Minggu, 25 November 2012

BUNDA FUADRI PASTILAH WANITA ISTIMEWA



BUNDA FUADRI PASTILAH WANITA ISTIMEWA

Kado istimewa di hari ultah perkawinanku
Dari Fuadri sahabatku
Telah menggetarkan sukmaku
Aku tersanjung sekaligus malu
Aku belum sehebat Bunda yang diceritakannya
Yang telah melahirkan dan membesarkannya dengan cinta

Secara fisik sahabatku Fuadri
Terlahir tidak sempurna
Bertolak belakang dengan Bapaknya
Guru olah ragaku di SMA
Lelaki gagah, tinggi dan besar
Tetapi Fuadri sangat mandiri

Seperti yang pernah dilantunkannya
Bagaimana caranya menerima dirinya
Yang membuatku terkesima dan salut
Tentu sang Bunda Fuadrilah
Yang paling berperan
Menghantarkan Fuadri mampu menerima dirinya

Aku yakin dan percaya
Bunda Fuadri pastilah wanita istimewa
Yang memiliki cinta
Yang berpikiran maju
Sehingga mampu menghantarkan sang putra
Berbakti kepada orang tua, Agama, Nusa dan Bangsa

Ingin rasanya aku belajar pada Bundamu Fuadri
Bagaimana cara mencintai buah hati
Ceritakanlah padaku
Bagaimana Bundamu
Melepas dirimu
Sehingga dirimu mampu mandiri

Padang, 21 Juli 2012

Hanifah Damanhuri


INSAN YANG MENJABAT SEBAGAI BUNDA
( Persembahan Untuk Sahabatku HANIFAH DAMANHURI)

Masih tampak tegar meski ringkih dalam renta usia, aurapun masih membiaskan ribuan arti dari guratan keriput di wajah yang mempesona, anggun keibuan, tiada berubah sejak saat dalam buaian, hingga kini. Dekapan pun tak berubah, luruh
memberikan kenyamanan dan kehangatan.

Memang Jemari itu tak lagi lentik, namun selalu fasih
menyulam kata pinta, membaluri sekujur tubuh dengan doa-doa

Kaki tampak goyah, tak lagi kokoh menopang tubuh.
Telapak tempat syurga itu pun penuh bekas luka bernanah, pemakna
perjuangan menapak sulitnya kehidupan

Ibunda...
Engkaulah sesungguhnya anugerah terindah untukku
Sejak dalam rahim, aliran tubuh ini tak pernah henti merasakan cinta dan kasih mu yang tak bertepi

Rasa takjub mengiringi berdirinya bulu roma disekujur badan tatkala mengingat jihadmu selama sembilan bulan bersenjatakan kerelaan, keikhlasan dan kesabaran membelai dan melindungiku di rahim mu sampai saat aku disunahkan menghirup udara bumi.

Dan semakin mengganda rasa takjub ini ketika mendengar jihadmu saat melahirkanku.
Kau ikhlaskan sakitmu, kau relakan darahmu tumpah bahkan kau pertaruhkan selembar nyawa untuk aku buah hatimu

Wahai Rabb, Saat kaki ini telah kuat menjejak tanah dan tanganpun
terkepal ke angkasa saat mampu menggapai dunia bahkan menundukannya, dan disaat kemewahan dan popularitas telah berada di pangkuan, tuntunlah dan jagalah hati,pikiran,lidah dan laku hamba agar selalu dalam bingkai ketaatan

Ya Malikul mulk ingatkan selalu hamba untuk ikhlas berbakti pada bunda. Dan jangan tutup kesempatan itu.
Ridhokanlah segala apa yang hamba gapai adalah anuggrah yang hendak hamba persembahkan pada bunda.

Wahai Pemegang Arash, jangan biarkan lisan ini menyakiti hati bunda, jangan Engkau biarkan laku hamba melukai jiwa bunda

Ya Rahman Ya Rahim, limpahkanlah kedalam perbendaharaan hati ini rasa sayang, rasa takzim hamba yang tiada putusnya pada bunda

Sadarkan hamba ya Allah akan tugas dan kewajiban hamba untuk berbakti selama hayat hamba.

