Selasa, 09 Maret 2010

BUKAN DATUKKU

BUKAN DATUKKU

Banyak sekali belakangan ini
Para pejabat atau orang penting
Diberi gelar DATUK X
Oleh suatu suku di suatu Nagari

Yang mendapat gelar DATUK X
Tidak harus berasal dari suku tersebut
Boleh juga orang yang diharapkan
Dapat mengayomi suku tersebut nanti
Seperti para pejabat atau orang penting
Yang memiliki wewenang
Untuk menentukan kebijakkan di rantau Y

Upacara pemberian gelar
Berlangsung sangat meriah
Diliput media massa
Dan bisa ditonton lewat layar kaca

Betapa senangnya warga suku di Nagari tersebut
Punya DATUK orang penting
Disamping bangga
Terbayang urusan jadi mudah pula

Sebagai orang Minang
Aku ikut senang
Sekaligus jadi sedih
Datuk-Datuk tersebut
Bukan dari suku di Nagariku
Beliau-beliau bukan Datukku

Andai masih ada raja Pagaruyung
Yang berkuasa di Ranah Minang
Tentu gelar kehormatan yang diberikan raja
Menjadi kebanggaan semua suku di Ranah Minang
Hariskan kita
Kembali punya raja ???

Bengkulu, 9 Maret 2010


Hanifah Damanhuri

Jumat, 05 Maret 2010

MAULID NABI

MAULID NABI

Di tengah pro dan kontra
Peringatan hari kelahiran nabi
Di Palanta Rantaunet

Di Mesjid tempat tinggalku
Beberapa malam yang lalu
Diadakan acara Maulid Nabi

Acara terlambat dari yang seharusnya
Karena susah mencari guru idola
Yang akan memberikan ceramah agama

Di musim Maulid Nabi
Atau hari besar Islam lainnya
Guru-guru idola jadi rebutan

Maulid Nabi
Dilaksanakan
Sesudah sholat Isya

Berbeda dari hari biasa
Semua orang yang terpanggil jiwanya
Datang bersama keluarga

Mesjid jadi ramai sekali
Senang hati melihat anak-anak
Berkumpul bersama

Maulid Nabi
Disamping mendengarkan ceramah
Kesempatan pula saling bersilaturrahim

Bersilaturrahim antar tetangga
Kadang jarang terlaksana
Karena kesibukan yang berbeda

Pada acara tersebut
Tak lupa para ibu
Membawa kue untuk di makan bersama

Kukira untuk tujuan yang mulia
Maulid Nabi
Sangat bermanfaat adanya


Bengkulu, 5 Maret 2010

Hanifah Damanhuri

Selasa, 02 Maret 2010

KETIKA ORANG KAYA & TOP BERSIDANG

KETIKA ORANG KAYA & TOP BERSIDANG

Hari ini
Hampir semua mata
Rakyat Indonesia
Memandang Metro TV
Menyaksikan
Sidang Paripurna
Anggota DPR
Membahas
Kasus Bank Century

Mereka yang bersidang
Bukan sembarang orang
Mereka wakil rakyat
Pilihan rakyat

Bukan rahasia
Uang dan nama besar (TOP)
Menjadi andalan
Untuk mendapatkan suara rakyat

Ketika orang kaya dan TOP
Berkumpul dan bersidang
Entah lupa mereka wakil rakyat
Atau merasa sedang berlakon
Pemandangan yang aneh
Terlihat dilayar kaca
Entah kemana perginya tatakrama

Ketika penonton
Sesak nafas menyaksikannya
Muncul pemandangan serupa
Dari negera luar sana
Oh rupanya
Wakil kita
Sedang mengikuti mode



Bengkulu, 2 Maret 2010


Hanifah Damanhuri

PRRI

PRRI

PRRI singkatan dari
Pemerintahan
Revolusioner
Republik
Indonesia

Yang diproklamirkan
Pada tanggal 15 Februari 1958
Di depan ribuan massa
Di depan kediaman
Gubernur Sumbar di Padang

Terbentuknya PRRI
Diawali oleh pertemuan Dewan Banteng
Di tubir Ngarai Sianok Bukittinggi
Pada tanggal 20 Desember 1956
Yang dikomandani oleh Ahmad Husen
Waktu itu terjadi serah terima kekuasaan sipil
Dari Gub. Roeslan Moelyohardjo (anggota Masyumi)
Kepada ketua Dewan Banteng Ahmad Husen

Pada tanggal 20 Desember 1957
Diadakan rapat raksasa sebagai simbol dukungan
Para pemuda, pelajar dan mahasiswa
Yang datang dari seluruh pelosok Sumatera Tengah
Untuk meneruskan perjuangan daerah dengan segala resikonya.

