Selasa, 30 Maret 2010

LEMBAH ANAI

LEMBAH ANAI

Beberapa hari setelah gempa 30 September 2009
Dua kali aku melewati daerah Lembah Anai
Pang pung darah di dada
Selama berada di lereng bukit
Dengan arus lalu lintas yang padat sekali

Kecemasanku terasa sekali
Ketika melewati Lembah Anai yang kedua kali
Mobil yang berjalan pelan
Pas satu mobil di depanku
Dihentikan oleh petugas
Saat itu kami berada
Tepat di bekas longsoran

Mobil kami dihentikan
Untuk memberikan ruang dan gerak Traktor
Untuk membersihkan puing-puing reruntuhan

Sambil bibirku komat-kamit berdoa
Mataku memandang ke perbukitan
Kulihat tanah
Tempat tumbuhan dan batu bertengger
Tak lagi padat

Ya Allah jangan ada gempa susulan
Ya Allah jangan ada hujan tiba-tiba
Kataku berdoa dalam hati
Sedikit goyangan dan curah hujan
Pepohonan dan bebatuan
Akan menggelinding ke bawah

Antrian yang panjang
Motor yang banyak sekali
Membuat mobil merangkak
Setelah diperbolehkan berjalan
Rasa terlepas dari marabahaya
Ketika mobil tak lagi di lereng bukit

Apa yang kubayangkan dulu
Tak meleset
Ketika hujan turun
Berkali-kali bukit di Lembah Anai
Longsor dan menimbun jalan

Turunnya hujan adalah kehendak Allah
Terjadinya musibah juga atas izin Allah
Telah terjadi musibah-demi musibah
Mungkin sudah banyak yang lupa pada Allah
Sudah saatnya kita semua kembali pada Allah
Agar terhindar dari musibah

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun


Bengkulu, 31 Maret 2010


Hanifah Damanhuri

KARYA YUANG SAU

KARYA YUANG SAU

Hanya hasil karya seorang Yuang Sau sejati
Dengan pengalaman hidup yang bervariasi
Atau dengan bahan bacaan yang banyak sekali
Yang mampu menghasilkan karya yang abadi
Tak lekang oleh panas
Tak lapuk oleh hujan
Lintas agama
Lintas budaya
Lintas bangsa
Lintas waktu
Lintas generasi

Aku hanya heran dan peduli
Kok ada yang berani
Dengan alasan menyenangkan hati
Atau alasan lainnya yang menarik hati
Mengambil karya yang abadi
Merombaknya sedikit disana sini
Menjadikannya seakan karya sendiri
Yang membaca terkesima di dalam hati

Tanpa dia sadari
Yang dia lakukan adalah mencuri
Hasil karya Yuang San sejati
Hanya orang yang tak jujur
Yang mampu melakukannya

Bengkulu, 31 Maret 2010


Hanifah Damanhuri

Kamis, 25 Maret 2010

JASO RANTAUNET

JASO RANTAUNET

Kato guru ngaji
“Ampek tando urang Minang
Pasurau
Parantau
Palapau
Pagurau”

Tamanuang den nan sadang dirantau
Ciek jo duo tando dun
Lai sato den
Kok ndak cukuk tando dun di den
Tantu ndak rang Minang den du?

Bukan den ndak namuah
Cubolah pikia

Kapai den ka surau
Surau nan saroman dikampuang
Sasudah sumbayang
Basambuang jo mangaji
Kama ka den cari di rantau?
Kalaupun ado
Mungkin jauah tampekno

Kapai den kalapau
Lapau saroman dikampuang
Minun teh talua
Makan katan jo goreng
Sambia ma ota kian kamari
Kama kaden cari?
Kalaupun ado
Mungkin jaquah tampekno

Ha tapikia lo di den
Palanta rantaunet
Tampek bakumpua rang Minang
Nan tinggano di 8 panjuru angin

Sajak aden sato kalapau
Banyak nan dapek diden
Kadang saraso kasurau
Dapek kaji dari ahlino
Kadang saraso kalapau
Mambaco kuliner sato capak-capak-i

Dapek Guru
Indak sumbarang guru

Dapek ilmu
Dari babagai macam ilmu

Dapek kawan/sanak
Walau jauah dimato
Taraso dakek di hati

Dapek babagai kasampatan
Kasampatan mambaco
Kasampatan manulih
Kasampatan badiskusi
Kasampatan bagurau

