BELUM LEBUR DENGAN ALAM
Aku kira aku sudah mengerti tentang
Arti sahabat menurut bung RA
“Aku, Aku dan AKU
Semuanya tunduk pada Sang Pencipta “
Ternyata apa yang kutulis dalam
“ Terima Kasih Sahabat “
Ketika dikupas habis oleh bung RA
Hasilnya seperti di bawah ini
“ Berkaitan dengan puisi "terima kasih sahabat",
maka mohon ijinkan saya utk berbagi perspektif berikut:
a. Munculnya terminologi "sahabat terbaik ku" dlm puisi itu
menimbulkan impresi bhw sang penulis
masih belum lebur dgn alam semesta ini.
Jika muncul istilah "sahabat terbaik",
maka secara tdk langsung pasti ada dikotomi berikutnya
yaitu "sahabat baik" dst hingga "sahabat terjahat".
b. Jika butir a di atas terjadi,
maka impresi berikutnya adalah si penulis puisi
hanya mengganti istilah "sahabat", "kawan" hingga "lawan berat"
menjadi suatu efuimisme menggunakan kata "sahabat".
c. Jika butir b terjadi, maka impresi berikutnya adalah
sang penulis belum benar-benar mampu menjadikan
seluruh isi jagad raya ini sebagai sahabatnya.
Baik dlm arti arafiah berupa berfikir positif
atas kehadiran berbagai macam makhluk
yg menyertai kehidupan nya di muka bumi ini,
ataupun dalam arti YAKIN dan PERCAYA
akan hakekat penciptaan dan
hakekat kejadian yg ditetapkan ALLAH
atas semua ciptaan NYA.
Di sisi lain, pada puisi "terima kasih sahabat"
juga terlihat adanya kesadaran penulis
ttg hikmah suatu kejadian.
Atas hal itu, barangkali baik jika Uni mencoba menggunakan
"kesadaran akan hikmah" ini
sebagai perspektif penting dalam berusaha
utk bisa lebur dgn jagad raya ini. “
Terimakasih bung RA
Analisa bung RA sangat tajam
Ternyata aku belum ada apa-apanya
Dari yang seharusnya
Bisa memahami hikmah saja
Aku senangnya luar biasa
Aku merasa plong sudah berkata
“ Terima kasih sahabat-sahabatku “
Aku akan berusaha
Walau ternyata tidak mudah bersahabat
Dengan diri sendiri dan jagad raya
Yang membawaku tunduk kepada Allah SWT
Ya Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Berilah aku petunjukMu
Jadikanlah aku orang yang sabar
Amin Ya Rabbal Alamin
Bengkulu, 14 September 2009
Hanifah Damanhuri
Minggu, 13 September 2009
Sabtu, 12 September 2009
LENGANG
LENGANG
Mulai dari sore tadi
Berangsur-angsur temanku
Meninggalkan kota Bengkulu
Menuju kampung halamannya
Aku jadi terbawa suasana
Melalui SMS
Ku berikan pilihan pada ketua kelas
Pilih masuk atau libur minggu depan
Kalau milih libur
Terpaksa materi dipadatkan setelah lebaran
“ Masuk setelah lebaran saja bu
Teman-teman sebagian sudah mudik bu ” katanya
“ Alhamdulillah “ kataku
“ Mau mudik juga ya bu he he he ? “ tanyanya senang
“ Pengennya iya “ jawabku ….
Tanpa pendatang
Bengkulu terasa lengang
Sangat terasa dikampus
Sangat terasa di Mesjid
Lengang yang membuat bimbang
Pulang ?
Nggak ?
Pulang ?
Nggak ?
Kalau pulang ?
Kalau nggak pulang ?
“ Kita nggak usah pulang kali ini ya pa ? ” kataku
“ Kan papa masih punya emak
Emak minta anak-anak di bawa pulang ” jawab suamiku
“ Berarti kita pulang ?” tanyaku
Kalau pulang ?
Kalau nggak pulang ?
Pulang ?
Nggak ?
