Senin, 24 Mei 2010

MAK ITAM, MAK SIRAH, MAK UTIAH

MAK ITAM, MAK SIRAH, MAK UTIAH

Mak Itam
Kulik itam mangkilek samparono
Bantuak gagah, pujaan di jaman Bulando
Rajo jalanan di ranah bundo
Sangaik badaso kahadiranno
Manyimpan banyak carito
Tukang uruk nan badaso
Sajak umua mak itam alah tuo
Banyak diam dari bakarajo


Mak Sirah
Kulik sirah
Bantuak ikan sirah
Gagah
Mewah
Ramah
Tinngano jauh dari ranah
Alun kenal jo ranah
Alun mungkin dibaok ka ranah

Mak Utiah
Kulik sabana putiah
Bantuak ikan putiah
Sagalo atribut balabiah
Mancaliak no mato jadi mamutiah
Tingga di nagari rang kulik putiah
Cigin larino labiah dari kudo putiah
Kalau buliah mamiliah
Mari kito piliah mak utiah

Mak Itam
Mak Sirah
Mak Utiah
Alah manyita paratian
Bung Kurnia & Da Nofrin
Nan manginginkan
Katigo mamak, badunsanak di ranah
Mambao barakah untuak ranah
Ayo awak dukuang basamo

Bengkulu, 23 Mei 2010


Hanifah Damanhuri

Kamis, 20 Mei 2010

TEGAR

TEGAR

Tak berhenti dihujat
Sejak bergulirnya kasus bank Century
Tak banyak berpengaruh kepenampilannya
Yang tampil cantik dan tanpa beban
Kelihatan dari raut wajahnya
Jiwa yang kuat dan tegar
Itulah dia Skrikandi Indonesia saat ini
Sri Mulyani Indrawati (SMI)
Yang akhirnya SMI jatuh asap

Sering kekuatan konspirasi
Mematikan karakter seseorang
Bahkan mematikan langkah seseorang
Yang barangkali berpeluang
Menjadi orang besar

Dalam situasi begitu
Seseorang boleh dikatakan
Sedang menghadapi tembok yang tinggi
Kata Prof Suheimi memberikan solusi
“Berdoalah meminta petunjuk dari-NYA”

Aku setuju dengan nasehat beliau
DIA yang Maha Kuasa
DIA yang Maha Mengetahui
DIA yang Maha Pengasih
Sesuai dengan janji-NYA
DIA akan menyelamatkan orang yang dikehendaki

Kadangkala
Logika matematika
Tak mampu menyelesaikan semua persoalan
Akhirnya campur tangan-NYA jua
Yang menyelesaikan persoalan
Tentu dengan memohon doa pada-NYA

Tegar tanpa beban
Impian setiap manusia
Jadikanlah aku
Orang yang menerima kebaikan-MU Ya ALLAH
Semoga Engkau mengabulkannya


Bengkulu, 21 Mei 2010


Hanifah Damanhuri

Senin, 17 Mei 2010

HARAP-HARAP CEMAS

HARAP-HARAP CEMAS

Berbeda ketika aku mengikuti
Ujian seleksi masuk ke PT ternama di Indonesia
Waktu itu usia masih muda
Stamina masih prima

Aku tak punya beban apa-apa
Andai aku tidak lulus
Aku masih punya kesempatan
Mengulang lagi di tahun depannya

Alhamdulillah waktu itu
Aku langsung lulus
Walau aku sempat merasakan
Cita-citaku patah ditengah jalan

Entah karena ingin memenuhi cita-cita mamaku
Atau panggilan hati nurani
Di usia yang sudah tidak lagi muda
Aku kembali menjalani seleksi masuk PT

Kendati ujian bisa kulaksanakan
Percaya diriku tak seperti dulu
Banyak faktor yang mempengaruhiku
Membuatku harap-harap cemas

Tetapi ada pula hikmahnya
Membuatku sembahyang malam jadinya
Pekerjaan yang sangat sulit kulakukan sebelumnya
Berbagai alasan kendalanya

“Ma. mama lulus di UNP ma”, SMS Dilla
“Yang benar Dilla, lihat lagi namanya”, tanyaku
“Benar ma, namanya Hanifah”
“Alhamdulillah, doa mama terkabul”, jawabku