Ya Quddus, izinkan hamba untuk senantiasa takjub pada perempuan2 yg menjaga rahimnya dan mengikhlaskannya untuk dititipi amanah melalui jalan yang Engkau halalkan semata2 demi berjihad untukMu

Fuad 20/07/2012 ( Kado HARI jADI PERNIKAHANMU sahabatku )

BELAJAR DARI SAHABATKU FUADRI



BELAJAR DARI SAHABATKU FUADRI

“Mato condong ka nan rancak
Salero condong ka nan lamak”
Begitu salah satu pameo
Yang beredar di tengah masyarakat

Ketika disadari diri
Memiliki kelemahan disana sini
Muncul kesedihan dalam diri
Kadang menyesali kenapa terlahir di dunia ini

Seiring berjalannya waktu
Ilmu dan pengalaman ikut membantu
Bahwa tak selamanya pameo itu berlaku
Tak sempurna lahir tak halangi diri untuk maju

Hal itu dicontohkan oleh sahabatku Fuadri
Dimana-mana hatinya senang
Dimana-mana sahabatnya banyak
Fuadri beritahu aku, caranya menampilkan diri

Sebenarnya aku telah mengenalnya sejak di SMA
Beda kelas membuat kami tak pernah bertegur sapa
Alhamdulillah
Sekarang kami diizinkan-Nya untuk saling menyapa dan berbagi

Terima kasih Ya Allah
Atas Rahmat dan Hidayah-Mu
Banyak jalan yang Engkau bentangkan
Supaya aku belajar mensyukuri nikmat-Mu


Padang, 7 Juli 2012


Hanifah Damanhuri

CARAKU MENAMPILKAN DIRIKU
Oleh: Fuady S.H

Sungguh!
Aku bukanlah sosok ideal untuk sebuah persahabatan karena tampilan fisikku tidak memungkinkan untuk itu
Dan aku tak ingin itu jadi hambatan karena aku meyakini bahwa itu tidak akan merugikan

Sungguh! Aku tidak ingin mengingkari sunah ku.Dan akupun tidak ingin sahabatku terbebani karenanya Aku tidak ingin memintamu ini dan itu. . Aku hanya ingin kau dapat menerima inilah diriku.

Sahabat.........
Sungguh! Aku tak ingin kau jadikan dirimu pelita yang menerangi gulita kalbuku, tapi membuatmu tak berarah kala aku redup. Aku tak ingin dirimu menjadi anak tangga yang menyanggaku saat ku ingin berdiri yang lebih tinggi, tapi mematahkan mimpimu kala aku rapuh. Aku tak ingin kau jadikan dirimu semilir angin yang mengantar bidukku arungi samudra, tapi menghempasmu kala karang menerjang. Aku cuma ingin menjelma jadi setitik pemicu dalam aliran darahmu, bersemayam di relung alam bawah yang menopang untuk maju merengkuh saujana.

Aku sangat menghormati pribadimu, aku sangat tersanjung atas kesediaanmu menerima aku sebagai sahabat

. Aku bahkan tidak berharap kau memahamiku. Karena persahabatan itu indah dan kokoh jika saling memposisikan pada jalur empati bukan sekedar memberi simpati. Jangan pernah memaksa dirimu untuk mengasihaniku. Karena itu akan menyakitiku. …

Aku mengagungkan persahabatan dalam bingkai silaturrahim
Sungguh! Izinkan aku menghargaimu dengan sederhana. Karena… Inilah caraku memelihara silaturrahim......!