“ Kita tunggu anak-anak datang dulu ya pa
Nanti kita bahas lagi
Apa kita bisa pulang
Pulang lebaran
Nggak mungkin tanpa dana tambahan “ kataku
Hhhuuuhhhhh
Lengang yang membuat bimbang
Suasana kampung terbayang-bayang
Ingin rasanya segera pulang
Bengkulu, 11 September 2009
Hanifah Damanhuri
Mulai dari sore tadi
Berangsur-angsur temanku
Meninggalkan kota Bengkulu
Menuju kampung halamannya
Aku jadi terbawa suasana
Melalui SMS
Ku berikan pilihan pada ketua kelas
Pilih masuk atau libur minggu depan
Kalau milih libur
Terpaksa materi dipadatkan setelah lebaran
“ Masuk setelah lebaran saja bu
Teman-teman sebagian sudah mudik bu ” katanya
“ Alhamdulillah “ kataku
“ Mau mudik juga ya bu he he he ? “ tanyanya senang
“ Pengennya iya “ jawabku ….
Tanpa pendatang
Bengkulu terasa lengang
Sangat terasa dikampus
Sangat terasa di Mesjid
Lengang yang membuat bimbang
Pulang ?
Nggak ?
Pulang ?
Nggak ?
Kalau pulang ?
Kalau nggak pulang ?
“ Kita nggak usah pulang kali ini ya pa ? ” kataku
“ Kan papa masih punya emak
Emak minta anak-anak di bawa pulang ” jawab suamiku
“ Berarti kita pulang ?” tanyaku
Kalau pulang ?
Kalau nggak pulang ?
Pulang ?
Nggak ?
“ Kita tunggu anak-anak datang dulu ya pa
Nanti kita bahas lagi
Apa kita bisa pulang
Pulang lebaran
Nggak mungkin tanpa dana tambahan “ kataku
Hhhuuuhhhhh
Lengang yang membuat bimbang
Suasana kampung terbayang-bayang
Ingin rasanya segera pulang
Bengkulu, 11 September 2009
Hanifah Damanhuri
MENANTI ANAK-ANAK DATANG
MENANTI ANAK-ANAK DATANG
Bulan Ramadhan kali ini
Berbeda dari tahun sebelumnya
Di rumah hanya ada kami berdua saja
Empat tahun yang lalu
Anak lelakiku pergi meninggalkan rumah
Untuk melanjutkan pendidikan
Beberapa bulan yang lalu
Anak gadisku juga meninggalkan rumah
Dengan alasan yang sama dengan abangnya
Sahur dan berbuka
Lebih terasa nikmat
Ketika ada anak-anak bersama kita
Lebaran tinggal beberapa hari lagi
Aku ingin anak-anak datang
Aku menanti mereka datang
Aku ingin menikmati sahur dan berbuka
Bersama anak-anak seperti dulu lagi
Akan kumasak masakan kesukaan mereka
Ramadhan tinggal beberapa hari lagi
Ya Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang
Izinkanlah kami berkumpul lagi
Bengkulu, 12 September 2009
Hanifah Damanhuri
Bulan Ramadhan kali ini
Berbeda dari tahun sebelumnya
Di rumah hanya ada kami berdua saja
Empat tahun yang lalu
Anak lelakiku pergi meninggalkan rumah
Untuk melanjutkan pendidikan
Beberapa bulan yang lalu
Anak gadisku juga meninggalkan rumah
Dengan alasan yang sama dengan abangnya
Sahur dan berbuka
Lebih terasa nikmat
Ketika ada anak-anak bersama kita
Lebaran tinggal beberapa hari lagi
Aku ingin anak-anak datang
Aku menanti mereka datang
Aku ingin menikmati sahur dan berbuka
Bersama anak-anak seperti dulu lagi
Akan kumasak masakan kesukaan mereka
Ramadhan tinggal beberapa hari lagi
Ya Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang
Izinkanlah kami berkumpul lagi
Bengkulu, 12 September 2009
Hanifah Damanhuri
Kamis, 10 September 2009
KESEMPATAN LANGKA
KESEMPATAN LANGKA
Biji mataku terbelalak
Ketika membaca tulisan Prof Suheimi
Yang dapat tawaran berbuka di Istana Wapres dan
Mendapat kepercayaan sebagai Ustadz
Pada tanggal 12 September 2009
Aku bisa merasakan
Betapa bahagia dan bangganya Prof Suheimi
Akan kepercayaan tersebut
Menceramahi para tamu istimewa
Di tempat istimewa
Yang belum tentu ada duanya
Kesempatan langka
Ingin sekali rasanya untuk ikut serta
Berbuka di Istana Wapres
Bersama warga Ranah yang istimewa
Mendengarkan langsung ceramah Prof Suheimi
Bertemu muka dengan warga Rantaunet yang diundang
Bertemu muka dengan para penggede berdarah Ranah
Makan dan minum berbarengan
Sholat Maghrib berjamaah
Terbayang alangkah indahnya terasa
Bung Firdaus yang mengundang Prof Suheimi
Memberikan kesempatan pula untuk kita-kita
Kalau mau ikut kabari dia
Kucoba hitung-hitung
Kucoba renung-renung
Kesempatan langka
Haruskah kubiarkan berlalu begitu saja ?