Dapek berbagai ungkapan
Ungkapan ikuik basuko cito
Ungkapan ikuik baduko
Ungkapan salamaik hari rayo
Dan ungkapan lainno

Dapek berbagai kiriman doa
Doa mohon restu
Doa mohon kesembuhan
Doa mohon keberhasilan
Doa-doa lainnya yang indah

Nan paliang sanang ati mandanga
Banyak diantaro warga palanta
Alah bibasuo di dunia nyata
Sadono bagumbira ria
Taraso alah kenal sajak dulu kala
Ado pulo nan tanyato
Basangkuik pauik dari sonono

Itulah salayang pandang
Diantaro jaso-jaso rantaunek
Nan mambuek urang minang
Indak kahilangan tando nan ampek


Bengkulu, 25 Maret 2010


Hanifah Damanhuri

Selasa, 23 Maret 2010

DUKA YANG TAK KUNJUNG REDA

DUKA YANG TAK KUNJUNG REDA

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun

Ya Allah
Yang Maha Kuasa
Penguasa langit
Penguasa bumi

Telah berkali-kali musibah terjadi
Hampir merata di seluruh propinsi
Entah itu sebagai peringatan
Entah itu cobaan
Entah itu azab
Sebagai bukti kekuasaan-Mu

Untuk setiap musibah yang terjadi
Selalu menimbulkan duka dan lara
Duka karena kehilangan harta atau nyawa
Duka kami
Duka yang tak kunjung reda

Ya Allah Yang Maha Pengasih
Ampunilah dosa kami
Berilah kami kesabaran
Berilah kami hidayah
Agar kami dapat mengambil hikmah
Untuk setiap musibah

Ya Allah Yang Maha Penyayang
Kepada-Mu kami berserah diri
Tiada daya
Tiada upaya
Kecuali izin-Mu

Bengkulu, 23 Maret 2010

Hanifah Damanhuri

Sabtu, 20 Maret 2010

PASCA PRRI

PASCA PRRI

Setelah Ahmad Husen menyerah Mei 1961
PRRI otomatis bubar dan
Sumatera Tengah kembali kepangkuan NKRI

Bubarnya PRRI
Belum menghentikan perang yang terjadi
PKI yang menjadi musuh PRRI
Bertindak tanpa kendali
Kejahatan semakin menjadi-jadi
Pembunuhan masih sering terjadi

Aku merasa
Para alim ulama waktu itu
Menjadi sasaran anggota PKI
Hingga para alim ulama banyak yang tewas

Tewasbya para pelajar dan mahasiswa di perang PRRI
Ditambah tewasnya para alim ulama
Tentu saja membuat Sumbar
Kehilangan putra-putra terbaiknya

Menurut cerita di RN beberapa waktu yang lalu
Di situasi yang kacau tersebut
Lahirlah LKAAM melalui MUBES Ninik mamak
Yang di ketuai Bpk Chaidir N Latief
Dengan Sekretaris Bpk Syaafroedin Bahar

Kata Bapak Chaidir N Latief,
“nan dilakukan LKAAM
membersihkan ninik mamak
dari unsur PKI dan
mengarahkan minat kaula muda para sarjana
menjadi ninik mamak,
memperhatikan adat budaya dan
memperhatikan NAGARInya masing masing”

Telepas dari pro dan kontra tentang
Kehadiran LKAAM tahun 1962
Aku merasa ada yang kurang
Dan menurutku
Itulah yang harus diutamakan
Keberadaan kaum Alim Ulama dan
Binaan generasi muda untuk menjadi Alim Ulama
Atau aku yang tidak mendengarnya??