~fuad kasihbundo 07/07/2012

Kamis, 22 November 2012

IMPIANKU DI HARI TUA

IMPIANKU DI HARI TUA

Kutinggalkan kampungku yang indah
Di lembah Merapi dan Singgalang
Tempatku dilahirkan dan dibesarkan
Dengan penuh kasih sayang
Orang tuaku
Saudaraku
Dunsanakku sesuku
Dunsanakku sekampung
Tak bisa kulukiskan dengan kata-kata
Indahnya adat dan budaya dikampungku
Apalagi waktu itu
Umumnya warga kampung sejahtera
Hasil penjualan sayur mayur
Melebihi dari cukup
Pada bulan-bulan tertentu
Hampir setiap sore kami ke pesta
Pesta dengan makan berjamba
Warga akan menghentikan pekerjaannya
Dan bersiap-siap menuju mesjid
Ketika sudah ada tanda
Waktu sholat masuk
Membuat mesjid selalu ramai
Surau batu ramai di malam hari
Oleh suara anak-anak yang mengaji
Bertemu di mesjid
Bercengkerama sesudah sholat dan berdoa
Menjadi kebiasaan pula
Bagi sebagian warga
Hingga banyak orang tua
Memilih menghabiskan hari tua
Kembali ke kampungku
Di antara aku bersaudara
Hanya aku yang terlahir di rumah
Rumah baru
Rumah mewah
Dikelilingi kolam dan sawah
Aku pula yang paling lama
Menempati rumah
Entah panggilan tempat kelahiran
Aku selalu rindu pulang kerumah
Menikmati indahnya
Sekeping sorga yang terlempar kedunia
Ingin kulihat lagi
Matahari terbit dibalik Merapi
Ingin kulihat lagi
Sayuran tumbuh dan berkembang
Ingin kulihat lagi
Matahari terbenam di balik kaki Singgalang
Ingin kulihat lagi
Pelangi menghiasi langit dan gunung
Ingin kulihat lagi
Rembulan dan taburan bintang gemintang
Keindahan yang tiada tara dan tiada duanya
Beberapa hari yang lalu
Usiaku tepat 46 tahun
Tua belum,muda terlampau
Hari ini aku melamun dan bermimpi
Kalau umurku panjang
Kelak di hari tua
Aku ingin menghabiskan waktuku
Di kampung kelahiranku
Semoga Allah mengabulkannya
Bengkulu, 18 Agustus 2008
Hanifah Damanhuri

Komunikasi Antara Aku dan Bung Ricky Avenzora



Komunikasi Antara Aku dan Bung Ricky Avenzora

Tanggapan  sahabatku
Membuatku terkejut dan tercengang
Aku teringat nasehat Bung RA dua tahun yang lalu
Tentang komunikasi kami yang singkat di milis RN
Kucari dan kuperiksa tulisan-tulisan Bung RA
Akhirnya kutemukan tulisan Bung RA
Yang menanggapi tulisanku “MERENUNG”

Kemampuan Bung RA membaca yang tersuruk
Jauh-jauh hari telah mengingatkanku
Tentang akan beragamnya
Pandangan orang lain terhadap komunikasi kami di milis RN
Waktu itu aku tak begitu memperhatikan nasehatnya
Nasehat-nasehatnya yang lain
Yang ditulis dalam bahasa tingkat tinggi
Telah memusingkan kepalaku memahaminya

Beberapa bulan yang lalu
Aku dan Bung RA
Kembali berkomunikasi di FB
Dalam bahasa lebih suka-suka
Kadang memakai bahasa ibuku
Nasehatnya diberikan dalam canda dan tawa

Suatu hari Bung RA memintaku
Untuk tidak menulis yang tidak bermanfaat lagi
Aku ambil langkah aman
Aku copas tulisan Bung RA dan kubingkai
Aku berharap ada manfaat yang didapat pembaca
Ternyata
Memang beragam tanggapan pembaca

Padang, 1 Maret 2012


Hanifah Damanhuri



MERENUNG
 
Sejak tadi malam hingga kini
Cuaca di bumi Raflesia buruk sakali
 Hujan dan reda datang silih berganti
Awan kelabu menyelimuti bumi
Hingga sesiang ini
Mentari tak kunjung menampakkan diri
 
Usai melaksanakan kegiatan rutin sehari-hari
Aku coba merenung
Merenung tentang diri sendiri
 
Kuingat-ingat pesan Bung Ricky Avenzora
Yang diberikan khusus untukku
Tak boleh aku berikan kepada orang lain
Sebelum aku melaksanakannya
 