Kalau kupaksakan untuk datang ke istana
Apa kata dunia nanti ???
Bengkulu, 10 September 2009
Hanifah Damanhuri
Biji mataku terbelalak
Ketika membaca tulisan Prof Suheimi
Yang dapat tawaran berbuka di Istana Wapres dan
Mendapat kepercayaan sebagai Ustadz
Pada tanggal 12 September 2009
Aku bisa merasakan
Betapa bahagia dan bangganya Prof Suheimi
Akan kepercayaan tersebut
Menceramahi para tamu istimewa
Di tempat istimewa
Yang belum tentu ada duanya
Kesempatan langka
Ingin sekali rasanya untuk ikut serta
Berbuka di Istana Wapres
Bersama warga Ranah yang istimewa
Mendengarkan langsung ceramah Prof Suheimi
Bertemu muka dengan warga Rantaunet yang diundang
Bertemu muka dengan para penggede berdarah Ranah
Makan dan minum berbarengan
Sholat Maghrib berjamaah
Terbayang alangkah indahnya terasa
Bung Firdaus yang mengundang Prof Suheimi
Memberikan kesempatan pula untuk kita-kita
Kalau mau ikut kabari dia
Kucoba hitung-hitung
Kucoba renung-renung
Kesempatan langka
Haruskah kubiarkan berlalu begitu saja ?
Kalau kupaksakan untuk datang ke istana
Apa kata dunia nanti ???
Bengkulu, 10 September 2009
Hanifah Damanhuri
Selasa, 08 September 2009
TARAWIH DI MESJID
TARAWIH DI MESJID
Puji Syukur kupanjatkan padaMu Ya Allah
Yang telah memberikan:
Kesempatan
Kesehatan
Kekuatan
Keinginan
Kebahagiaan
Untuk meramaikan Mesjid
Alhamdulillah
Sampai malam ini
Aku masih bisa melaksanakan
Sholat Isya
Dengar ceramah
Sholat Tarawih dan Witir
Di Mesjid dekat rumahku
Ada perasaan tentram
Ketika berada di Mesjid
Kepala yang biasa suka pusing
Terasa plong
Apalagi kalau yang menjadi imam
Memiliki suara yang merdu dan
Ayat yang dibaca serta kecepatannya
Sesuai kehendak makmum
Pandai pula berceramah
Dengan kaji yang berbobot
Rugi sekali rasanya tidak ke Mesjid
Di Mesjid semua atribut di lepas
Status sama
Sama-sama kaum muslimin dan muslimat
Sama-sama memakai mukena bagi wanita
Kita bisa bertemu dengan warga
Disekitar kita yang datang ke Mesjid
Hanya di bulan Ramadhan dan
Saling bersalaman jelang pulang
Anak sekolahpun ramai ke Mesjid
Mereka harus mendapatkan tanda tangan Imam
Membuat Mesjid tetap ramai
Walau puasa sudah berjalan
Lebih dari separoh waktu
Kadangkala ketika Tarawih & Witir berlangsung
Serbagian dari mereka
Malah asyik bergelut
Dan pura-pura duduk ketika
Tiba waktunya duduk dan memberi salam
Tak jauh beda dengan jamanku dulu seusia itu
Bengkulu, 8 September 2009
Hanifah Damanhuri
Puji Syukur kupanjatkan padaMu Ya Allah
Yang telah memberikan:
Kesempatan
Kesehatan
Kekuatan
Keinginan
Kebahagiaan
Untuk meramaikan Mesjid
Alhamdulillah
Sampai malam ini
Aku masih bisa melaksanakan
Sholat Isya
Dengar ceramah
Sholat Tarawih dan Witir
Di Mesjid dekat rumahku
Ada perasaan tentram
Ketika berada di Mesjid