Peralihan kekuasaan
Dari pusat jadi otonomi daerah
Dipicu oleh rasa ketidak adilan pusat
Serta dugaan bahwa
Pemerintahan pusat terpengaruh paham PKI
Yang bertentangan dengan Falsafah Pancasila
Maupun dengan ABSSBK

Pemerintahan NKRI
Dengan PM Juanda
Tidak menerima sepak terjang Ahmad Husen
Juanda melapor ke Soekarno
Soekarno mengirim tentara NKRI
Yang dulu bernama APRI
Angkatan Perang Republik Indonesia
Yang dikenal dengan sebutan
“Tentara pusek” dalam jumlah yang besar
Yang menggempur Sumbar dari arah
Darat, laut dan udara
Secara membabi buta
Untuk mempertahankan NKRI

Dijaman itu
Di Sumbar sudah ada juga partai PKI
Partai yang dibenci masyarakat yang Islami
Karena di anggap tidak berTuhan
Dan tidak mengakui milik pribadi

Tentara APRI hadir dengan strategi
“Musuh lawan adalah kawan”
Untuk itu Koops 17 Agustus, membentuk
Organisasi Pertahanan Rakyat (OPR)
Yang anggotanya adalah PKI

Tentara APRI yang dikirim ke Sumbar
Adalah kelompok yang paling ganas di jamannya
Sebagian besar dari mereka adalah PKI

Kehadiran tentara APRI
Untuk mempertahankan NKRI
Babak yang paling memilukan
Untuk sejarah Sumbar

Banyak korban berjatuhan
Dari kedua belah pihak
Terutama tentu dari warga Sumbar
Yang berperang selain dengan tentara APRI
Juga berperang antar sesama warga Sumbar

Kekuatan yang tak seimbang
Dan banyaknya korban berjatuhan
Serta kerugian moril dan materil
Yang tak terbilang
Akhirnya Ahmad Husen menyerah

Menyerahnya Ahmad Husen
Membuat bubarnya PRRI di tahun 1961
Namun penderitaan rakyat belum berakhir
PKI yang membantu tentara APRI
Menjadi semena-mena
Sehingga meletus G 30 S PKI tahun 1965
PKI berhasil ditumpas habis
Oleh tentara APRI yang non PKI

Tahun 1968
Rejimpun berganti
Pelan tapi pasti
Dengan motto
“ Memaafkan tapi tidak melupakan”
Warga Sumbar yang tersisa
Kembali menata hidup

Setiap tanggal 15 Februari
Sebagian dari warga Sumbar
Terutama di palanta RN
Mengenang kisah “bagolak”
Yang pernah mereka saksikan

Bagitulah sejarah PRRI
Yang kutangkap
Dari hasil diskusi di palanta RN
Semoga bermanfaat


Bengkulu, 28 Februari 2010


Hanifah

Catatan : Salah satu Sumber bacaan adalah sbb:

PRRI menang dalam perjuangan, kalah dalam pertempuran
Syair ini belum lengkap (belum diedit dan disupervisi).
Untuk keperluan contoh, naskah ini ditampilkan.
Admin menghimbau ahli sejarah serta sastrawan Minang melengkapi syair ini atau menulis syair untuk nagarinya masing-masing.

Catatan:
Ketika terjadi perang saudara di Indonesia (peristiwa PRRI tahun 1958 -1961) hampir seluruh anak nagari Minang Kabau terlibat berjuang.
Sebagai bukti tertulis, seluruh Wali nagari ikut membubuhkan cap di setiap uang kertas yang beredar ketika itu.
Diharapkan peristiwa PRRI ini perlu diingat untuk membangkitkan semangat kejuangan anak nagari melawan ketidakadilan, kediktatoran.
Perjuangan ini telah kita menangkan pada tahun 1966 (PKI dibubarkan) dan pada tahun 1998 (UU Otonomi Daerah).
Dua butir tuntutan utama PRRI ketika itu tidak dipenuhi oleh pemerintahan presiden Soekarno menjadi pemicu pergolakan daerah.
Semangat berjuang yang telah membuahkan kemenangan besar ini, perlu diwarisi oleh anak-kemenakan untuk menghadapi perang yang sebenar-benarnya perang (lihat pada syair nagari Tanjung)
Selengkapnya klik di: http://nagari.or.id/?moda=menang/

Sabtu, 27 Februari 2010

MANDI KERINGAT

MANDI KERINGAT

Akhirnya hari ini
Kami berhasil datang lebih awal
Hadir di depan BIM
Di Pantai Panjang Bengkulu
Tempat dilaksanakannya
Senam Kesegaran Jantung

