-naik ke puncak gunung
“ Mari kawan-kawan semua
Jangan duduk bermuram durja
Mari kita bersama sama
Melakukan senam irama
Dalam tubuh kuat sehat
Terdapatlah otak yang waras
Agar tubuh kuat sehat
Latih diri dengan semangat “
Begitu musik mulai berkumandang
Tangan di rentang seperti merentang
Bendera simapur di acara pramuka
Kaki kanan di tekuk hingga tumit bertumpu pada jari
Tangan kanan bergerak ke kiri
Gantian tangan kiri bergerak ke kanan
Dengan posisi kaki yang ditekuk juga diganti
Di sambung dengan gerakan lain
Semuanya seperti gerakan menari
Suatu waktu sibuklah guru melatih dan menyiapkan
Beberapa orang dari kami
Untuk mengikuti senam massal
Di lapangan Atas Ngarai Bukittinggi
Ketika tiba hari H
Kami berpakaian putih-putih
Rambut dikuncir dikasih pita merah
Dibekali cincin yang dipakai saat bersenam nanti
Kami diangkut memakai oto Prah
Ketika sampai dilapangan
Sudah berkumpul anak-anak SD lain
Wuih ramai sekali
Bangga rasanya berada di antara banyak orang
Begitu sudah berada di tengah lapangan
Sesaat menjelang senam dimulai
Dipakailah cincin ajaib yang di bawa tadi
Kami genggam erat cincin ajaib tersebut
Begitu alunan musik terdengar
Tangan mulai bergerak
Dari telapak tangan kami
Ikut bergerak pita warna warni yang menjuntai
Yang tadinya di gulung dan dipasang ke jari
Membuat senam massal jadi semarak
Puas, bangga dan menyenangkan sekali
Bengkulu, 28 Juli 2009
Hanifah Damanhuri
Minggu lalu aku dapat seragam olah raga FT
Warna merah jingga di padu dengan hitam
Membuat wajahku jadi kelihatan segar
Akibat pantulan warnanya
Sudah lama sekali aku tak senam di kampus
Disamping tak wajib lagi seperti di tahun 80 an
Tak banyak teman yang bersenam
Kecuali karyawan direktorat setiap pagi Jumat
Dulu di tahun 80 an
Walau rumahku jauh dari kampus
Ku usahakan datang di acara SKJ
Bersenam dan berolah raga bersama
Senam Kesegaran Jasmani (SKJ)
Gerakannya sangat teratur
Di awali dengan pemanasan
Dengan menggerakkan kepala
Sementara kaki jalan di tempat
Lalu semakin lama gerakan semakin cepat
Mengikuti irama musik
Tak ingat lagi aku gerakannya
Lalu di akhiri dengan gerakan lambat kembali
Sambil menghirup udara
Asyik dan menyenangkan sekali
Di antara senam yang pernah ku ikuti
Aku terkenang dengan Senam Irama
Yang ku jalani setiap pagi ketika di SD
Gerakannya seperti menari
Nyanyikanlah lagu berikut dengan irama
Naik-naik ke puncak gunung
“ Mari kawan-kawan semua
Jangan duduk bermuram durja
Mari kita bersama sama
Melakukan senam irama
Dalam tubuh kuat sehat
Terdapatlah otak yang waras
Agar tubuh kuat sehat
Latih diri dengan semangat “
Begitu musik mulai berkumandang
Tangan di rentang seperti merentang
Bendera simapur di acara pramuka
Kaki kanan di tekuk hingga tumit bertumpu pada jari
Tangan kanan bergerak ke kiri
Gantian tangan kiri bergerak ke kanan
Dengan posisi kaki yang ditekuk juga diganti
Di sambung dengan gerakan lain
Semuanya seperti gerakan menari
Suatu waktu sibuklah guru melatih dan menyiapkan
Beberapa orang dari kami
Untuk mengikuti senam massal
Di lapangan Atas Ngarai Bukittinggi
Ketika tiba hari H
Kami berpakaian putih-putih
Rambut dikuncir dikasih pita merah
Dibekali cincin yang dipakai saat bersenam nanti
Kami diangkut memakai oto Prah
Ketika sampai dilapangan
Sudah berkumpul anak-anak SD lain
Wuih ramai sekali
Bangga rasanya berada di antara banyak orang
Begitu sudah berada di tengah lapangan
Sesaat menjelang senam dimulai
Dipakailah cincin ajaib yang di bawa tadi
Kami genggam erat cincin ajaib tersebut
Begitu alunan musik terdengar
Tangan mulai bergerak
Dari telapak tangan kami
Ikut bergerak pita warna warni yang menjuntai
Yang tadinya di gulung dan dipasang ke jari
Membuat senam massal jadi semarak
Puas, bangga dan menyenangkan sekali
Bengkulu, 28 Juli 2009
Hanifah Damanhuri
BINGUNG
BINGUNG
Sebagai rakyat badarai
Aku bingung, bangga dan kecewa
Tiba-tiba CALEG yang dinyatakan kalah
Dinyatakan akan melaju ke Senayan
Aku bangga karena temanku akhirnya akan ke senayan
Tiba-tiba CALEG yang pernah dinyatakan menang
Beberapa diantaranya tak jadi ke Senayan
Aku kecewa karena saudaraku batal ke Senayan
Tak terbayangkan
Betapa sakit dan kecewanya
CALEG yang akhirnya batal ke Senayan
Entah sudah berapa pula dana habis untuk selamatan
Bisa dibayangkan
Betapa bahagia akhirnya
CALEG yang dinyatakan kalah
Akhirnya melenggang ke Senayan
Aku bingung
Untuk apa kita memilih Partai
Kalau toh akhirnya
CALEG ditentukan oleh suara terbanyak
Terbanyak secara umum ?