Kepala yang biasa suka pusing
Terasa plong
Apalagi kalau yang menjadi imam
Memiliki suara yang merdu dan
Ayat yang dibaca serta kecepatannya
Sesuai kehendak makmum
Pandai pula berceramah
Dengan kaji yang berbobot
Rugi sekali rasanya tidak ke Mesjid
Di Mesjid semua atribut di lepas
Status sama
Sama-sama kaum muslimin dan muslimat
Sama-sama memakai mukena bagi wanita
Kita bisa bertemu dengan warga
Disekitar kita yang datang ke Mesjid
Hanya di bulan Ramadhan dan
Saling bersalaman jelang pulang
Anak sekolahpun ramai ke Mesjid
Mereka harus mendapatkan tanda tangan Imam
Membuat Mesjid tetap ramai
Walau puasa sudah berjalan
Lebih dari separoh waktu
Kadangkala ketika Tarawih & Witir berlangsung
Serbagian dari mereka
Malah asyik bergelut
Dan pura-pura duduk ketika
Tiba waktunya duduk dan memberi salam
Tak jauh beda dengan jamanku dulu seusia itu
Bengkulu, 8 September 2009
Hanifah Damanhuri
Sabtu, 05 September 2009
MENGAJI
MENGAJI
Terbayang-bayang tulisan bung RA tentang mengaji
“ Mengaji baca
Menagji bisa
Menagji makna
Mengaji rasa
Mengaji diri “
Dulu aku sering membaca AlQuran
Apalagi ketika sedang hamil
Mamaku memyarankan agar aku membaca
Surat Yusuf, Ibrahim. Lukman, …
Tapi aku jarang membaca terjemahannya
Sehingga tidak tau apa maksud yang dibaca
Kata ustadz
Selesai membaca AlQuran dengan suara keras
Perasaan jadi lega
Jadi mengaji bagiku saat itu
Biar perasaan jadi lega
Anak-anakku sudah beberapa kali khatam Quran
Aku jadi malu
Kalah telak sama anak-anak
Aku coba pula beringsut-ingsut membacanya
Direntang waktu setahun labih
Akhirnya aku pernah khatam sekali
Itupun mengaji tanpa mengerti yang dibaca
Selesai Ramadhan tahun yang lalu
Aku coba beringsut-ingsut lagi megaji
Tapi aku sudah mulai membaca terjemahannya
Anehnya kalau mengaji
Mata cepat mengantuk
Entah setan apa yang bertengger dimata
Sehingga kadang tak sempat membaca terjemahannya
Untuk mengejar target biar bisa khatam
Hari ini aku termenung
Mana yang lebih baik
Khatam berkali-kali
Tanpa tau apa maksud yang dibaca
Atau tak perlu buru-buru
Tapi tau apa yang dibaca
Aku mengaku bahwa
AlQuran sebagai petunjuk hidup
Tapi aku termasuk orang yang rugi
Banyak petunjuk hidup yang tertera dalam AlQuran
Tak sepenuhnya ku ikuti
Semoga masih ada waktu bagiku
Untuk belajar mengaji
Mengaji baca
Mengaji bisa
Mengaji makna
Menagji rasa
Mengaji diri
Ya Allah
Yang Maha Pengasih
Berikanlah hamba kesempatan dan kemudahan
Agar bisa memahami AlQuran
Sebagai penuntun hidup
Amin Ya Rabbal Alamin
Bengkulu, 2 Agustus 2009
Hanifah Damanhuri
NB. CATATAN BUNG RA
“a. Mengaji baca : sederhananya adalah ibarat kita harus bisa membaca. Misalnya adalah seperti ketika kita pertama-tama belajar mengeja huruf arab dalam belajar mengaji.