Ketika kami datang
Salah satu areal parkir
Yang disulap jadi tempat senam
Sudah hampir penuh oleh peserta
Mereka sedang melakukan pemanasan
Yang dipandu oleh pemandu senam

Aku cari posisi yang dekat ke pemandu
Biar aku bisa mengikuti gerakannya
Aku sudah lama tidak ikut senam
Senam yang akan kuikuti ini
Belum pernah sekalipun
Kuikuti sebelumnya

Pemandu angkat tangan
Aku juga angkat tangan
Pemandu angkat kaki
Aku juga angkat kaki
Gerakan yang cepat
Membuatku kelabakan

Gerakan tanganku
Gerakan kakiku
Goyangan badanku
Sering beda dengan pemandu
Mataku tak henti-henti
Menatap pemandu

Selesai senam SKJ
Eh ganti musik rupanya
Kita senam aerobig kata pemandu
Gerakan senam aerobig
Lebih cepat dari senam SKJ
Bercucuran keringatku

Selesai senam aerobig
Ganti lagi musiknya
Bang Toyib bang toyib …
Wah senam dangdut rupanya
Asyiiikk goyang-goyang
Tetap saja aku kelabakan

Selesai senam dangdut
Di akhiri dengan mengambil nafas
Dengan gerakan yang mulai melambat
Tiupan angin laut
Tak kuasa menghentikan keringatku
Aku mandi keringat

Bengkulu, 28 Februari 2010

Hanifah Damanhuri

Jumat, 26 Februari 2010

DISKUSI TENTANG PRRI DI RN 2010

DISKUSI TENTANG PRRI DI RN 2010

Di awali dengan diposting ulang
Puisi bundo Nismah tentang PRRI
Dimana sang bundo adalah
Perempuan tiga jaman
Yang menjadi saksi perang saudara
Yang terjadi di Ranah Minang

Diskusi kali ini
Terasa lebih seru
Dari tahun yang lalu
Banyak cerita atau fakta
Yang diungkapkan para saksi
Selama terjadi perang

Tulisan-tulisan yang muncul
Tanpa tekanan
Tanpa kepentingan
Kecuali hanya
Mengungkapkan fakta
Untuk diambil hikmahnya

Perang
Dimana-mana sama
Membikin semua sengsara
“Janganlah ada perang
Perang membikin orang jadi liar”
Kata temanku dulu bercerita

Kubaca beberapa cerpen Soewardi Idris
Kudapat info
Wanita juga jadi korban tentara PRRI
Rakyat yang tak ikut perang
Tak disakiti oleh tentara pusat
Ceita yang dikemas sangat indah

Aku menduga
Pengarangnya ingin mencoba
Menghibur rakyat
Supaya kembali bersemangat
Tidak trauma
Tidak benci kepada tentara

Bisa dimaklumi
Betapa susahnya dahulu
Gubernur Sumbar dan jajarannya
Mengupayakan agar rakyatnya
Kembali manata hidup dan kepercayaan
Yang sudah porak poranda

Sampai di sini saja
Aku telah kehilangan kata-kata
Untuk melanjutkan cerita
Semoga saja
Tak pernah lagi ada
Perang saudara atau apapun namanya

Bengkulu, 27 Februari 2010


Hanifah Damanhuri

Kamis, 25 Februari 2010

LARI PAGI DI PANTAI PANJANG

LARI PAGI DI PANTAI PANJANG

Pantai Panjang yang benar-benar panjang
Dengan pantai yang landai
Berpasir putih
Dengan jejeran pohon pinus yang menghijau
Ditingkah deburan ombak
Yang memecah pantai
Membuat setiap yang pernah datang
Ingin datang dan datang lagi

Sejak dicanangkan
Menjadi kota tujuan pariwisata
Bertaraf internasional
Begkulu berbenah diri
Terutama di lokasi pantai panjang

Hotel-hotel baru bermunculan
Di sepanjang pinggiran pantai
Yang dulu merupakan lahan tidur
Di sana dibangun sarana diantaranya
Bengkulu Indah Mall (BIM)
Dengan areal parkir yang sangat luas
Sport Center
Sarana lari pagi disepanjang pantai
Di bawah rindangnya pohon pinus
Jalan berbatu untuk pijit

Kesanalah sebagian warga
Berkunjung di hari Minggu pagi
Ada yang senam kesegaran jantung
Ada yang main bola kaki
Ada yang lari pagi
Ada yang berjalan santai
Ada yang bermain ombak

Hembusan angin laut
Di bawah pohon pinus
Membuat lari pagi
Menyenangkan sekali
Kalau tidak percaya
Datanglah kesini
Kunanti disini

Bengkulu, 25 Fevruari 2010


Hanifah Damanhuri