Aku jadi tersenyum sendiri
Teringat kalimat pamungkas
“Ke rantau bujang dahulu
Di kampung berguna belum”

Yang terjadi padalu
“Belajar dulu di kampung
Sudah pandai pergi merantau
Kalau masih kurang, kembali lagi ke kampung”

Teimakasih Ya Allah
Engkau kabulkan doa-doaku
Sehingga aku bisa membangun mimpiku
Ikut mencerdaskan bangsa di NKRI


Bengkulu, 18 Mei 2010


Hanifah Damanhuri

Rabu, 12 Mei 2010

MERENUNG

MERENUNG

Sejak tadi malam hingga kini
Cuaca di bumi Raflesia buruk sakali
Hujan dan reda datang silih berganti
Awan kelabu menyelimuti bumi
Hingga sesiang ini
Mentari tak kunjung menampakkan diri

Usai melaksanakan kegiatan rutin sehari-hari
Aku coba merenung
Merenung tentang diri sendiri

Kuingat-ingat pesan Bung Ricky Avenzora
Yang diberikan khusus untukku
Tak boleh aku berikan kepada orang lain
Sebelum aku melaksanakannya

Kuingat-ingat pula pesan datuknya
“Mulailah dengan Bismillah
Berjalanlah dengan Alhamdulillah”
“Apo nan dibuek, itu nan dapek”

Teringat pula ketika aku bercerita
Tentang sahabat-sahabatku
“Semua isi jagad raya adalah sahabat
Semua membawa kita tunduk pada-Nya”, sanggahnya

Pelajaran Bung Ricky Avenzora
Sulit dicerna dalam seketika
Butuh waktu dan pengalaman
Untuk memahami maksudnya

Lambat tapi pasti
Aku mulai memahami
Apa arti
Semua isi jagad raya
Adalah sahabat
Yang membawa kita
Tunduk pada-Nya
Alhamdulillah

Bengkulu, 13 Mei 2010


Hanifah Damanhuri

Selasa, 11 Mei 2010

UNIVERSITAS KEHIDUPAN

UNIVERSITAS KEHIDUPAN

Universitas Kehidupan adalah universitas
Penghasil manusia yang bergelar IBADI
Yang berguru pada Alam Takambang
Dengan AlQuran dan hadis sebagai pegangan

Kata guruku Prof Suheimi
“Seseorang yang akan menjadi IBADI-NYA
Adalah yang lemah lembut dalam berkata
Tidak menyombongkan diri sebagai orang yang berpunya
Sabar dalam mengharungi kehidupan”

Kata guruku Prof Suheimi menasehati

“Ketika kerjamu tidak dihargai,
maka saat itu
kau sedang belajar
tentang KETULUSAN.

Ketika usahamu
dinilai tidak penting,
maka saat itu
kau sedang belajar
tentang KEIKHLASAN.

Ketika hatimu
terluka sangat dalam,
maka saat itu
kau sedang belajar
tentang MEMAAFKAN.

Ketika kau harus lelah dan kecewa,
maka saat itu
kau sedang belajar
tentang KESUNGGUHAN.

Ketika kau merasa sepi dan sendiri,
maka saat itu
kau sedang belajar
tentang KETANGGUHAN.

Ketika kau harus membayar biaya
yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung,
maka saat itu kau sedang belajar
tentang KEMURAH HATIAN.

Tetap semangat ..
Tetap sabar ....
Tetap tersenyum ..
Terus belajar ....

Karena kau sedang menimba ilmu di universitas kehidupan..! !
TUHAN menaruhmu di tempatmu yang sekarang,
bukan karena kebetulan .....
DIA punya maksud untuk hidupmu ....
Salam“

Akupun jadi tersenyum malu
Pelajaran yang diajarkannya
Mudah disebutkan dengan kata-kata
Tetapi tak mudah melaksanakannya

Ya Allah yang Maha Penyayang
Hanya Engkau yang mampu
Memberi petunjuk dan kekuatan
Kepada seseorang yang akan jadi IBADI-MU
Jadikanlah aku IBADI-MU
Amin YRA

Bengkulu, 12 Mei 2010


Hanifah Damanhuri

BAHASA IBU

BAHASA IBU

Adat dan budaya serta bahasa
Berlaku salingka Nagari di Ranah Minang
Ketika sudah mulai keluar dari Nagari
Dan berkumpul dengan orang berlainan Nagari
Walau Nagari bersebelahan
Kadang perbedaan menjadi pertengkaran
Kadang perbedaan menambah erat persahabatan