b. Mengaji bisa : sederhananya adalah ibarat ketika kita telah tahu cara membaca huruf, lalu tahu pula panjang-pendek dan tajwid nya maka kita menjadi lancar membaca Al-Quran
c. Mengaji makna : sederhananya adalah ibarat ketika kita mulai membaca arti dari setiap ayat yang kita baca dlm Al-Quran. Kita mulai dari membaca terjemahannya,....lalu kita teruskan dengan mengerti tentang sejarah turunnya ayat,....lalu kita lanjutkan dengan memaknai tafsirnya (baik dalam bentuk yang tersurat maupun dalam bentuk yang tersirat),.......dts...dst hingga kita lanjutkan dengan mengupas hadist-hadist yang berkorelasi dengan setiap ayat.
d. Mengaji rasa : sederhananya adalah ibarat ketika membaca BISMILLAH (misalnya), maka lidah kita mengucapkannya.....saat itu telinga kita mendengarnya....dan secara otomatis fikiran kita tahu apa arti kata BISMILLAH tersebut......maka saat itu kita juga HARUS BISA MERASAKAN seperti apa BISMILLAH itu di DALAM HATI KITA.
e. Mengaji diri : sederhana nya adalah ibarat kita sudah bisa merasakan rasa BISMILLAH itu di dalam hati kita, maka KITA HARUS TAHU apa dan bagaimana hati kita itu dan dimana letaknya BISMILLAH itu dalam diri kita.
Terbayang-bayang tulisan bung RA tentang mengaji
“ Mengaji baca
Menagji bisa
Menagji makna
Mengaji rasa
Mengaji diri “
Dulu aku sering membaca AlQuran
Apalagi ketika sedang hamil
Mamaku memyarankan agar aku membaca
Surat Yusuf, Ibrahim. Lukman, …
Tapi aku jarang membaca terjemahannya
Sehingga tidak tau apa maksud yang dibaca
Kata ustadz
Selesai membaca AlQuran dengan suara keras
Perasaan jadi lega
Jadi mengaji bagiku saat itu
Biar perasaan jadi lega
Anak-anakku sudah beberapa kali khatam Quran
Aku jadi malu
Kalah telak sama anak-anak
Aku coba pula beringsut-ingsut membacanya
Direntang waktu setahun labih
Akhirnya aku pernah khatam sekali
Itupun mengaji tanpa mengerti yang dibaca
Selesai Ramadhan tahun yang lalu
Aku coba beringsut-ingsut lagi megaji
Tapi aku sudah mulai membaca terjemahannya
Anehnya kalau mengaji
Mata cepat mengantuk
Entah setan apa yang bertengger dimata
Sehingga kadang tak sempat membaca terjemahannya
Untuk mengejar target biar bisa khatam
Hari ini aku termenung
Mana yang lebih baik
Khatam berkali-kali
Tanpa tau apa maksud yang dibaca
Atau tak perlu buru-buru
Tapi tau apa yang dibaca
Aku mengaku bahwa
AlQuran sebagai petunjuk hidup
Tapi aku termasuk orang yang rugi
Banyak petunjuk hidup yang tertera dalam AlQuran
Tak sepenuhnya ku ikuti
Semoga masih ada waktu bagiku
Untuk belajar mengaji
Mengaji baca
Mengaji bisa
Mengaji makna
Menagji rasa
Mengaji diri
Ya Allah
Yang Maha Pengasih
Berikanlah hamba kesempatan dan kemudahan
Agar bisa memahami AlQuran
Sebagai penuntun hidup
Amin Ya Rabbal Alamin
Bengkulu, 2 Agustus 2009
Hanifah Damanhuri
NB. CATATAN BUNG RA
“a. Mengaji baca : sederhananya adalah ibarat kita harus bisa membaca. Misalnya adalah seperti ketika kita pertama-tama belajar mengeja huruf arab dalam belajar mengaji.
b. Mengaji bisa : sederhananya adalah ibarat ketika kita telah tahu cara membaca huruf, lalu tahu pula panjang-pendek dan tajwid nya maka kita menjadi lancar membaca Al-Quran
c. Mengaji makna : sederhananya adalah ibarat ketika kita mulai membaca arti dari setiap ayat yang kita baca dlm Al-Quran. Kita mulai dari membaca terjemahannya,....lalu kita teruskan dengan mengerti tentang sejarah turunnya ayat,....lalu kita lanjutkan dengan memaknai tafsirnya (baik dalam bentuk yang tersurat maupun dalam bentuk yang tersirat),.......dts...dst hingga kita lanjutkan dengan mengupas hadist-hadist yang berkorelasi dengan setiap ayat.