Kuingat-ingat pula pesan datuknya
“Mulailah dengan Bismillah
Berjalanlah dengan Alhamdulillah”
“Apo nan dibuek, itu nan dapek”
 
Teringat pula ketika aku bercerita
Tentang sahabat-sahabatku
“Semua isi jagad raya adalah sahabat
Semua membawa kita tunduk pada-Nya”, sanggahnya
 
Pelajaran Bung Ricky Avenzora
Sulit dicerna dalam seketika
Butuh waktu dan pengalaman
Untuk memahami maksudnya
 
Lambat tapi pasti
Aku mulai memahami
Apa arti
Semua isi jagad raya
Adalah sahabat
Yang membawa kita
Tunduk pada-Nya
Alhamdulillah
 
Bengkulu,
13 Mei 2010
 
 
Hanifah
Damanhuri



TANGGAPAN BUNG RA Tanggal 14 Mei 2010


Dear Uni Iffah,
1. Terima kasih atas email yang Uni forward kan.
2. Dalam banyak  sisi saya merasa malu karena nama saya harus ikut disebut dalam keindahan kata dari Puisi Merenung yang Uni tulis. Sungguh nama saya tidaklah bernilai apa-apa dibandingkan dengan keindahan dan kedalaman makna dari aliran fikir serta rasa yang terkandung dalam puisi Uni itu.
3. Di satu sisi, saya bersyukur dan ikut berbahagia karena kembali Sang Ilahi telah memberikan hidayah NYA pada saya untuk menyaksikan kebenaran janji NYA kepada setiap makhluk NYA  yang memenuhi janji pula kepada Sang Ilahi.
Dalam segala kebodohan yang saya miliki, saya melihat dan merasakan bahwa aliran alam akal dan alam rasa yang Uni miliki telah "hidup" dalam rangkaian tulisan Uni. Tulisan Uni telah hidup dan membangun jiwa nya sendiri. Selamat ya Ni.   
4. Berkaitan dengan istilah "pencerahan" yang Uni pakai, saya fikir dan saya yakini komunikasi yang terjadi antar kita bukanlah masuk dalam kategori "pencerahan" sama sekali.
Saya  sama sekali tidak pernah berfikir dan berniat untuk memberikan pencerahan pada Uni. Dalam keyakinan saya, kalaupun ada aliran fikir dan/atau rasa yang tertuang dalam kata ketika berkomunikasi dengan Uni maka itu semata-mata hanyalah "catatan kehidupan" (bukan "catatan hidup") yang telah sampai waktunya.
Setiap kata dan kalimat  yang Uni baca dalam komunikasi saya dengan Uni adalah "hak kehidupan" yang tertulis dalam "catatan kehidupan" yang Uni miliki. Begitu pula sebaliknya ketika ada kata dan kalimat yang saya baca dari Uni.   
Jika tidak ada hak yang tertulis dalam "catatan kehidupan" seseorang, maka sampai kapanpun tidak akan ada satupun "pintu kehidupan" yang terbuka baginya untuk meraih sesuatu yang dia inginkan.
Jika memang ada "hak" nya, maka masa  pasti akan membawakan waktu agar "catatan kehidupan" tersebut mewujud dalam "catatan hidup" seseorang. 
Suatu kali "catatan kehidupan" itu akan dikatakan syahdu menyenangkan dan bernilai oleh orang yang memilikinya, tapi pada saat lain "catatan kehidupan" itu akan dia katakan menyakitkan dan menimbulkan benci.
Padahal, "catatan kehidupan" adalah tetap "catatan kehidupan", apapun itu harus disyukuri ketika masa yang berjalan telah membawakan sampainya waktu untuk menghantarkan "catatan kehidupan" itu mewujud menjadi "catatan hidup" orang yang memilikinya. 
Ketika tangan kanan berbahagia untuk selalu menjadi tangan yang lebih dahulu untuk menyentuh semua yang dianggap baik dan membahagiakan oleh manusia, lihatlah tangan kiri ternyata tidak pernah merasa malu ketika dia harus kembali bertugas membersihkan najis dari dubur sang manusia.