Mungkinkah ini penyebabnya
Kenapa terjadi kesenjangan saat ini ?
Kaki-kaki tungku tiga sejarangan
Tidak lagi sama tinggi
Kaki kaum Cerdik Pandai
Kaki kaum Ninik-Mamak
Mendapat perhatian yang lebih
Sementara kaki kaum Alim-Ulama
Goyah ditelan masa

Wahai para pengambil kebijakkan
Kalau ingin menegakkan ABSSBK
Buatlah ketiga kaki tungku kembali setara
Perhatikanlah keberadaan dan binaan
Untuk kaki Alim-Ulama

Alim-Ulama yang bertindak mengajarkan
Bagaimana AlQuran menjadi tuntunan hidup
Sehingga tingkah laku rang Minang
Sesuai dengan ABSSBK


Bengkulu, 21 Maret 2010


Hanifah Damanhuri

Kamis, 18 Maret 2010

TIGA TUNGKU SEJARANGAN

TIGA TUNGKU SEJARANGAN

Tiga tungku sejarangan
Kuterjemahkan dengan tungku
Yang kakinya ada tiga
Sehingga kuali atau periuk di atasnya
Terletak seimbang dan mantap

Ketiga kaki ini
Kalau diproyeksikan
Akan membentuk bangun segitiga
Yang memberi ruang
Agar kayu saling bersilang
Udara bebas bersileweran
Hingga api jadi menyala
Sempurna dan merata

Namun tungku tiga kaki ini
Tak kuasa bertahan
Oleh pergantian musim
Dan pergantian bahan bakar

Tiga tungku sejarangan
Dipakai juga untuk menggambarkan
Tiga pilar yang membangun
Budaya Ranah Minang yaitu:
Alim-Ulama
Cerdik-Pandai
Niniak-Mamak

Ketiganya saling bahu membahu
Dalam posisi yang sama tingginya
Andai yang satu lebih tinggi
Atau yang satu lebih rendah
Akan terjadi ketimpangan

Kalau kurenungkan
Aku jadi bingung
Kenapa pilar-pilar ini
Berdiri sendiri ?

Urusan dunia
Serahkan ke Cerdik-Pandai
Urusan akhirat
Serahkan ke Alim-Ulama
Urusan tanah ulayat dan adat istiadat
Serahkan kepada Ninik-Mamak

Bagaimana kalau kelompok Cerdik-Pandai
Tak beradat atau tak alim?

Bagaimana kalau kelompok Alim-Ulama
Tak cerdik ?

Bagaimana kalau kelompok Ninik-Mamak
Tak alim atau tak cerdik ?

Semakin kurenungkan
Semakin kubingung
Masih cocokkah
Ketiga pilar yang terpisah
Dipertahankan berdiri sendiri?

Bukankah sebaiknya
Setiap insan yang hidup saat ini
Mengasah dirinya
Menjadi manusia
Alim serta beradat
Cerdik dan pandai
Agar hidupnya
Selamat di dunia dan di Akhirat

Apa aku yang salah mengerti
Dalam memahami
Arti tiga tungku sejarangan?
Bantulah aku wahai para ahli

Bengkulu, 18 Maret 2010


Hanifah Damanhuri

Selasa, 16 Maret 2010

PANTAI ZAKAT BENGKULU

PANTAI ZAKAT BENGKULU

Pantai Bengkulu sangat indah
Dilihat dari lokasi manapun
Seperti: Pantai Panjang, Pantai Ujung Samudra
Tapak Paderi, Pantai Zakat, Tapak Suci
Masing-masing lokasi
Punya kelebihan tersendiri

Diantara semua pantai tersebut
Pantai yang paling aman untuk di renangi
Adalah Pantai Zakat
Dan Pantai Ujung Samudra
Ombak yang menghempas pantai tersebut
Tak seganas di Pantai Panjang

Ombak di Pantai Panjang
Yang nampaknya asyik untuk berenang
Kadang-kadang berubah garang
Dan menggulung orang yang berenang
Hingga banyak nyawa yang melayang

Bentuk pantai Zakat
Seperti huruf U
Ombak disana seperti riak danau
Kecuali ketika pasang naik

Di sisi kanan U
Dilihat dari sisi kiri U
Pantai seakan dibatasi Bukit Barisan
Kakinya ditumbuhi pohon pinus
Disepanjang pantai
Perpaduan yang sangat indah sekali

Kesinilah para ABG
Dan keluarga yang masih punya anak kecil
Menghabiskan waktu sore
Atau waktu libur
Untuk berenang
Bermain ombak
Bermain bola kaki
Bermain layang-layang
Menikmati pemandangan
Dan lain sebagainya

Sekali ke Pantai Zakat
Para pengunjung pasti terpikat
Ingin datang lagi dan melihat
Pemandangan yang memikat

Bengkulu, 17Maret 2010


Hanifah Damanhuri