Terasa baru kemaren rasanya
Ketika teman-teman kos kakakku di Padang
Tertawa mendengar kata-kataku
“Sia di dalam kamar mandi”, tanya tante Yur
“Aden”, jawabku
“Ha ha ha”, dia tertawa ke temannya
Akupun ditatar agar tidak ber “Aden”

Pulang dari liburan
Aku memanggil nama sendiri untuk diri
Aku juga melarang orang jangan ber’Kau” ke aku
“Alah, baru libur ka Padang, sombong”
Begitu kata teman-temanku sekampung
Dari pada jadi orang asing di kampung sendiri
Aku kembali berbahasa ibu

Beranjak ABG
Kembali bahasa ibu menjadi masalah
Terutama ketika libur
Kadang saudara yang kekampung
Kadang aku yang ke kota
Saudaraku sering tertawa
Ketika aku berkata-kata

Biar tidak diketawakan lagi
Aku dan beberapa temanku
Berbahasa Indonesia setiap hari
Sebutan “Aden dan Kau”
Berganti “Lu dan Gua”
Tak peduli orang berkata apa
Sesekali berbahasa ibu

Ketika sudah merantau
Bahasa ibu ditinggalkan sama sekali
Anehnya
Ketika rindu kampung
Rindu sanak saudara
Kami memilih berbahasa ibu
Dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan

Selucu-lucunya bahasa ibu
Sekasar-kasarnya logat bahasa ibu
Ketika sudah jauh dari rumah ibu
Bahasa ibu
Membantu mengingat kembali
Kenangan indah tentang suatu komunitas
Lengkap dengan adat dan budayanya


Bengkulu, 27 April 2010


Hanifah Damanhuri

BAPAK ZAHARNI

BAPAK ZAHARNI

Bapak Zaharni adalah guru SMPku
Aljabar matapelajaran yang dia asuh
Kepiawaiannya mengajar
Badannya yang besar dan ganteng
Dengan senyum terukir dibibir
Membuat bapak Zaharni menjadi guru idola

Aku dan teman-teman
Senang sekali kalau disuruh ke depan
Apalagi kalau soal yang beliau berikan
Dapat kami selesaikan dengan benar

Bapak Zaharni tak hanya pandai mengajar
Beliau seorang Kepala Sekolah yang berwibawa
Beliau selalu ikut di acara kemah Pramuka
Kami para murid SMP Banuhampu
Yang sebagian besar berasal dari Banuhampu
Memiliki kedekatan emosional satu sama lain
Dengan bapak Zaharni kami sangat dekat

Karena kesibukannya sebagai KepSek
Beliau meminta bantuan guru baru
Untuk menggantikannya mengajar Aljabar
Kami menolak pergantian tersebut
Dan melakukan demo
Dengan tuntutan
Kami hanya mau belajar Aljabar
Kalau yang mengajar bapak Zaharni
Pukulan penggaris di telapak tangan kami
Tak menyurutkan aksi kami
Akhirnya bapak Zaharni menyerah

Siapa nyana
Akupun menjadi guru matematika
Bayangan cara mengajar bapak Zaharni
Ketika mengajarkan Aljabar
Selalu bermain dipelupuk mata
Tak mudah menyamainya
Apalagi ketika yang dihadapi
Mahasiswa yang tak suka matematika

Andai banyak guru matematika
Sekaliber bapak Zaharni
Banyaklah siswa
Yang akan menyukai matematika

Selain mengajar di SMP Banuhampu
Bapak Zaharni juga mengajar di Thawalib Parabek
Isna Rais, Zaim Rais, Elviani Rais, Isnarmi
Adalah diantara murid-murid beliau
Yang telah mengharumkan nama Thawalib Parabek

Dengan segenap rasa hormat
Dalam rangka HarDikNas
Izinkan aku mengucapkan
Terima kasih bapak Zaharni
Terima kasih para guru yang lainnya
Atas jasa dan pengabdianmu
Semoga Allah membalasnya
Dengan balasan yang setimpal
Amin Ya Rabbal Alamin


Bengkulu, 4 Mei 2010


Hanifah Damanhuri