Tangan kanan memang selalu dituliskan dan diajarkan agar selalu mengambil bagian yang oleh si pemiliknya dianggap baik dan membahagiakan.
Tangan kanan memang memuji dan dipuji, tetapi ternyata ketika menghadap ILAHI maka rupanya hanya tangan kiri lah yang dijinkan untuk bisa langsung menyentuh tubuh sang Muhammad ataupun jasadnya yang telah mati dan dimatikan. 
Menyadari hal itu semua, maka selama ini saya tidak pernah mau mencuatkan istilah "guru dan murid" antara saya dengan siapapun yang sedang berkomunikasi dalam mendikusikan "hidup dan kehidupan". Untuk itulah maka saya menganggap istilah "pencerahan" yang Uni pakai tidak tepat dlm proses komunikasi kita.
5. Tanpa kita lakukan suatu test, maka saya sangat yakin bahwa berbagai komunikasi kita dulu di RN adalah akan mempunyai arti berbeda-beda bagi kawan-kawan lain yang ikut membaca komunikasi kita.
Bagi sebagian orang,  barangkal komunikasi kita tersebut hanya menimbulkan cibiran dibibirnya.
Bagi sebagian lain, barangkali menimbulkan fikiran yang berujung pada pengetahuan yang dia rujukan  pada buku yang pernah dia baca ataupun membandingkan serta mempertentangkannya dengan ajaran yang pernah dia dengar serta ketahui.
Pada sebagian orang lain, mungkin menimbulkan rasa yang berujung pada empati, simpati ataupun antipati.
Barangkali pula pada segelintir orang menggugah fikir dan rasanya bersamaan atau berurutan dan kemudian membangunkan ilmu yang ada didalam dirinya.
Semua itu adalah hak mereka sesuai "catatan kehidupan" yang mereka miliki.
6. Ketika ilmu yang ternyata bangun, maka hati-hatilah dalam membedakan "siang dan malam", dalam menyatukan "hitam dan putih", dalam memperlakukan "pemilik rumah dan tuan rumah", dan dalam meloncati "pagar dan terali" yang memang harus disediakan bagi mereka yang pasti akan  menjadi liar dan tak terkendali jika tidak dirantai atau dikungkung sepanjang hari.
Meskipun agak banyak "hati-hati", tetapi tidak perlu takut untuk memberikan hak pada ilmu yang bangun itu untuk ikut membangun jiwa dan menumbuhkannya menjadi tinggi hingga mencapai singgasana bijak yang diimpikan banyak orang.
Selama kita ingat bahwa bijak bukanlah untuk dipuji ataupun untuk dijadikan gelar di belakang nama diri, maka Insya Allah ilmu yang bangun tadi pasti akan menuntun kita untuk bisa semakin membuktikan kemaha Esa-an Sang Ilahi, ALLAH s.w.t.
7. Sekali lagi selamat ya Ni. Salam hormat utk Uda dan keluarga.
La haula wala quwwata illa billah.

Salam,
r.a
     
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Cerita tentang “SAHABATKU” Bung Ricky Avenzora



Cerita tentang “SAHABATKU” Bung Ricky Avenzora

Suatu hari aku mengeluh
Tentang sahabat-sahabatku
Yang menggunakan asumsinya
Untuk menghakimiku

Dia kirimi aku puisi “Sahabatku”
Untuk menenangkan aku
Sungguh
Waktu itu sulit kucerna maknanya

Seiring berjalannya waktu
Dengan sabar
Dia menuntunku
Untuk memahami makna tulisannya

Namun
Aku tak kunjung mengerti juga
Keluhan juga baru
Yang dia dengar dari mulutku

Suatu hari dia marah padaku
”Bakar semua kayu yang bersilang di dada
Bersyukurlah
Jangan merasa bangga saat dipuji
Jangan merasa terhina pada saat dihina”

Aku terdiam
Tak mampu lagi berkata-kata
….