Bukan terbanyak dari sisi Partai ?
Atau aku yang tidak mengerti
Bagaimana cara menghitung suara terbaru
Bantulah aku hai saudaraku yang mengerti
Bengkulu, 27 juli 2009
Hanifah Damanhuri
Sebagai rakyat badarai
Aku bingung, bangga dan kecewa
Tiba-tiba CALEG yang dinyatakan kalah
Dinyatakan akan melaju ke Senayan
Aku bangga karena temanku akhirnya akan ke senayan
Tiba-tiba CALEG yang pernah dinyatakan menang
Beberapa diantaranya tak jadi ke Senayan
Aku kecewa karena saudaraku batal ke Senayan
Tak terbayangkan
Betapa sakit dan kecewanya
CALEG yang akhirnya batal ke Senayan
Entah sudah berapa pula dana habis untuk selamatan
Bisa dibayangkan
Betapa bahagia akhirnya
CALEG yang dinyatakan kalah
Akhirnya melenggang ke Senayan
Aku bingung
Untuk apa kita memilih Partai
Kalau toh akhirnya
CALEG ditentukan oleh suara terbanyak
Terbanyak secara umum ?
Bukan terbanyak dari sisi Partai ?
Atau aku yang tidak mengerti
Bagaimana cara menghitung suara terbaru
Bantulah aku hai saudaraku yang mengerti
Bengkulu, 27 juli 2009
Hanifah Damanhuri
GORENG PISANG RAJA DAN KETAN
GORENG PISANG RAJA DAN KETAN
Dinginnya hawa pegunungan di pagi hari
Membuat sebagian warga dikampungku
Sehabis sholat subuh atau cuci muka
Mampir dulu ke warung kopi
Disamping menghirup kopi panas
Untuk menghangatkan badan
Mereka umumnya memakan goreng pisang raja dan
Ketan beras merah yang ditaburi kelapa parut
Sesekali papaku juga mampir ke warung kopi
Memesan goreng pisang raja dan
Ketan yang dibungkus daun
Untuk di bawa pulang
Beberapa kali aku membawa teman dari Padang
Setiap yang ikut pasti kedinginan dan
Memilih bakalumun lagi setelah sholat subuh
Aku juga kedinginan dan ikut bakalumun
Kasih orang tua memang tiada tara
Dibiarkannya kami bakalumun
Sementara papa pergi kewarung kopi
Membeli ketan dan goreng pisang raja
Mamaku menyiapkan teh hangat untuk kami dan
Kopi panas untuk papaku
Begitu goreng dan ketan terhidang
Langsung kami sikat hmmmm nikmattt
Teringat goreng pisang raja
Teringat kampung yang jauh dimata
Teringat papaku yang telah tiada
Semoga beliau tenang di alam sana
Bengkulu, 25 Juli 2009
Hanifah Damanhuri
Dinginnya hawa pegunungan di pagi hari
Membuat sebagian warga dikampungku
Sehabis sholat subuh atau cuci muka
Mampir dulu ke warung kopi
Disamping menghirup kopi panas
Untuk menghangatkan badan
Mereka umumnya memakan goreng pisang raja dan
Ketan beras merah yang ditaburi kelapa parut
Sesekali papaku juga mampir ke warung kopi
Memesan goreng pisang raja dan
Ketan yang dibungkus daun
Untuk di bawa pulang
Beberapa kali aku membawa teman dari Padang
Setiap yang ikut pasti kedinginan dan
Memilih bakalumun lagi setelah sholat subuh
Aku juga kedinginan dan ikut bakalumun
Kasih orang tua memang tiada tara
Dibiarkannya kami bakalumun
Sementara papa pergi kewarung kopi
Membeli ketan dan goreng pisang raja
Mamaku menyiapkan teh hangat untuk kami dan
Kopi panas untuk papaku
Begitu goreng dan ketan terhidang
Langsung kami sikat hmmmm nikmattt
Teringat goreng pisang raja
Teringat kampung yang jauh dimata
Teringat papaku yang telah tiada
Semoga beliau tenang di alam sana
Bengkulu, 25 Juli 2009
Hanifah Damanhuri
Langganan:
Postingan (Atom)