d. Mengaji rasa : sederhananya adalah ibarat ketika membaca BISMILLAH (misalnya), maka lidah kita mengucapkannya.....saat itu telinga kita mendengarnya....dan secara otomatis fikiran kita tahu apa arti kata BISMILLAH tersebut......maka saat itu kita juga HARUS BISA MERASAKAN seperti apa BISMILLAH itu di DALAM HATI KITA.
e. Mengaji diri : sederhana nya adalah ibarat kita sudah bisa merasakan rasa BISMILLAH itu di dalam hati kita, maka KITA HARUS TAHU apa dan bagaimana hati kita itu dan dimana letaknya BISMILLAH itu dalam diri kita.
DOA ANAKKU IJUL
DOA ANAKKU IJUL
“ Mudahan-mudahan Ijul anak ibu
Mejadi anak yang taat kepada Allah
Doa orang-orang yang taat sangat ijabah ”
Kata bapak ABP menjelaskan padaku
Ketika kuberitahu tentang anak lelakiku
Kulanjutkan membaca pesan bapak ABP
“ Adalah masuk syurga
Mereka yang membaca AlQuran
Untuk dirinya dan untuk ibu bapaknya
Bilang sama anak ibu
Kalau anak ibu ingin ayah dan ibu masuk syurga
Bacalah AlQuran “
Alhamdulillah
Kupanjatkan puji dan syukur padaMu Ya Allah
Engkau titipkan anak-anak yang rajin mengaji padaku
Ini doa yang dipasang anak lelakiku
Ketika usiaku tepat berusia 47 tahun
Pada tanggal 15 Agustus 2009
“ Ijul berharap Allah selalu memegang mama dengan erat
Dan berharap malaikat menjaga mama dengan ketat
Tidak hanya membuat mama tetap baik
Tapi agar mama selalu mendapat yang terbaik
Met ultah ya mama kadonya menyusul…”
Tanggal 3 September 2009
Ijul kirim SMS padaku
“Alhamd, makasih doanya ma
Nilai Ijul 80,5 dapat B+
Paling tinggi hari ini
Akhirnya bergelar sarjana
Itu kado untuk mama… “
Alhamdulillah
Terimakash Ya Allah
Engkau berikan kebahagiaan yang tak terhingga
Kepada keluargaku
Bengkulu, 5 September 2009
Hanifah Damanhuri
“ Mudahan-mudahan Ijul anak ibu
Mejadi anak yang taat kepada Allah
Doa orang-orang yang taat sangat ijabah ”
Kata bapak ABP menjelaskan padaku
Ketika kuberitahu tentang anak lelakiku
Kulanjutkan membaca pesan bapak ABP
“ Adalah masuk syurga
Mereka yang membaca AlQuran
Untuk dirinya dan untuk ibu bapaknya
Bilang sama anak ibu
Kalau anak ibu ingin ayah dan ibu masuk syurga
Bacalah AlQuran “
Alhamdulillah
Kupanjatkan puji dan syukur padaMu Ya Allah
Engkau titipkan anak-anak yang rajin mengaji padaku
Ini doa yang dipasang anak lelakiku
Ketika usiaku tepat berusia 47 tahun
Pada tanggal 15 Agustus 2009
“ Ijul berharap Allah selalu memegang mama dengan erat
Dan berharap malaikat menjaga mama dengan ketat
Tidak hanya membuat mama tetap baik
Tapi agar mama selalu mendapat yang terbaik
Met ultah ya mama kadonya menyusul…”
Tanggal 3 September 2009
Ijul kirim SMS padaku
“Alhamd, makasih doanya ma
Nilai Ijul 80,5 dapat B+
Paling tinggi hari ini
Akhirnya bergelar sarjana
Itu kado untuk mama… “
Alhamdulillah
Terimakash Ya Allah
Engkau berikan kebahagiaan yang tak terhingga
Kepada keluargaku
Bengkulu, 5 September 2009
Hanifah Damanhuri
Langganan:
Postingan (Atom)