Malam ini
Kubaca lagi “Sahabatku”
Alhamdulillah
Sudah terasa bedanya


Padang, 18 Januari 2012


Hanifah Damanhuri


SAHABAT KU
by : Bung Ricky Avenzora

Sahabatku adalah seluruh bagian jiwaku yang telah dipercayakan ALLAH pada ku.
Jiwa ku yang kata orang adalah pemarah tapi juga pengasih
Jiwa ku yang kata orang adalah kejam tapi juga penyayang.
Jika ku yang kata orang sangat keras dan kasar tapi juga halus dan lembut.
Jiwaku yang kata orang pemberani tapi juga sangat penakut.
Jiwaku yang sangat kikir tapi juga kata mereka pemurah..
Jiwaku yang biadab tetapi juga kata mereka terlihat merangkak menuju cahaya NYA.
Jiwa yang entah mengapa tidak memperdulikan neraka apalagi surga.
Jiwa yang hanya meminta untuk tetap dapat berjalan lurus menuju DIA YANG ESA.

Sahabatku adalah seluruh raga ku yang telah DIA titipkan padaku.
Tubuhku yang ternyata juga berlapis tujuh seperti langit dan lapisan di bumi.
Tubuhku yang ke empat puluh anggotanya tidak pernah mengeluh menjalankan tugas
dari Sang Maha Pencipta.
Ketika mata ku sering berpuas diri saat melihat cantiknya wanita, sedangkan
dubur ku hanya selalu menjadi tempat mengeluarkan kotoran yang bau saja.

Sahabatku adalah seluruh isi jagad raya yang telah dan akan diperkenalkan ALLAH
kepada ku.
Dari kuman di seberang lautan yang lebih sering tampak dari pada gajah yang ada
dipelupuk mata.
Dari cacing kremi yang waktu itu membuat gatal lubang pantat ku hingga gulai
ayam buatan istriku yang nikmatnya terbawa hingga ke dalam mimpi.
Dari lumpur rawa yang busuk hingga putihnya awan yang ingin ku raup ketika duduk
di kursi nomor 1 di dalam pesawat terbang saat itu.
Dari si Aminah yang terlihat cantik di dalam balutan mukena nya hingga sang
artis yang begitu menggairahkan karena pahanya yang sering terbuka.
Demikian pula si Badu yang dulu biadap mengkhianati atau si Fulan yang meninju
hidungku hingga si Benjol yang menangis karena aku tak mau menerima uang
pemberiannya disaat ia ingin menolong aku yg sedang susah.
Begitu pula ayah dan bunda ku yang kasih sayang nya pasti sepanjang masa hingga
adik-adik dan saudaraku yang kasih sayangnya bisa hanya sepanjang badan.
Demikian pula istri serta anak-anak ku yang kucinta dan ku sayang sebagai
titipan ALLAH untuk seiring berjalan menunaikan amanah hidup dan kehidupan yang
telah DIA tentukan atau hanya akan berakhir dalam nafsi-nafsi di pengadilan
Padang Mashar nanti.
Termasuk juga para hantu yang sering DIA ijinkan untuk menakut-nakuti aku hingga
matahari yang DIA terbitkan di barat pada malam hari.
Tentu juga Si Izrail, Si Mukar dan Nakir, Si Israfil, Si Ridwan dan si Malik
yang menunggu waktu untuk bertemu aku pada masa yang telah DIA tentukan.

Sahabatku adalah semua yang telah menepati janji nya seperti yang telah ditulis
di Lauful Mahfuz.
Yaitu janji untuk membantu aku bertemu Tuhan ku ataupun janji untuk merintangi
dan menguji imanku pada DIA YANG MAHA SEGALA nya.
Sahabatku adalah aku, Aku dan AKU.
Yaitu aku yang bodoh dan hina,
Yaitu Aku yg membawa cahaya kebenaran, dan
AKU yang tinggi dan harus tunduk pada DIA YANG ESA.

RS Husada
Jakarta, 2 Mei-09.
03.15 WIB
Powered by Telkomsel BlackBerry®